
Asha menangis tersedu-sedu dan menggenggam erat tangan sosok laki-laki yang kini terbaring karena berkorban untuk dirinya, dokter yang datang sempat mengatakan kalau nyawanya hampir tidak terselamatkan, tapi tekad di dalam hatinya yang begitu kuat membuat laki-laki itu masih tetap hidup walaupun saat ini tidak bisa membuka mata dari tidurnya yang entah kapan dia baru bisa bangun kembali.
Seperti yang dikatakan oleh kebanyakan orang-orang kalau penyesalan selalu datang di akhir dan kehilangan seseorang akan selalu menjadi penyesalan terbesar di dalam hidup, karena cuma ada satu sosok di dalam kehidupan setiap orang yang sama tidak akan ada lagi penggantinya, jika itu ada penggantinya pasti akan ada yang berbeda dari orang yang membuat kita merasakan kehilangan.
Gadis itu telah terduduk berhari-hari dan tidur di tempat yang dekat dengan sosok laki-laki yang terbaring di tempat tidurnya, dari bangun mengerjakan pekerjaan keluarganya sampai tidur dia selalu berada di dekat laki-laki itu, karena dia ingin menebus kembali waktu yang telah dia hilangkan atau dia sia-siakan dari sosok orang di depannya. Semua orang di sana terharu dengan perjuangan tuannya yang tidak selamanya sia-sia, karena saat ini sosok perempuan yang ingin dia perjuangkan telah berada di sampingnya walaupun nyawa harus menjadi taruhannya.
”Nona Edelstein, kami membawakan makan siang untuk anda," ucap seorang pelayan yang mengantarkan makanannya
"Terima kasih telah peduli denganku, padahal aku yang sudah membuat kalian semua sulit saat ini,"
"Karena Ehan tidak bangun, kalian mungkin bisa kehilangan calon pewaris keluarga Duke satu-satunya," ucap Asha dengan pahit dan kepala yang tertunduk
"Kalau dia mati, tinggal kamu yang mewariskannya Asha," ucap seorang laki-laki paruh baya yang berjalan ke arahnya dari belakang membuat Asha terkejut
"Tuan Duke Aelfraed, saya memberikan hormat kepada anda," ucap Asha yang langsung memberikan hormat kepada orang tua di depannya
"Tidak perlu begitu sopan kamu sendiri sudah aku anggap anak sendiri sejak kecil dan melihat kelakuan anak ini sejak kecil yang sangat menginginkan pertunangan dengan dirimu dia bahkan nekat mengambil stempel keluarga untuk mengajukan pertunangan, walaupun ditolak olehmu,"
"Tapi, kemudian dia tidak menyangka kalau bisa menjadi tunanganmu hanya di atas kertas,"
"Dia pun sering tersenyum menatap surat yang masuk kepadanya dan aku yakin kamu tau itu bukan? Karena dia adalah anak yang cukup bodoh sebenarnya dalam merahasiakan sesuatu," ucap laki-laki paruh baya yang duduk di samping tempat tidur putranya dan menatap putranya yang masih belum bangun
__ADS_1
"Aku tau dan aku sangat berterima kasih kepadanya karena selalu ada untuk aku,"
"Tanpa aku sadari aku juga mencintai dirinya, tapi aku juga takut untuk mengatakan kepadanya kalau aku sangat menyayangi dirinya dia akan meninggalkan aku, aku tidak ingin itu terjadi," ucap Asha dengan tawa yang getir sambil mengingat semua kenangan yang dia miliki saat bersama laki-laki di depannya
"Tenang saja, dia adalah laki-laki yang keras kepala pastinya, cepat atau lambat akan sadar," ucap sang laki-laki yang paruh baya itu sambil mengelus kepala Asha kemudian pergi meninggalkan Asha dan Ehan yang masih terbaring karena masih ada pekerjaan yang harus dikerjakan oleh laki-laki itu
Di sisi lain di kerajaan terlihat seorang laki-laki berkacamata yang sedang berpikir keras atau lebih tepatnya sedang melamun tanpa menyentuh tumpukan kertas yang berada di atas meja, tentu saja hal ini menyebabkan bawahannya merasakan sangat depresi memiliki atasan yang seperti ini.
