Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée

Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée
Bab 55 Calon menantu


__ADS_3

Asha menatap datar sosok perempuan yang sudah tidak lagi terlihat muda itu dengan tatapan dingin dan tajam, karena merasa tersinggung dirinya dibicarakan buruk di depan laki-laki yang saat ini menjalin hubungan dengan dirinya. Walaupun Asha berkomentar seperti itu ibunya hanya semakin pura-pura tidak mendengarkan dirinya yang sedang berbicara, malah saat ini ibunya sangat asik berbicara dengan Ehan seperti anak dan ibu.


"Sepertinya posisiku adalah anak tiri atau anak pungut yang di pungut dari luar kerajaan,"


"Mana ada orang tua yang tidak khawatir dengan anaknya yang bertarung demi banyak nyawa tapi saat ini sepertinya sudah terlihat dengan jelas kalau memang aku anak pungut," gumam Asha dengan sedikit lantang supaya di dengar oleh ibunya tapi tetap saja tidak ada reaksi dari sang ibu yang sangat asik menghujani pertanyaan kepada Ehan hingga akhirnya sampai seorang laki-laki yang usianya tidak jauh berbeda dengan perempuan yang tidak lagi muda itu mendobrak pintu ruangan itu


Asha hanya bisa menghela nafas panjang dan menatap suram melihat kelakuan yang memalukan dari laki-laki yang tidak lagi muda dengan pangkat yang tinggi itu masuk ke dalam ruangan dengan begitu gampangnya, tanpa mengetuk pintu ataupun permisi dianggapnya pintu itu seperti pintu ruangan mansion miliknya sendiri dan mungkin mansion itu dianggapnya sebagai rumahnya sendiri tanpa peduli itu rusak atau hancur. Bagi Asha kadang keluarga hangat dan harmonis ini sangat mengerikan walaupun bukan keluarga yang berantakan yang suka membuat ulah dengan kekerasan di mansion orang lain, Asha sangat heran kenapa rumor tentang keluarganya hanya berisikan tentang keluarga harmonis dan bahagia tidak ada isinya tentang seorang Duke yang membuat kekacauan di mansion orang lain.


Tapi hal yang seperti itu tidak di publikasikan adalah hal yang sangat mudah diketahui alasannya oleh Asha karena keluarganya adalah wajah dari dari kerajaan, jika saja hal seperti ini menyebar ke dunia luar mungkin saja mereka tidak akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat yang ada di kerajaan.


"Ehan Aelfraed berani sekali kamu berduaan dengan putriku di kamar ini,"


"Apakah kamu tau kalau kamu belum menikah dengan putriku? Apakah kamu bisa tidak membuat sebuah rumor yang membuat orang-orang di luar sana mengira kalian melakukan hal yang buruk di dalam ruangan berduaan?"

__ADS_1


"Kamu pikir kamu pantas menjadi calon pewaris keluarga Duke Aelfraed karena masalah tentang berita buruk putriku?" ucap laki-laki yang terlihat tidak muda lagi dengan tatapan tajam dan aura membunuh sambil berjalan ke arah Ehan dengan cepat


Asha hanya bisa pasrah kepada sosok ayahnya yang satu ini, orang tua yang bersikap selalu memanjakan putrinya karena hanya ada satu-satunya anak di keluarga itu.


"Sayang, kamu sudah berani ingin memukul calon menantuku? Apakah kamu tidak tau kalau calon menantuku ini sedang berada di dalam masa pemulihan?" ucap sang ibu dengan tatapan dan senyuman tajam menusuk ke arah laki-laki yang telah menarik kerah baju Ehan dengan tenang


"Kamu bilang apa sayang? Calon menantu? Aku bahkan belum setuju sama sekali dia menikah dengan putriku satu-satunya karena aku sangat ingin menjadikan dia sebagai calon pewaris keluarga Edelstein yang bisa memimpin wilayah bukan menjadi istri dari laki-laki yang tidak jelas ini," ucap laki-laki itu dengan tatapan tidak senang ke arah Ehan


Bermenit-menit keduanya berdebat dengan kata-kata kasih sayang membuat Asha sangat suntuk dengan situasi yang berada di depannya, tapi tiba-tiba Ehan yang mulai berbicara kepada ayahnya untuk mendapatkan keyakinan kalau dia adalah orang yang layak untuk berada di sisi Asha. Hal ini membuat Asha semakin merasa tertekan karena keduanya malah beradu minum alkohol atau minum wine untuk membuktikan kelayakan seberapa kuat keduanya minum.


Pelayan dipanggil untuk membawa minum-minuman yang memiliki kandungan alkohol itu, Asha merasa lelah dengan keadaan ini memutuskan untuk keluar dari ruangan itu sesaat sampai saat keduanya telah tepar karena mabuk berat, Asha meninggalkan ibunya juga berada di dalam ruangan itu untuk memantau keadaan ayahnya yang mungkin akan membuat kekacauan mengingat caranya yang membuka pintu mansion ruangan orang dengan seenaknya seperti dirumahnya sendiri.


Karena merasakan kedua orang itu mungkin akan sakit kepala karena mabuk, Asha memutuskan untuk berjalan-jalan ke arah dapur karena dia juga tidak harus berbuat apa setelah keluar dari kamar yang merupakan ruangannya dijadikan tempat untuk menguji kelayakan bertahan sebagai calon menantu. Terlihat saat Asha berjalan banyak para pelayan yang sangat sibuk berlalu-lalang untuk mengerjakan pekerjaan yang telah ditugaskan kepada mereka masing-masing.

__ADS_1


Sampai Asha berjalan akhirnya berada di sebuah pintu besar menuju ke ruangan dapur, dapur yang sangat besar dengan terlihat teriak-teriakan para pegawainya untuk saling menolong di setiap bagian. Tempat ini menurut Asha seharusnya bukan tempat tersibuk karena mereka hanya memasak sarapan, makan siang dan makan malam ditambah dengan cemilan. Tapi saat ini terlihat mereka semua sedang sangat sibuk memasak yang tidak mendekati semua jadwal itu.


Semua orang yang ada di sekitarnya tidak sadar kalau dia adalah putri dari keluarga Duke yang sedang mencari makanan atau minuman yang bisa meredakan mabuk atau sakit kepala, malah dia yang disuruh untuk memotong semua sayuran di sana. Karena di kehidupan sebelumnya dia belajar memasak sendiri tanpa adanya pelayan jadinya dia sangat ahli dalam memasak apalagi hanya memotong sayuran. Asha sampai lupa dengan tujuan awalnya datang ke dapur karena dia sangat menikmati memasak makanan yang ada di sana, dia bahkan sampai membuat sebuah masakan yang ada di kehidupannya sebelumnya.


"Bagaimana kalau kita hidangkan makan siang nanti dengan masakan buatan mu? Karena ini akan membuat Duke dan tamunya merasa senang dengan masakan seenak ini,"


"Tentu saja aku akan mengatakan kalau kamulah orang yang membuatnya hingga nantinya kamu tidak perlu lagi ikut dengan pelayan lain bersih-bersih, dan fokus menjadi koki di dapur keluarga Duke ini,"


"Bagaimana apakah kamu tertarik nona?" tanya seorang laki-laki yang diyakini sebagai seorang kepala koki di dapur yang dia tempati itu hanya di jawab dengan senyuman kaku oleh Asha dan membuatnya berbicara kaku


"Entahlah, aku tidak yakin bisa dikerjakan di dapur ini tapi suatu kehormatan untukku bisa memasak di dapur ini,"


Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée

__ADS_1


__ADS_2