
Asha yang telah kembali ke rumahnya langsung merebahkan dirinya, dan memikirkan semua cerita yang diceritakan oleh Ehan. Dia tentu terbawa perasaan kepada Ehan karena selalu memberikan semua yang dia inginkan, tapi Asha tentu juga tidak bisa menerima Ehan karena dia tidak ingin mati lagi dengan orang yang sama dan karena masalah yang sama yaitu cinta.
Asha yang saat itu merebahkan diri di tempat tidur, tidak lama tertidur sampai dia tidak sadar kalau malam telah tiba dan suasana di dalam mansion itu sangat sepi.
"Ah, aku seharusnya tidak menyentuh kasur, sekarang aku tidak bisa tidur lagi dan besok," Gumam Asha yang melihat sekitarnya telah menjadi gelap
Bagi Asha saat ini tidak banyak yang bisa dia lakukan, selain berada di dalam kamar atau kabur dari ruangan itu lewat balkon untuk jalan-jalan di malam hari. Dengan perasaan bosan yang menyelimuti dirinya, Asha memutuskan untuk diam-diam keluar melalui balkon dan berjalan-jalan di taman tanpa di ketahui oleh para pelayan ataupun para penjaga.
Asha sendiri juga tidak terlalu khawatir dengan keadaannya karena dia mampu melindungi dirinya sendiri, di taman yang sepi anehnya dia mendengarkan suara seorang perempuan bernyanyi karena penasaran dia berjalan ke arah suara sampai ke sebuah tempat yaitu sungai.
Di sungai tersebut terlihat sosok seorang perempuan yang tidak asing untuk dirinya lihat, Asha langsung memiliki firasat yang buruk mengenai sosok perempuan yang di depannya saat ini.
Dengan cepat Asha berbalik dan pergi dari sana tapi anehnya sosok perempuan itu tiba-tiba berada di depannya yang membuat Asha merasakan kalau dia harus benar-benar bertarung saat ini.
"Asha Edelstein, kamu kenapa terlihat begitu cemas dan terburu-buru? Bukankah kita adalah teman? Dan seharusnya kamu menyambutku dengan teh karena aku sulit-sulit mengunjungi dirimu di saat seperti ini," ucap sosok perempuan yang berjalan ke arah Asha semakin dekat
__ADS_1
Asha yang melihat ada yang aneh dan berjalan mundur mengikuti instingnya sambil memegang sebuah belati yang dia sembunyikan dibawah gaunnya, diserangnya sosok di depannya, tapi walaupun berhasil ditusuk sosok itu tiba-tiba berubah menjadi asap dan berpindah tempat. Situasi ini yang membuat Asha merasakan gawatnya dirinya saat ini, tidak bisa dikalahkan.
"Nona Bleistift, apakah aku pernah membuat dirimu dalam masalah? Kenapa anda selalu membuat saya berada di posisi pelaku?"
"Kenapa anda melakukannya kepada saya?" tanya Asha dengan hujanan pertanyaan kepada orang ada di depannya karena dia ingat dengan jelas tidak pernah membuat orang di depannya dalam masalah malahan dirinya sering membantu nona Bleistift secara diam-diam
"Apakah orang seperti dirimu harus memiliki jawaban yang sangat jelas terlihat?"
"Kamu pura-pura tidak tau atau sebenarnya kamu tau?"
"Kalau kamulah orang yang menghancurkan hidupku dan merebut segalanya dariku, serta tentu saja dalam sebuah kisah harus ada yang menjadi penjahat dan seorang malaikat yang baik hati,"
Asha yang mendengarkan ucapan dari Nona Bleistift langsung dengan cepat menggunakan sihir apinya untuk membuat sebuah kembang api dengan bentuk lambang keluarganya, supaya semua orang di dalam mansion bisa menemukan dia dan membuat perempuan yang gila ini pergi, tetapi malah Asha yang dengsn mudah ditangkap dan dibawa oleh nona Bleistift secara paksa entah kemana, di detik-detik terakhir Asha hampir dimasukkan ke portal dia meninggalkan sebuah cincin dan berharap semua orang bisa tau siapa pelaku dan dengan cepat menemukan sosok perempuan itu.
