Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée

Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée
Bab 58 Tertidur karena menunggu


__ADS_3

Asha tidak mengerti kenapa seorang raja mengajak dirinya untuk berbincang-bincang dari sekian banyak orang yang ada di istana kerajaan ini, tapi sang raja malah mengajak dirinya yang hanya seorang putri keluarga Duke yang saat ini sedang berada di masa pemulihan dan masa santai. Tidak banyak pembicaraan yang terlihat serius, tapi di awal pembicaraan yang tiba-tiba menanyakan hal yang serius itu artinya sang raja telah mendengarkan kejadian itu dan penasaran kenapa itu bisa terjadi di dalam benteng istananya bukan dari luar.


Asha terdiam sejenak berpikir dan menyusun setiap kata dan kalimat yang tepat untuk memberikan penjelasan kepada sang raja di depannya.


"Itu semua bisa saja terjadi jika ada seseorang pengguna kekuatan pemanggil hewan atau monster, seorang pengguna sihir hitam yang telah melakukan pengorbanan dan seorang iblis yang melakukan kontrak dengan seorang manusia dan merencanakan semua ini,"


"Kemungkinan besar orang yang melakukan semua ini adalah seorang tahanan yang berada di dalam ruangan sidang,"


"Karena pada saat berada di akademi dia juga melakukan hal yang sama yaitu memanggil beberapa ekor monster untuk menyerang di akademi dan melukai banyak siswa-siswi di sana," ucap Asha dengan tatapan dingin dan yakin ke arah teh yang berada di atas meja


Mendengarkan ucapan yang di katakan oleh Asha, raja sangat terkejut karena putri seorang keluarga Baron ternyata menggunakan sebuah sihir yang sangat dilarang oleh kerajaan ini. Bahkan putri keluarga Baron ini juga nekat menggunakan sihirnya memanggil para monster tanpa berpikir akan banyak orang yang akan terluka karena dirinya nanti. Tidak lama setelah pembicaraan yang singkat, sang raja mengatakan kalau dia harus segera mengadakan rapat besar dan memutuskan persidangan untuk segera dilaksanakan karena akan sangat berbahaya jika negeri ini memiliki seorang gadis terkutuk dibiarkan berkeliaran. Alasannya para pengguna sihir hitam di larang ataupun dikutuk karena satu hal yaitu mereka tidak bisa mengendalikan kemampuan mereka dan sering terpengaruh kepada emosi yang mereka miliki hingga menyebabkan banyak sekali bencana dan nyawa yang menjadi korban dari sihir itu.


Setelah merasa tidak ada hal yang harus dia kerjakan di istana maka Asha memutuskan untuk langsung pulang ke mansion Aelfraed untuk merawat Ehan, tetapi sesampainya di mansion Aelfraed ternyata dia pulang sangat larut malam karena dia memutuskan untuk menggunakan kereta kuda pulang.


Di sana terlihat hanya seorang kepala pelayan dan pelayan yang selalu merawat dirinya menyambut dirinya karena dikatakan kalau tuan Duke sedang berada di luar kota dan sedangkan Ehan telah tertidur di ruang baca saat menunggu Asha, karena penasaran dengan Ehan yang tertidur di ruang baca Asha memutuskan untuk pergi mengintip ruang baca untuk melihat Ehan.


Saat membuka pintu besar yang ada di depannya terlihat langsung dari pintu itu sesosok laki-laki terbaring dengan sebuah buku di atas dadanya dan selimut yang telah berada di lantai, Asha hanya bisa tersenyum tipis melihat Ehan yang tertidur dengan begitu pulas. Di dekatinya sosok laki-laki yang tertidur di kursi itu untuk menyelimuti dirinya lagi dengan selimut yang telah jatuh ke lantai karena sepertinya dia tidak bisa diam saat tidur, setelah selesai menyelimutinya Asha memutuskan untuk memberikan sebuah kecupan selamat tidur kepada Ehan tapi siapa yang menyangka kalau sosok itu tiba-tiba terbangun di saat bibirnya hampir mencium kening sosok laki-laki itu, seketika wajah Asha langsung memerah disertai dengan gerakan menghindar secepat kilat, tetapi Ehan yang telah bangun langsung menarik tangan Asha yang mencoba kabur dari dirinya.

