
Setelah Asha merasa sudah cukup lama berada di dapur untuk berbincang-bincang, Asha mengambil minuman yang bisa meredakan mabuk untuk Ehan dan ayahnya. Kemudian Asha memutuskan untuk kembali kembali ke ruangannya melihat keadaan orang-orang yang berada di ruangan itu. Terlihat Ehan dan ayahnya telah terkapar di atas meja dengan botol-botol minuman beralkohol di sana, ibunya terlihat juga sibuk sendirian membaca sebuah buku tanpa peduli dengan kondisi yang terjadi kepada sosok tersebut.
Asha sudah membayangkan hal ini akan terjadi tapi tetap saja rasanya terlalu berlebihan jika sampai banyak botol yang berada di atas meja, Asha meminta tolong ibunya untuk memindahkan ayahnya dan dia memindahkan Ehan, walaupun tidak terlalu kuat dia menggendong Ehan karena perbedaan berat badan dan tinggi badan. Terlihat sekali dari luar pintu ada seorang pengawal yang sedang berjaga di ruangan itu tetapi tidak melihat atasannya yang sedang berusaha dibopong oleh Asha ke kamarnya, entah lihat atau tidak yang pasti hanya satu kalau laki-laki itu menjaga di depan ruangan itu.
Asha merasa kesal dengan pengawal yang menjaga di depan pintu ruangan itu karena tidak melihat situasinya yang sedang menggendong Ehan dengan usaha. Saat Asha berjalan dia hanya bisa menggerakkan kakinya satu centimeter demi satu centimeter, hanya untuk membawa sosok laki-laki yang sudah sangat mabuk berat.
"KAMU YANG ADA DI LUAR TIDAK PUNYA MATA YA MELIHAT SEORANG LADY MEMBAWA SEORANG LAKI-LAKI DENGAN MENYERET KAMU TIDAK MEMBANTUNYA," teriak Asha dengan lantang dan tatapan kesal karena sudah tidak tahan lagi harus menyeret Ehan yang beratnya melebihi pedang yang di pegang olehnya untuk menebas musuh, teriakan Asha tidak disangka mampu membuat pengawal itu merasa di salahkan dan membantu Asha dengan cepat sebelum Asha mengeluarkan pedangnya dari ruang penyimpanan sihir miliknya
Asha langsung menyerahkan Ehan kepada pengawal itu karena merasa tidak akan sampai ke kamar sosok laki-laki itu kalau dia yang membawanya, tidak lama setelah Ehan selesai di antar ke ruangan seorang pelayan datang ke ruangannya untuk beristirahat. Asha dan ibunya di panggil oleh seorang pelayan untuk ke ruang makan karena Duke Aelfraed ingin menjamu tamunya, Asha dan ibunya langsung pergi ke ruangan makan dipandu oleh seorang pelayan.
Dibukanya pintu besar itu, hingga di sana terlihat seorang laki-laki yang duduk di kursi meja panjang dengan seorang koki yang sedang berbincang, Asha dan ibunya memberikan hormat kepada laki-laki yang duduk di kursi itu karena dia adalah seorang Duke.
"Bukankah anda adalah orang yang membantuku memasak di dapur? Kenapa anda ada disini?" tanya koki itu dengan tatapan terkejut melihat Asha masuk ke dalam ruang makan dengan ibunya
__ADS_1
"Apa yang kamu katakan Hans? perempuan yang muda itu adalah putri dari keluarga Duke Edelstein dan yang disebelahnya adalah ibu dari putri ini atau istri dari keluarga Duke Edelstein,"
"Kenapa jadinya dia bisa berada di dapur dan memasak?" ucap sang Duke Aelfraed dengan tatapan kebingungan menatap kokinya yang ada di sebelahnya
Asha tentu juga merasa bersalah karena tidak mengucapkan identitas yang dia miliki, dan terlihat koki itu saat ini gemetaran sebab tatapan tajam dari sang Duke Aelfraed yang menginginkan penjelasan dari bawahannya yang melakukan kesalahan.
