
Asha yang mendengarkan setiap ucapan pujian dari Duke Aelfraed, entah kenapa merasakan kalau ada beberapa kata-katanya yang tidak sesuai dengan keadaan yang terjadi contohnya dengan keluarganya yang datang ke mansion ini. Bagi dia keluarganya datang ke sini bukan ingin menjenguk keadaan putrinya yang berhasil selamat dari mulut monster tetapi melihat calon menantu mereka yang telah sadar dari tidur berbulan-bulan.
Asha hanya mengangguk dan tersenyum ketika menjawab atau menyimak pembicaraan kedua orang tua di depannya karena dia tidak ingin di anggap tidak sopan oleh orang tua di depannya karena berani menjawab tidak, pembicaraan di ruang makan itu terjadi sampai berjam-jam dan setelah selesai ibunya dan ayahnya yang masih belum sadarkan diri dari minum-minum memutuskan untuk langsung pulang ke mansion dengan alasan mereka masih banyak pekerjaan di mansion utama keluarga Edelstein, tapi kedua orang tuanya malah meninggalkan putrinya sendirian di mansion keluarga Edelstein itu tanpa mengajaknya pulang ke mansion.
"Entah kenapa aku merasa di jual oleh keluargaku sendiri ke keluarga Aelfraed, karena sejak aku sadar aku bukannya di ajak pulang malah di tinggal di sini seperti telah bertunangan dengan Ehan," gumam Asha yang menatap langit-langit kamar yang ditempatinya dengan tatapan suram tidak lama dari itu Asha tertidur
Keesokan harinya telah tiba kembali, sebuah surat yang datang langsung dari kerajaan dengan cap sang raja langsung, surat yang membuatnya tidak bisa menolak ataupun membuat alasan tidak bisa hadir atas keinginan raja yang telah menggunakan cap secara langsung di dalam surat yang di kirim itu. Asha kemudian langsung menyiapkan dirinya dan pergi mencari keberadaan Duke Aelfraed yang merupakan pemilik mansion keluarga karena dia adalah tamu maka dia harus izin jika ingin keluar dari mansion.
Setelah bertemu dan selesai meminta izin kepada kepala keluarga Aelfraed walaupun menghabiskan waktu yang lama di dalam ruangan kepala keluarga Aelfraed itu. Asha langsung berangkat tanpa mengabari Ehan yang tidak terlihat dimanapun, tapi Asha menduganya dia masih tidur jadinya dia sama sekali tidak menemuinya sama sekali ataupun meninggalkan pesan kepadanya. Asha memutuskan pergi dengan teleportasi walaupun harganya memang mahal setara dengan gaji para pelayan mansion keluarganya tiga bulan, karena akan sangat bahaya bagi dirinya yang belum pernah lagi memegang pedang sejak bangun dari pingsan sebab seekor monster yang menelan dirinya.
Sesampainya di sana Asha merasa tidak selesai-selesainya dia tajuk dengan bangunan besar yang besarnya melebihi mansion milik keluarganya, di depan sana telah ada dua orang pelayan yang menunggunya. Sekilas memang terlihat seperti para pelayan biasanya tetapi untuk Asha yang telah lama bisa melihat karakter orang kedua pelayan di depannya adalah pelayan yang memiliki kemampuan bertarung dan pendidikan yang setara dengan bangsawan jadi tidak bisa untuk dirinya menyinggung ataupun tidak layak disambut oleh para pelayan yang begitu berbakat.
__ADS_1
Orang lain yang tidak memiliki ilmu seperti ini mungkin akan tersinggung karena yang menjemput mereka dari depan gerbang hanyalah seorang pelayan sedangkan dirinya adalah seorang bangsawan, tapi berbanding jauh dengan para bangsawan yang memiliki ilmu seperti Asha dia malah memberikan hormat kepada kedua orang pelayan yang terlihat umurnya sama tuanya dengan kedua orang tuanya dan mungkin lebih tua dari orang tuanya sendiri.
"Nona Edelstein, tidak perlu memberikan hormat sama sekali kepada kami berdua karena kami berdua hanya seorang pelayan tua yang sudah lama bekerja dengan keluarga kerajaan ini,"
"Kami hanyalah orang tua saja, bukan seorang bangsawan ataupun orang penting yang pantas mendapatkan penghormatan di kerajaan ini," ucap salah seorang orang tua yang akan membimbing dirinya menuju ke ruangan raja saat ini, Asha menjawab dengan senyuman yang memberikan isyarat dia tau tentang kedua orang didepannya tidak semudah itu bisa menyambut dirinya
Melihat Asha yang tersenyum keduanya merasakan kalau Asha adalah orang yang tidak heran disenangi oleh banyak orang di sekitarnya. Dengan cepat kedua orang itu langsung menunjukkan arah kepada Asha dimana lokasi sang raja saat ini. Sebagai seorang bangsawan yang dibimbing oleh para pelayan tidak jelas identitasnya di mata para bangsawan yang berlalu-lalang tentu akan menjadi bahan cemoohan, tetapi orang seperti Asha hanya memutuskan untuk diam saja tanpa melawan ucapan mereka ataupun mengatakan kebenaran tentang orang-orang yang merupakan para pelayan yang berbakat pada kenyataannya.
"Nona Asha Edelstein, tidak perlu langsung memberikan hormat kepadaku karena kamu masih berada di luar ruangan dan silahkan masuk karena aku ada beberapa hal ingin disampaikan," ucap sang raja dengan tatapan tajam dan suara dingin membuat Asha langsung masuk ke dalam ruangan itu setelah anggukan pelan
Setelah sampai di dalam ruangan Asha langsung di persilahkan untuk duduk dulu yang artinya pembicaraan mereka akan sangat panjang di dalam ruangan itu, Asha tentu hanya menjawab dengan anggukan pelan kepada sosok didepannya. Setelah dia dan sosok raja itu duduk, sang raja tidak langsung masuk ke dalam topik pembicaraan tetapi dia malah dengan santai menyeduh teh dan diberikan kepada Asha.
__ADS_1
Asha hanya bisa diam dan tersenyum karena takut kalau dia malah berbicara yang aneh-aneh kepada sosok laki-laki tua yang berada di depannya, Asha yang diam seperti patung itu tiba-tiba di ajak berbicara oleh laki-laki tua di depannya.
"Nona Edelstein Asha," panggil sang raja membuat Asha menjawab dengan begitu formal seperti tentara yang sedang dipanggil oleh atasannya, yang tidak lama kemudian tawa dari sang raja pecah karena melihat tingkah Asha yang lucu karena tegang
"Tidak perlu begitu tegang karena pembicaraan kita adalah pembicaraan biasa dan mungkin ada beberapa hal penting yang akan aku bicarakan tapi tidak perlu terlalu tegang,"
"Karena aku telah menganggap dirimu seperti putriku sendiri," ucap sang raja dengan tawa membuat Asha semakin tidak bisa merasa tenang kalau dia sampai bersikap terlalu santai nyawanya akan hilang itulah yang masih ada di dalam pikirannya
"Nona Edelstein Asha, apa pendapatmu tentang kejadian yang baru-baru ini terjadi? Misalnya para monster yang tiba-tiba muncul di depan pintu istana ini,"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
__ADS_1