
Asha yang mendengarkan ucapan dari laki-laki terlihat tidak lagi muda itu, terdiam tidak bisa berucap tetapi itu digantikan dengan senyuman yang pahit dan tatapan sendu yang mengartikan kalau dia ingin menolak pertunangan yang dikatakan oleh laki-laki yang tidak muda itu.
"Aku telah menganggap Edel sebagai seorang sahabat, jadi aku tidak bisa menerima pertunangan yang anda katakan paman," ucap Asha dengan senyuman lembut tanpa berdosa
Edel tentu merasakan sakit tidak berdarah ketika melihat senyuman itu, dia cukup mengerti posisinya kali ini adalah mungkin kekalahan yang memberikan arti kepadanya untuk menyembunyikan perasaan itu, karena merasa sudah cukup untuk bersantai Edel beranjak dari kursinya.
"Tuan Edelstein, Asha dan Ayah aku izin untuk kembali ke kamarku karena ada pekerjaan yang masih harus aku kerjakan nanti," ucap Edel yang sambil memberikan hormat kemudian pergi meninggalkan ketiga orang yang masih menikmati teh di atas meja melingkar
Sang raja tentu mengerti kenapa putranya pergi meninggalkan pesta teh yang dia adakan setelah beberapa saat mendengarkan jawaban dari Asha, akan tetapi untuk Asha yang tidak mengetahui perasaan Edel dia pikir mungkin Edel adalah orang yang sibuk mengingat dia adalah orang yang akan bertanggung jawab kepada jutaan sampai puluhan juta jiwa di negeri ini.
Beberapa hari kemudian pesta untuk menyambut kembalinya keduanya telah tiba, Asha merasa dia akan mati sebentar lagi karena harus memakai korset yang terikat kencang sejak dia menggunakan gaun berlapis-lapis itu. Kereta Asha yang telah sampai di depan gerbang istana kerajaan telah di tunggu oleh wajah-wajah yang tidak asing untuknya.
"Ian, Edel, Ehan dan nona Bleistift kenapa kalian berdiri di depan pintu kereta saya?" tanya Asha dengan senyuman kaku dan tatapan kebingungan karena semua orang berkumpul seperti itu
Ehan dan Edel berlomba-lomba mengulurkan tangan kepada Asha yang akan turun dari kereta, tetapi dia malah turun dari keretanya tanpa bantuan siapapun. Sambil menyeret Ian yang terlihat dia juga sedang asik menyaksikan pertengkaran kedua orang yang saling mengulurkan tangan kepada Asha. Bagi Asha tidak penting siapa yang mengulurkan tangan untuk membantunya turun dan pergi bersamanya ke tengah aula pesta nanti, karena dia memang sejak dulu hanya ingin hidup dengan baik dan menikmati sesuatu yang di senangi bukan yang di haruskan seperti tradisi.
"Ian, dimana Grace?" tanya Asha yang menggenggam tangan Ian saat memasuki ruangan aula pesta, tentu ini membuat sebuah keributan karena kedua Duke masuk ke dalam ruangan layaknya pasangan
Asha sudah menduga kalau tatapan tajam dan tidak akan pernah lepas darinya itu akan terjadi, oleh karena itu dia membawa partner pesta supaya dia tidak dijadikan sebagai bahan gosip atau didatangi oleh laki-laki yang tidak punya adat dan sopan santun menurut Asha.
__ADS_1
"Grace, tidak akan datang ke sini karena yang diizinkan pulang hanya siswa-siswi yang berhasil mendapatkan peringkat teratas di angkatannya oleh karena itu dia tidak bisa pulang, ditambah lagi dia mengikuti kelas tambahan karena sakit pada saat ujian,"
"Dan juga hanya hari ini saja kami diizinkan pulang, besok sudah harus kembali ke akademi paling lambat sore hari,"
"Kamu tenang saja dia tidak sendiri karena Dain bilang dia tidak akan pergi ke pesta dia lebih memutuskan untuk menemani Grace yang tidak ingin sendirian di akademi," ucap Ian dengan tatapan suram mengingat tingkah Grace yang ingin ikut pulang dan menemui Asha
"Aku penasaran dengan sesuatu, Ian apa benar kamu memiliki perasaan kepada Grace?" tanya Asha dengan tatapan penasaran kepada laki-laki yang sedang menyeruput jus dari gelas wine
Mendengarkan pertanyaan dari Asha, Ian hanya diam sebentar dan menghela nafas dengan panjang kemudian menggeleng pelan.