"Yang mulia, jika anda terus memikirkan perempuan itu,"
"Maka pekerjaan kita tidak akan selesai," ucap laki, laki-laki yang berada tidak jauh duduk dari dirinya
Bawahannya yang melihat kelakuan atasannya yang seperti seorang penggemar yang telah kehilangan akal hanya bisa menghela nafas panjang pasrah, dan tatapan datar.
"Baiklah, kalau begitu bukankah kita harus bekerja kembali yang mulia,"
"Jangan memberikan beban kepada keluarganya, jika anda benar-benar mencintainya,"
"Dan juga aku tidak benar-benar yakin kalau dia akan memiliki perasaan kepadamu juga di kehidupan ini," ucap bawahannya dengan tatapan lelah ke arah atasannya
"Biarkan saja kalaupun memang tidak bisa mendapatkan hatinya, aku telah mengatakan bukan kalau aku yang akan mendapatkan perasaan cinta itu maka tidak masalah,"
__ADS_1
"Aku berarti tinggal memenuhi perjanjian dengan raja iblis jika dia benar-benar bisa bahagia," ucap Laki-laki itu dengan senyuman pahit
Beberapa hari kemudian, Asha di haruskan untuk melaporkan apa yang terjadi kepada kerajaan untuk bukti persidangan, dia tentu tidak bisa meninggalkan Ehan sendirian di mansion apalagi dia belum sadar dari tidurnya.
"Apakah tidak bisa kalau persidangannya dilakukan dengan jarak jauh atau kalau bisa di kamar ini di lakukan sidang?" ucap Asha dengan tatapan tajam ke arah pengantar pesan
"Nona Edelstein, tolong berikan kami kemudahan dalam menjalankan pekerjaan kami, karena kami memerlukan banyak bukti untuk memberikan sebuah hukuman yang berat kepada pelaku kejahatan," ucap pengantar pesan dengan tatapan memelas ke arah Asha yang sedang melakukan pekerjaannya
Tanpa banyak berbicara Asha menulis sebuah surat dan memberikan kepada pengantar surat itu, surat yang berisikan surat balasan untuk di undurnya kegiatan yang berhubungan dengan persidangan dan mengumpulkan semua bukti yang ada.
Posisinya saat ini adalah ingin menjaga orang yang dia cintai sampai laki-laki itu membuka matanya dan menemaninya selama hidupnya. Tapi sampai berbulan-bulan kemudian laki-laki itu belum juga kunjung membuka matanya, Asha hanya bisa menunggu dan menunggu hingga ayahnya sendiri datang ke mansion itu untuk memintanya hadir ke persidangan. Mau tidak mau suka tidak suka dia berangkat ke persidangan dengan titipan kepada para pelayan untuk selalu mengawasi Ehan pada saat dia bangun, Asha memiliki banyak pikiran setelah itu tapi mulai jarang bermimpi tentang masa lalunya yang begitu menyedihkan bahkan tragis bisa di bilang. Di depan kediaman keluarga Aelfraed sebelum Asha berangkat ke istana kerajaan.
"Sekali lagi aku ingatkan kepada kalian untuk menjaganya dengan baik sampai aku kembali ke mansion,"
"Aku akan kembali dalam dua jam," ucap Asha dengan tatapan khawatir yang kemudian di sentuhnya bahu Asha secara mendadak membuatnya menatap tajam sosok laki-laki yang ada di belakangnya
"Nona jika anda khawatir seperti ini, kita tidak akan bisa sampai ke kerajaan, mengikuti sidang dan pulang ke mansion dengan cepat,"
"Baiklah, kalau begitu kita segera berangkat,"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
__ADS_1