Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée

Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée
Bab 30 Pulang ke rumah


__ADS_3

Edel sebenarnya ingin bertanya mengenai pembicaraan yang telah dia dengar dari balik pintu, tetapi dia belum siap dengan kenyataan kalau memang Asha kembali mencintai Ehan di kehidupan ini hingga hanya senyuman pahit dan perasaan bimbang di dalam dirinya sendiri yang mengerti dengan itu.


Asha dan Edel menjalankan kehidupan mereka seperti biasa di negeri timur, walaupun harus diganggu oleh kedua orang orang penting di negeri itu. Karena kalau bukan kedua orang penting itu Asha tidak akan bisa kembali dengan keadaan yang selamat seperti saat ini, saat dia sedang berada di ruangan rapat untuk terakhir kalinya di negeri timur tengah setelah rapat selesai maka dia akan kembali ke negerinya.


Banyak hal yang akan dibawa pulang oleh Asha sebagai oleh-oleh dari mulai barang-barang unik sampai pengalaman yang tidak akan pernah tergantikan selama dia di sini. Hubungannya dengan Edel semakin baik keduanya sangat dekat hingga banyak orang yang mengira keduanya adalah pasangan termanis di negeri timur tengah seperti orang-orang yang memiliki kisah cinta di sana.


Bagi Edel itu adalah ucapan yang sangat berarti sedangkan untuk Asha orang-orang terlalu melebih-lebihkan rumor karena dia hanya menganggap Edel sebagai teman dan rekan bisnis.


"Besok kalian berdua akan kembali ke barat ya? Asha apakah kamu serius tidak ingin tinggal di sini?"


"Apakah kamu tau aku pasti akan kesepian tanpa dirimu?" ucap Seyyal sambil memeluk erat Asha, Asha yang telah terbiasa di perlakukan seperti itu hanya bisa diam dan dia juga tidak akan terlalu menghakimi perempuan yang melakukan dengan semena-mena


"Kalau aku yang menjadi Asha aku tidak akan tertarik tinggal di sini, apalagi aku pernah di culik,"


"Negeri yang membuat nyawa orang merasa terancam setiap detiknya, siapa yang betah tinggal di sini?" ucap Edel dengan blak-blakan sambil menggelengkan kepalanya dengan santai membuat Seyyal merasa terhina dan emosi kepada laki-laki yang bersikap seenaknya seperti itu


Dengan cepat Seyyal mengambil senjatanya dan terjadilah pertengkaran yang selalu terjadi di setiap saat Asha ingin berisitirahat dengan tenang. Tapi karena dia telah terbiasa dengan situasi ini, Asha dengan tenang memakan semua cemilannya dengan Rumman yang tidak ikut campur dalam keributan yang ditimbulkan oleh Edel sendiri.

__ADS_1


"Asha, selama satu bulan kamu tinggal di sini,"


"Menurutmu apa sistem negeri ini yang harus kami rubah ke arah yang lebih baik? Dan apa yang paling berkesan untuk dirimu selama kamu ada di sini?" tanya Rumman dengan tatapan serius dan tiba-tiba membuat Asha terkejut dengan pertanyaan itu


Asha kemudian mengingat setiap perjalanan yang dia lakukan selama di alun-alun kota di negeri timur tengah. Banyak sekali yang menurutnya indah dan penuh kenangan dari mulai orang-orang yang menjalankan pekerjaan sampai yang paling sederhana yaitu tawa dari anak-anak kecil yang bermain kejar-kejaran.