"Kamu serius tidak memiliki perasaan kepadanya? Padahal kamu selalu saja menuruti keinginannya sejak masih kecil," ucap Asha dengan tatapan curiga ke arah laki-laki yang ada didepannya
"Asha, kenapa kamu berjalan dengan Ian? Apakah kamu suka dengannya hingga kamu menolak pertunangan yang di ajukan oleh keluargaku? Dan merobek kertas kontrak pertunangan kita?" ucap Ehan dengan tatapan cemburu dengan hujanan pertanyaan kepada Asha dan tanpa dia sadari juga dia telah membeberkan rahasia yang seharusnya dia sembunyikan dari Asha
Asha tentu tidak heran jika laki-laki di depannya saat ini sangat terang-terangan dengan perasaan yang dia miliki, karena dia telah pernah menyatakan perasaan yang dia miliki kepada Asha secara langsung tanpa banyak berpikir, walaupun hanya di tanggapi dengan sebuah pertanyaan oleh Asha yang memerlukan sebuah kepastian, tapi Asha juga jengkel dengan semua pertanyaan yang tiba-tiba membuat seperti seorang yang sedang berselingkuh.
"Memangnya apa masalahmu? Aku ingat aku hanya bertunangan dengan Caius, kenapa kamu yang mengatakan kontrak pertunangan kita? Walaupun memang itu kamu, kita juga saat ini tidak memiliki hubungan yang khusus bukan? Dan tidak sopan dan tidak beretika jika kamu menggandeng tanganku sebagai partner sedangkan nona Bleistift selalu lengket kepadamu,"
"Apakah ucapanku ada yang salah Ehan?" ucap Asha dengan tatapan dingin dan menepis tangan Ehan yang memegang pergelangan tangan Asha dengan erat hingga memiliki sebuah bekas yang mengartikan betapa cemburunya Ehan kepada laki-laki lain kepada Asha yang dekat dengan laki-laki lain
__ADS_1
Tidak ada jawaban yang bisa diberikan oleh Ehan ketika Asha berucap, dia sendiri tidak sadar kalau ternyata dia telah membeberkan rahasia yang harusnya dia ketahui.
"Aku tau memang sekarang kita tidak memiliki hubungan apapun, tetapi aku mencintaimu dan menunggu dirimu Asha,"
"Sejak kita masih kecil kamu selalu terlihat memasang sebuah tembok yang sulit untuk ditembus, seolah-olah kamu tidak ingin memiliki hubungan denganku, walaupun begitu masih mencintai dirimu," ucap Ehan dengan tatapan yang terlihat menyedihkan di mata Asha karena dia sendiri tidak bisa membalas perasaan dari Ehan
"Mencintai itu adalah hak dirimu bukan aku,"
"Jangan salahkan aku karena kamu mencintaiku, karena sejak awal aku tidak pernah meminta kepadamu untuk mencintai aku Ehan,"
"Jika kamu kesini hanya untuk berdebat denganku bukan menjelaskan,"
"Lupakan segalanya tentang hubungan kita yang pernah bersama, jika kamu menganggap aku menyakitkan," ucap Asha dengan dingin dan kesal dengan ucapan dari Ehan yang seolah-olah malah menyalahkan dirinya yang membuatnya jatuh cinta
Tiba-tiba di tengah pembicaraan itu nona Bleistift datang ke balkon untuk menempel kembali ke Ehan, Asha yang merasakan tidak ingin berada di posisi ketiga di antara mereka dengan cepat berjalan meninggalkan balkon.
"Aku kira kamu mengerti, ternyata kamu hanya orang yang obsesi,"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
__ADS_1