Sejak awal Asha telah merekam semuanya di dalam cincin itu supaya kalau dia berada dalam situasi darurat dia bisa meninggalkan bukti yang kuat untuk mencari pelaku, di tambah lagi dia menanamkan alat pelacak di dalam tubuhnya sejak kejadian yang menimpa dirinya di timur tengah secara diam-diam dan yang mengetahui tentang alat pelacak nya hanyalah orang-orang yang bekerja dibawahnya serta keluarganya.
__ADS_1
Alat itu dibuat menggunakan idenya yang berasal dari dunia modern jadi tentu tidak akan banyak orang yang akan curiga dengan keberadaan alat pelacak itu.
Asha dengan lancar menghilang begitu sempurna setelah para pelayannya dan pengawalnya sampai di lokasi itu, dengan cepat ditemukan cincin itu dan dilaporkan kalau Asha diculik secara besar-besaran menjadi berita terpanik yang mereka semua dapatkan. Hal ini juga yang menyebabkan pihak istana dan keluarga Duke Aelfraed yang menempatkan pengawalnya untuk menjaga Asha secara diam-diam mengetahui informasi tersebut, dengan cepat keduanya mengerahkan pasukan yang besar hanya untuk mencari seorang gadis yang hilang.
Harapan dari kedua laki-laki itu sama yaitu keselamatan dari gadis yang dia cintai supaya kejadian kehilangan kedua kalinya tidak terjadi dan penyesalan tidak akan terjadi juga, menurut Ehan jika bisa dia kali ini akan mengorbankan nyawanya sendiri untuk kebahagiaan Asha karena Asha juga pernah melakukan itu untuk dirinya, tapi dia malah dengan mudahnya berpaling.
Disisi lain Asha pada saat sampai di buat pingsan oleh nona Bleistift dan pada saat dia terbangun dari pingsannya terlihat saat ini dia sedang berada di sebuah penjara bawah mungkin, karena tempatnya yang kotor lembab dan juga indentik dengan jeruji besi yang menghalangi jalan keluar. Ditangan dan kakinya terikat dengan rantai yang membuatnya tidak bisa banyak bergerak apalagi berbuat macam-macam kepada orang yang mengurungnya, Asha sadar kalau Kematiannya sepertinya tidak akan dapat dihindari jika ini yang terjadi.
Di depan jeruji milik Asha ada juga beberapa anak yang memiliki tatapan kosong, yang berarti sama kejadiannya dengan yang dia alami saat berada di timur tengah. Miris rasanya Asha dengan keadaan saat ini dia miliki, karena tidak bisa menolong anak-anak itu.
"Andaikan aku memiliki kemampuan lebih selain berpedang, maka aku pasti akan berjuang dengan baik untuk menyelamatkan mereka tapi sayangnya aku sendiri juga terjebak di balik jeruji ini jadi tidak ada yang bisa aku lakukan selain menunggu bantuan dari luar dengan kemampuan yang saat ini dia miliki, sebelum itu terdengar suara sepatu yang berjalan ke arahnya membuat dirinya menjadi waspada terhadap situasinya saat ini, sampai sesosok perempuan berdiri dengan bangga dan tatapan merendahkan dirinya di depannya.
"Asha, akhirnya kamu bangun,"
"Akhirnya aku bisa memberikan hadiah sambutan kepada dirimu yang datang ke mansion atau penjara milikku,"
__ADS_1
"Ini bukan kediaman Baron jadi akan sangat sulit bagi mereka untuk menyelamatkan dirimu jadi saat ini lebih baik kamu nikmati penderitaan ini,"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée