Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée

Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée
Bab 33 Bercerita


__ADS_3

Asha pergi meninggalkan kedua orang yang berada di balkon, tidak jauh dari pintu menuju balkon sesosok laki-laki yang dia kenali berdiri dan bersandar di dekat salah satu tiang penopang bangunan besar itu. Terlihat laki-laki itu sejak tadi menatap ke arah Asha, kemudian berjalan mendekat ke arahnya yang baru keluar dari arah balkon itu.


"Asha, apakah kamu baik-baik saja? Air matamu sejak tadi mengalir,"


"Apakah ada masalah?" ucap laki-laki itu dengan tatapan khawatir sambil mengusap air mata gadis itu, kemudian menggenggam tangan Asha dan membawanya ke arah sebuah taman


Di taman yang sepi Asha dan laki-laki itu duduk berdua di gazebo, dan Asha meruntuhkan temboknya di depan laki-laki itu tanpa ada perasaan khawatir dengan citra yang dia miliki. Gadis itu menangis sekencang-kencangnya tanpa khawatir kalau dirinya diketahui oleh oran lain, di peluk pelan oleh laki-laki itu untuk menenangkannya.


"Asha, jika kamu masih ingin menangis maka lanjutkan lah,"


"Aku sama sekali tidak masalah jika pakaianku di jadikan sebagai pengganti sapu tangan yang padahal sudah aku berikan,"


"Sebagai gantinya nanti kamu harus membayar aku dengan mahal," ucap laki-laki itu ke arah Asha yang telah berada di dalam dekapannya menangis tersedu-sedu sambil mengelus-elus untuk menangkannya


Tetapi ketika dia mendengar ucapan terakhir yang diucapkan oleh laki-laki itu dengan cepat Asha langsung menatap ke atas yang sosoknya lebih tinggi dari Asha. Dipukulinya sosok laki-laki itu, karena menurutnya dia adalah laki-laki yang sangat menyebalkan.


"Kamu menyebalkan Edel," ucap Asha dengan tatapan kesal dan mata yang bengkak setelah menangis dengan puas


"Jadi sudah lebih baik perasaan yang kamu miliki sekarang?" tanya Edel dengan senyuman lembut ke arah Asha yang masih berada di pelukannya dengan tenang hanya di jawab anggukan pelan oleh Asha

__ADS_1


"Aku sangat heran kenapa ada laki-laki yang bisa membuat gadis manis dan cantik seperti dirimu menangis,"


"Kalau kamu mau menceritakan kepadaku, aku tidak masalah untuk mendengarkannya begitu juga dengan sebaliknya aku tidak masalah," ucap Edel dengan lembut kemudian memasang peredam suara supaya tidak di dengar oleh orang lain selain dia dan Asha di dalam dalam penghalang transparan itu


Beberapa detik setelah ucapan dari Edel suasana hening beberapa detik di antara keduanya, Asha menghela nafas panjang kemudian berjalan sedikit menjauh dari Edel dan duduk di sampingnya.


"Baiklah, karena kita berdua adalah teman,"


"Aku rasa tidak buruk jika aku bercerita denganmu dan juga Edel bisa menjaga rahasia,"


"Tapi aku juga bingung, kenapa aku harus bercerita dari mana?" ucap Asha dengan senyuman pahit


"Asha, bagaimana kalau kita bercerita sambil minum teh?" tanya Edel secara tiba-tiba sambil menjentikkan jarinya


Tiba-tiba muncul dua cangkir teh, teko teh dan berbagai jenis makanan manis di meja gazebo. Edel menuangkan teh itu di cangkir menggunakan sihirnya, untuk seukuran seorang salah satu master sihir di menara sihir bagi Edel ini adalah hal yang sangat mudah sedangkan menurut Asha ini adalah hal yang sangat menyia-nyiakan bakat.


"Edel, apakah kamu tidak merasa kalau para penyihir di menara sihir akan menangis jika dia tau kalau kamu menggunakan sihir hanya untuk hal sederhana?" ucap Asha yang sudah mulai mencicipi cemilan yang dihidangkan


"Kenapa kamu mengatakan seperti itu? Makanan dan minumanku biasanya disajikan oleh para pelayan dan aku juga tidak mengerti cara menuangkan teh yang benar seperti apa jadinya aku menggunakan sihir untuk menggantikannya karena kebiasaanku kalau menuangkan teh adalah tumpah," ucap Edel dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan senyuman kaku

__ADS_1


Hanya Asha yang mendengarkan ucapan itu mungkin ingin memukul laki-laki di depannya, karena hal yang begitu sederhana tidak bisa di lakukan oleh laki-laki di depannya. Tapi Asha jadi merasa mungkin karena itu dewa memberikan sihir kepada Edel yang tidak bisa melakukan hal yang sederhana hingga membuatnya menjadi sempurna.


"Aku sudah mulai lebih baik, aku akan bercerita," ucap Asha dengan senyuman kepada Edel di depannya


Dari kejauhan tentu terlihat Ehan melihat Asha dengan Edel duduk berdua berbicara dan memeluk Asha, tapi dia tidak bisa mendengarkan setiap percakapan yang dilakukan keduanya. Perasaan yang menyakitkan tentu saja dirasakan oleh Ehan tapi saat ini dia tidak memiliki hubungan apapun dengan Asha dan malah membuat Asha menjauh dari dirinya.


Dimasa lalu Asha mungkin miliknya tapi dia telah lama mengabaikan dan menganggap kalau Asha akan terus menempel dirinya sampai membuatnya risih. Seharusnya dia bangga dengan perempuan yang tidak berpaling kepada siapapun di saat itu, tapi sekarang dia baru sadar kalau tidak selamanya dia bisa merubah roda waktu itu kembali ke bentuk yang sebelumnya.


Asha bercerita mengenai hal yang paling dia rahasiakan kepada orang lain di dalam hidupnya yang bahkan kedua orang tuanya tidak mengetahuinya, karena jika orang tuanya tau mungkin dia akan di anggap gila, oleh karena itu dia menjalani hidup sesuai dengan tempat hal itu adalah reinkarnasinya.


"Jadi, Asha maksudmu ini adalah kali kelima kamu hidup dan di kehidupan pertama kamu hanya ingat kamu berpakaian seperti bangsawan, dikehidupan kedua kamu menjadi anak jalanan yang hidup harus mencuri, kehidupan ketiga kamu menjadi seorang pelayan di negeri timur, keempat kamu menjadi anak dari keluarga kecil yang suka judi dan minum-minum, Terakhir kehidupan kelima ini kamu menjadi seorang putri bangsawan tapi kali ini dunia ini adalah novel yang kamu tulis di saat kamu masih muda,"


"Walaupun kamu mengingat jelas kelahiranmu, tapi kamu tidak ingat seperti apa kamu hidup dan kamu selalu mati di usia yang cukup muda?"


"Tapi karena ini adalah kehidupan kelima, dan kamu tau kalau Ehan yang kemungkinan akan membunuhmu hingga kamu membuat tembok tapi dia menghancurkan tembok itu?" ucap Edel semuanya hanya di jawab dengan anggukan oleh Asha


Edel sedikit curiga dengan kehidupan pertama Asha, karena Asha menceritakan dengan jelas kalau mimpi yang dialaminya adalah sebuah kejadian yang persis dengan semua kehidupan yang nyata dia jalani sebelumnya. Dan apapun yang dia tulis di kehidupan sebelumnya, semuanya adalah ingatan dibawah alam sadarnya.


"Edel, apakah kamu percaya dengan yang aku ceritakan?"

__ADS_1


Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée


__ADS_2