"Aku rasa sistem lapangan pekerjaan dan cara berpikir masyarakat yang seharusnya dirubah,"


"Kamu pasti tau kan kalau rata-rata penduduk di negeri timur tengah ini adalah para bandit jadinya aku rasa ini perlu dirubah,"


"Aku juga akan menjadikan itu sebagai salah satu program aku nantinya saat menjadi pemimpin kepala keluarga selanjutnya," ucap Asha sambil tersenyum menatap ke arah luar jendela


"Begitu ya, aku tidak terpikirkan ada orang yang sangat perhatian kepada wilayahnya seperti ini," ucap Rumman sambil tersenyum walaupun sebenarnya sedikit terkejut dengan ucapan dari Asha yang ternyata memiliki pemikiran yang sangat sederhana


Keesokan harinya Asha dan Edel izin kembali ke negerinya, di depan gerbang perbatasan terlihat putri dan pangeran kerajaan itu keduanya sangat bersemangat untuk mengantarkan kepergian Asha dan Edel.


"Nanti kalau ada waktu giliran kami berdua yang akan berkunjung ke negeri barat,"

__ADS_1


"Jadi nantikan kedatangan kami berdua ya dan kalian harus menjadi orang yang memandu kami ketika kami tiba di sana," ucap Seyyal dengan senyuman ceria dan di ikuti oleh lambaian tangan Rumman


Asha dan Edel kembali melakukan perjalanan pulang kali ini dia akan dikawal oleh para pengawal negeri timur tengah sampai selesai melewati gurun mengingat sebelumnya banyak bandit yang ternyata bersembunyi di tempat itu.


Perjalanan keduanya kembali ke kerajaan berjalan dengan mulus, sang raja menyambut keduanya dengan bangga dan memberikan keduanya hadiah yang berupa pesta penyambutan dan pemberian penghargaan karena berhasil menjalin kerja sama dengan pihak timur tengah. Asha yang pulang dari timur tengah langsung melemparkan tubuhnya ke atas kasur setelah perjalanan panjang dan laporan yang telah di selesaikan dari istana kerajaan.


"Akhirnya aku bisa bertemu dengan kasur kesayanganku," ucap Asha dengan perasaan senang ketika menyentuh kasur yang telah lama tidak dia tiduri sedangkan para pelayan telah berada di depannya untuk memandikannya karena baru saja pulang dari perjalanan jauh


Asha tidak tau apa yang terjadi kepada semua pelayan yang ada di mansion, tapi saat ini dia rasa kalau semua pelayan menjadi lebih berani untuk melakukan sesuatu kepada Asha, walaupun dia tidak mau melakukannya. Setelah dia selesai mandi sebuah surat tidak terduga datang dari akademi mengundang dirinya untuk datang ke tempat itu untuk menceritakan seperti apa kehidupan timur tengah dan apa keunggulan dan kekurangan dibandingkan dengan negeri di barat dengan negeri timur tengah.


Asha yang membaca isi dari surat undangan itu tiba-tiba teringat dengan Ehan yang menyatakan perasaannya secara langsung kepada Asha saat berada di timur tengah, dia jadi sedikit bimbang dengan perasaannya dengan Ehan yang dia pikir itu semua hanya candaan atau permainan yang dilakukan oleh Ehan kepadanya.


Tembok yang telah dia bangun menjadi runtuh karena sebuah pernyataan melalui ciuman singkat itu. Asha memutuskan untuk tidur saja di malam itu karena pusing jika dia harus memikirkan hidup lama atau perasaan asramanya kepada orang yang akan membunuhnya di masa depan. Setelah tertidur pulas Asha di datangi oleh seorang laki-laki yang biasanya selalu memberikan dia sebuah hadiah kecil dan mungkin ada ribuan hadiah yang selalu diterimanya sejak dia masih kecil hingga sekarang yang harganya bisa membeli banyak barang. Ketika di selidiki pun siapa orang yang membelinya, para penjual itu benar-benar tidak mengetahui siapa orang yang membeli barang itu. Seolah-olah dia kehilangan ingatan mengenai wajah dari pelaku yang membeli, walaupun begitu Asha tetap menerimanya karena itu adalah pemberian.


"Asha, sampai saat kita bertemu lagi aku harap kamu bisa menerimanya,"


Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée

__ADS_1


__ADS_2