
Tatapan khawatir dari orang-orang sekitar yang berjuang bersama sambil bertarung dengan para monster yang masih ada di sana dan juga orang yang mencintai dirinya membuat mereka merasa tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan jika Asha benar-benar berhasil mengorbankan nyawanya untuk mereka, sampai titik terakhir mereka akan bertarung terhormat seperti Asha lakukan walaupun tidak pasti di dalam sana apakah Asha masih hidup atau tidak.
Doa demi doa di panjatkan oleh Ehan yang sangat khawatir disertai keringat dingin dengan keadaan sosok perempuan yang baru saja tertelan oleh seekor monster yang telah mengetahui trik yang digunakkan oleh Asha saat membunuh kedua monster sebelumnya.
Dua dari monster itu berhasil dikalahkan tanpa perlu waktu yang lama, tetapi untuk seekor monster yang menelan Asha, mereka terus menghindar tanpa melawannya monster yang terakhir karena tidak tau bagaimana nantinya nasib Asha yang berada di dalam sana jika dia masih hidup maka pada saat dibunuh kemungkinan dia bisa ikut tertusuk itulah yang dia khawatirkan.
Tidak lama kemudian tanpa sebab monster itu tumbang dengan anehnya, semua orang yang berada di sana melihat kejadian itu kebingungan dengan apa yang terjadi di depan mereka semua. Setelah tumbang terlihat dari mulut monster yang bergerak itu ada sesosok perempuan dengan rambut yang berantakan di sertai basah kuyup seperti kehujanan, tapi itu adalah air liur monster yang menelan Asha.
Asha yang keluar dari tempat itu merasakan kalau dia akan mati karena sang monster sangat bau, kalau bukan karena sihirnya dia juga tidak akan bisa bertahan disana lama-lama. Beberapa detik setelah dia keluar dan menjadi tontonan para knight yang berada di sana, Asha pingsan di duga kelelahan dan kali ini Ehan yang menggantikan dirinya untuk merawat sosok gadis itu dan waktu persidangan diundur karena korban tidak sadarkan diri setelah menyelamatkan ribuan nyawa di gedung.
Asha dibawa oleh Ehan ke mansion Aelfraed milik keluarganya yang otomatis membuat Grace yang ingin mengunjungi Asha merasa enggan karena bagaimanapun dia belum berdamai dengan laki-laki yang mengakui kesalahannya karena tidak membela Asha yang tidak bersalah, walaupun Grace belum berdamai dia terkejut kalau dia langsung mendapatkan surat dari keluarga Duke Aelfraed untuk mengunjungi Asha sekali-kali sekalipun dirinya tidak bisa dimaafkan.
Surat yang sampai di mansion karena dia mengambil izin kepada akademi untuk beristirahat atas inseden yang terjadi, membuat dirinya merasa terlihat seperti anak-anak karena belum bisa berdamai dengan laki-laki yang terlihat tidak memikirkan masalah itu. Ketulusan yang dikirimkan melalui sebuah surat membuat Grace mengirim surat balasan dan surat untuk mengabari kedua calon pewaris Duke lainnya untuk ikut dengannya menjenguk keadaan Asha yang berada di kediaman Duke Aelfraed.
Di dalam mansion keluarga Duke Aelfraed, terlihat seorang laki-laki yang masih duduk di kursi roda mengerjakan semua dokumen yang ada atas mejanya, di dekat seorang gadis yang telah terbaring tiga hari belum sadarkan diri semenjak pingsan karena kelelahan melawan seekor monster dengan cara ekstrim. Tidak banyak luka yang di alami gadis itu membuat laki-laki sedang bekerja itu merasa lega, karena keadaannya yang baik-baik saja.
"Tuan, ini sudah semua informasi yang saya kumpulkan untuk anda periksa selama anda tidak bangun,"
__ADS_1
"Tuan Duke mengatakan pekerjaan anda tetap ada walaupun anda baru bangun karena itu adalah tugas seorang pemimpin keluarga selanjutnya yang harus di latih sejak dini dalam berbagai kondisi," ucap asistennya sambil menumpukkan semua jenis kertas, gulungan yang dibawanya
Terlihat dirinya yang tidak bangun selama berbulan-bulan malah mendapatkan pekerjaan seperti pekerjaan setahun harus di kerjakan, hanya senyuman pahit yang bisa dia berikan karena tidak bisa protes kepada orang tuanya.
Keluarga Duke Edelstein yang sering mengunjungi mansion keluarga Aelfraed karena putrinya yang masih pingsan atas kejadian lalu, memberikan kepercayaan penuh kepada Ehan untuk merawatnya yang membuatnya otomatis diakui sebagai seorang laki-laki yang pantas untuk sosok gadis yang ingin dia lindungi.
Sifatnya yang mirip dengan Asha untuk tidak selalu keluar dari ruangan kalau tidak ada hal yang penting membuat laki-laki itu sering di marahi juga karena fokus kepada kertasnya tanpa fokus kepada pemulihan berjalan dirinya. Sering kali nama Asha di sindir oleh asistennya membuat dirinya ingin menuruti keinginan itu pada akhirnya walaupun terpaksa.
"Tuan keluarga duke lainnya telah datang ke mansion," ucap kepala pelayan itu dengan senyuman
Ehan tersenyum kecil ketika mendengarkan berita tentang semua teman-temannya datang walaupun hanya ingin menemui Asha saja, karena banyak juga kenangan berharga yang mereka berlima habiskan bersama, tapi karena sebagian masalah telah selesai. Ehan memutuskan untuk meluruskan kesalahpahaman ini demi Asha yang sangat dia cintai.
"Asha, cepat sadar ya,"
"Karena aku sangat-sangat merindukanmu," ucap Ehan yang mengecup pelan kening perempuan yang tertidur dengan tenang kemudian meninggalkan dirinya di dalam ruangan itu sendirian untuk sementara
Ehan keluar dari ruangan dan pergi menuju ruangan yang biasanya mereka berkumpul sebelum keadaan buruk terjadi seperti pertengkaran masalah pembelaan kepada salah satu dari kedua perempuan yang dia harus terpaksa lakukan.
__ADS_1
Dibukanya pintu itu tanpa ketukan karena itu adalah rumahnya sendiri jadi menurutnya dia tidak perlu melakukannya, terlihat tiga sosok wajah yang tidak asing untuk dirinya dengan tatapan yang begitu dingin membuatnya paham dengan situasi saat ini, kalau dirinya saat ini sedang dimusuhi atau belum diterima kembali oleh mereka.
"Selamat datang aku ucapkan ke mansion Aelfraed, sudah lama kita semua tidak berkumpul di tempat ini," ucap Ehan dengan senyuman yang seberusaha mungkin terlihat ramah kepada ketiga orang yang ada di depannya
"Tidak perlu berbasa-basi seperti ini, karena aku juga tau kalau aku sedang berada di mansion milikmu,"
"Aku yakin kamu mengizinkan aku bertemu bukan karena masalah aku ingin menemui Asha saja karena dia sedang dalam kondisi yang tidak baik,"
"Kamu pastinya juga ingin membicarakan sesuatu dengan kami bertiga bukan?" ucap Grace dengan tatapan kesal dan benci ke arah Ehan
Ehan tidak heran lagi dengan sikap Grace saat ini karena dirinya sudah paham kalau tidak ada yang namanya negosiasi yang suka berbasa-basi atau membuang-buang waktu, kalau yang ingin dibahasnya adalah hal penting untuk orang itu.
"Baiklah kalau begitu aku akan mengatakan intinya langsung,"
"Maafkan atas semua perbuatan yang pernah aku lakukan,"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
__ADS_1