Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée

Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée
Bab 50 Diakui dalam dunia pertarungan


__ADS_3

Asha memang tidak mengerti lagi dengan orang-orang yang hanya peduli dengan nyawa mereka sendiri. Dia juga merasakan tatapan yang tajam dan merinding dari sosok perempuan yang berada jaraknya tidak jauh dengan dirinya, terlihat sekali gadis itu menunjukkan ekspresi wajah yang sebenarnya kepada Asha tanpa adanya kepalsuan saat Asha berhasil membuat semua orang mendengarkan ucapannya untuk tetap berada di dalam ruangan persidangan.


Asha tentu sangat mengerti jika para bangsawan ini semua keluar dari ruangan persidangan dan sebagian dari mereka mati, karena ulah para monster otomatis istana akan dianggap tidak kompeten dan sistem tatanan bangsawan akan hancur seketika, sebab banyak bangsawan yang mati dan wilayahnya mereka akan terlantar begitu saja.


Beberapa jam berlalu sejak sidang diputuskan untuk di undur jadwalnya karena keributan di dalam ruangan persidangan, Asha masih belum melihat seorang penjaga yang datang untuk memberikan informasi kepada dirinya tentang pertarungan dengan para monster telah selesai atau belum karena khawatir dengan keadaan orang-orang yang sedang memperjuangkan nyawa-nyawa orang yang berada di dalam gedung.


Asha kemudian meminta Grace dan kedua temannya yang lain untuk tidak membiarkan semua orang di dalam ruangan sidang ini keluar karena dia sendiri yang akan mengecek situasi yang terjadi berada di luar gedung istana, setelah selesai mengecek dia akan memberi tau apa yang terjadi. Dan apabila Asha belum kembali Asha meminta untuk menunggu sampai ada orang-orang yang memberikan informasi bahwa semuanya telah baik-baik saja atau aman dengan tatapan isyarat oleh Asha.


"Jika aku keluar dari istana ini mungkin aku akan mati, tetapi aku rasa ini lebih baik daripada mati tanpa menyelamatkan apapun,"


"Dibandingkan itu, seharusnya aku meminta maaf dulu kepadanya sebelum pergi ke kematian ya,"


"Tapi yah dia pasti akan mendapatkan pengganti yang lebih baik dariku nantinya karena dibandingkan dengan diriku,"


"Aku adalah orang yang egois kepada hidupku dan takdirku daripada menerima perasaannya," gumam Asha yang menghentikan langkahnya saat mengucapkan semua yang ada di dalam pikirannya kemudian di helanya nafas yang panjang untuk membuat dirinya menjadi tenang, setelah merasa tenang Asha melanjutkan kembali langkahnya untuk ke pintu besar yang menuju ke halaman depan atau pintu masuk istana kerajaan

__ADS_1


Sesampainya di depan itu, perlahan-lahan Asha menarik pintu besar itu dan terlihat di sana masih banyak monster yang menyerang ke arah para knight kerajaan dan beberapa orang yang tidak memakai seragam knight kerajaan, tapi ikut membantu dalam menghabisi monster yang awalnya jumlahnya belasan kini terlihat tinggal tersisa lima monster saja.


Asha turun dari tangga-tangga itu perlahan-lahan untuk ikut turun ke pertarungan setelah melihat semua orang-orang yang sudah terlihat kelelahan dalam bertarung berjam-jam tanpa istirahat karena harus waspada dengan situasi yang mereka hadapi saat ini.


"Apakah kalian masih kuat untuk bertarung? Jika merasa tidak sanggup jangan terlalu dipaksakan karena ini akan menjadi pertarungan yang panjang juga,"


"Ditambah lagi aku akan ikut ke dalam pertarungan jadinya kalian tidak perlu memikirkan kalau kalian tidak memenuhi tanggung jawab kalian yang sedang kalian jalani," ucap Asha yang memunculkan sebuah pedang dengan sebuah belati yang di pegang langsung, dengan sigap dan tanpa basa-basi semua prajurit atau bukan mendengarkan ucapan Asha yang dinilai atau diakui sangat hebat dalam dunia bertarung oleh semua orang yang menggeluti dunia tersebut


Sebagian pasukan yang merasa tidak mampu bertarung berada di belakang Asha untuk memulihkan dirinya dari luka-luka yang ada dan tenaga yang hampir hilang, sebagiannya lagi berbaris dengan rapi untuk menunggu perintah dari Asha yang ikut ke dalam pertempuran besar.


Pasukan di kelompokkan menjadi satu kelompok enam orang, dan satu kelompok masing-masing melawan satu, supaya mereka bisa saling melindungi dan membantu dalam menyerang Asha sendiri akan menjadi pancingan setiap monster itu hampir akan mencelakakan orang lain.


Dari kejauhan terlihat Ehan memandang Asha yang bertarung rasa khawatirnya memang ada di dalam dirinya saat menatap sosok gadis yang dengan berani bertarung untuk menyelamatkan nyawa ribuan orang yang berada di dalam sebuah bangunan besar, tidak banyak juga yang bisa dia lakukan untuk menyelamatkan Asha dari bahaya karena dirinya saat ini juga berada di atas kursi roda. Hanya doa yang hampir tidak pernah dia lantunkan kepada para dewa karena tidak terlalu percaya dengan religi atau kekuatan para dewa kepada dirinya, tapi karena dia sangat mencintai atau menyayangi Asha maka jika harus melakukan hal yang tidak dia percayai maka akan sangat dia lakukan.


"Semuanya sedang bagian dalam mulutnya, karena itu adalah titik yang paling lemah untuk di serang,"

__ADS_1


"Fisik monster yang begitu keras dan hampir hanya membuat mereka tergores, hanya akan membuang semua tenaga kita jadi fokus kepada dalam mulutnya dalam penyerang,"


"Terutama untuk pengguna senjata panah, tolong sebisa mungkin kalian menyerang bagian dalam mulut karena hanya kalian para pengguna senjata jarak jauh yang bisa menjadi harapan terbesar dalam menyelesaikan pertarungan ini," ucap Asha dengan lantang sambil mengarahkan semua orang yang menggunakan panah untuk berkumpul dan bersiap untuk menyerang ketika dipancing para monster untuk membuka mulutnya


Asha tentu akan menjadi umpan mereka karena dia sudah siap mental untuk mengorbankan nyawanya sendiri untuk menyelamatkan nyawa banyak orang kalau dia gagal saat menjadi umpan ini, hal ini telah dia siapkan pada saat dia berjalan di koridor sebelum dia sampai ke depan pintu menuju halaman atau arah pintu masuk ini.


Asha berlari dan melompat kesana kemari disaat bersamaan juga para tim pemanah beruntun untuk menyerang mulut para monster itu hingga dua dari mereka tumbang menyisakan tiga buah monster, tapi kali ini trik mereka telah diketahui oleh para monster karena tidak bisa mengelabui mereka maka Asha dengan cepat menancapkan pedang ke salah satu monster yang tepat di atas mulut monster itu terbuka.


Hanya kepercayaan dan kemampuan yang bisa dia andalkan saat ini untuk nyawanya sendiri. Beberapa menit tidak terlihat tanda-tanda monster itu mati ataupun Asha keluar dari mulut monster itu.


"Asha, kamu baik-baik saja kan?"


"Aku baru saja bangun tidak mungkin kamu ingin meninggalkan aku bukan?"


Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée

__ADS_1


__ADS_2