"Itu bukan salahnya Duke, karena itu adalah salahku yang tidak memberi tau tentang identitasku,"
"Aku sendiri juga sudah lama tidak pergi ke dapur rasanya sangat nostalgia karena bisa di ajak memasak makanan bersama dan apalagi bisa di hidangkan ke meja ini, jadi tuan Duke Aelfraed jangan berikan koki anda hukuman karena dia bekerja sangat keras dan melakukan yang terbaik untuk anda,"
"Berikan dia apresiasi bukankah itu adalah hal yang seharusnya dilakukan oleh bangsawan seperti kita," ucap Asha dengan senyuman dan tatapan percaya diri ke arah Duke Aelfraed yang padahal menginginkan penjelasan dari bawahannya yang melakukan kesalahan tapi malah mendapatkan pembelaan
Tuan Duke Aelfraed terdiam sejenak untuk berpikir keputusan seperti apa yang tepat harus dia ambil saat ini, untuk kesalahan yang dilakukan oleh bawahannya yang lalai dia awasi. Beberapa menit kemudian malah terdengar helaan nafas dari Duke Aelfraed yang seperti sudah selesai berpikir atau mengambil keputusan.
__ADS_1
"Apakah yang diucapkan oleh nona Edelstein benar? Kamu harus jujur meskipun ada yang sedang membela dirimu Hans,"
"Karena itu adalah tugas seorang bawahan yang diberikan kepercayaan," ucap sang Duke Aelfraed dengan tatapan tajam ke arah bawahannya
Dengan terbata-bata dan tatapan yang penuh kepercayaan dari sang koki setelah mendengarkan ucapan dari Duke Aelfraed, dia mengatakan semua yang terjadi walaupun dia sendiri takut dengan Duke yang mungkin akan kecewa dan menghukum dirinya kalau dirinya membuat sebuah kesalahan, tapi karena prinsip yang ada di dalam keluarga Duke Aelfraed ditanamkan di setiap orang yang tinggal dan bekerja untuknya. Tidak seorangpun pelayanannya yang tidak setia ataupun mengecewakan dirinya bahkan jika memang mereka mengecewakan atasannya mereka akan memiliki perasaan yang tidak nyaman dan mengatakan kesalahan mereka sejujur-jujurnya kepada Duke.
Asha merasa mempelajari sesuatu yang baru ketika melihat cara mendisiplinkan atau memberikan ruang penjelasan oleh Duke Aelfraed kepada bawahannya, karena hanya ada selembar kertas saja yang membuat bawahan keluarganya setia kepada atasan karena keluarganya adalah keluarga yang mengatur perdagangan. Setelah beberapa menit kemudian setelah koki itu mengatakan semua kronologi ceritanya, Duke memberikan hadiah liburan kepada koki untuk beristirahat, tapi anehnya dia malah mengatakan tidak perlu karena masih ingin melayani keluarga Duke Aelfraed. Karena sang koki yang terus memohon kepada Duke Aelfraed, sang Duke tidak enak tidak mempersilahkan Asha dan ibunya duduk memberikan isyarat untuk langsung duduk saja karena dia ingin mengurus kokinya yang memiliki perasaan bersalah selalu kepadanya apabila diberikan liburan.
Asha yang diizinkan duduk langsung mulai makan sendiri karena dia berpikir dia akan mati kelaparan kalau drama di depannya masih terus berjalan, Asha ditatap tajam oleh ibunya karena tidak sopan kepada seorang Duke tapi karena Asha adalah orang yang sangat cuek kepada sekitarnya ketika fokus sesuatu. Maka telepati dari tatapan ibunya sama sekali tidak berfungsi kepadanya.
"Asha, terima kasih karena kamu telah menjaga dan menunggu putraku hingga dia sadar dan aku juga berterima kasih kepada Duke Edelstein dan duchess Edelstein karena telah datang ke mansion kami untuk meramaikan,"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
__ADS_1