__ADS_1


Ditatapnya sosok wajah gadis yang ada di depannya dengan sebuah senyuman yang membuat Asha memukuli dada laki-laki itu, karena merasa di ejek secara tidak langsung. Asha berusaha melepaskan diri dan memukuli sosok itu, akan tetapi semuanya sia-sia Ehan hanya semakin membuat Asha sangat malu.


"Ehan, bisakah kamu segera melepaskan tanganku? Aku masih ada pekerjaan yang harus dilakukan,"


"Kamu tidak bisa membuatku berada di sini," ucap Asha dengan terbata-bata dan panik tanpa memandangi Ehan tetapi Ehan malah menarik gadis itu ke dekapannya


"Kamu berbohong kepadaku buat apa? Padahal tinggal mengatakan kalau kamu malu karena ingin memberikan kecupan selamat malam kepadaku tapi aku keburu bangun,"


"Hingga kamu berusaha kabur dariku," ucap Ehan dengan senyuman seringaian ke arah sosok gadis yang masih memukul dirinya


"DIAM KAMU!!"


"Asha, kalau kamu semakin imut seperti ini aku tidak akan semakin bisa melepaskan dirimu ataupun menyia-nyiakan dirimu," ucap Ehan yang menggenggam tangan Asha dengan erat karena takut dengan yang dia lakukan di masa lalunya


Ucapan Ehan yang tiba-tiba membuat Asha terdiam dan tenang karena dia masih ragu dengan pilihannya yang harus merobohkan sebuah tembok yang telah dibangun, Asha terdiam sebentar kemudian bersandar di dada bidang Ehan.


"Kalau begitu tolong buktikan kepadaku untuk membuatku percaya kepadamu,"

__ADS_1


"Karena hanya sebuah omongan dimasa lalu kamu sendiri tidak memegangnya," ucap Asha dengan pelan dan senyuman tipis yang memberikan harapan kepada sosok laki-laki yang sedang memeluknya


Beberapa saat kemudian, keduanya terdiam sejenak karena merasa canggung Ehan mencomot sebuah topik asal karena penasaran dengan Asha..


"Asha, apakah kamu pernah mencium sosok laki-laki lain selain diriku?" tanya Ehan dengan penasaran


Asha tentu mengingat semua yang pernah dia lakukan dan dia menjawabnya dengan anggukan kepala di pelukan Ehan, seketika Ehan tanpa sadar mengeluarkan tatapan ingin membunuh dan senyuman yang tidak ramah.


"Siapa laki-laki yang kamu cium? Darimana asalnya? Kenapa dia mempermainkan dirimu?" tanya Ehan dengan serius dan dingin kepada Asha yang masih ada di dalam dekapannya


"Aku rasa itu adalah ayah dan mantan tunanganku, karena ayahku selalu memintanya dan sedangkan mantan tunanganku adalah orang yang sangat lembut dan membuatku jatuh hati, walaupun sebenarnya aku tidak ingin memutuskan pertunangan karena dia sangat baik kepadaku,"


"Tapi karena aku ingin pergi ke timur tengah aku tidak mau malah merepotkan dirinya dan kami hanya sebatas kontrak kerja jadinya aku memutuskan untuk putus pertunangan,"


"Tapi aku memang pernah memberikan dia ciuman manis," ucap Asha di dalam dekapan itu dengan blak-blakan tanpa mengatakan kalau dia telah tau siapa identitas laki-laki yang melakukan kebohongan kepadanya saat ini berada sangat dekat dengan dirinya tapi itu sangat cukup membuat sosok laki-laki itu merasa sangat bodoh


"Asha, apakah kamu masih memiliki hati dengan sosok laki-laki itu?"

__ADS_1


"Bagaimana kalau aku katakan iya? Karena dia adalah orang yang membuatku sangat cinta,"


Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée


__ADS_2