Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée

Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée
Bab 36 Monster


__ADS_3

Terlihat hiruk-pikuk di dalam kafetaria, ada orang-orang yang sedang mengambil tempat duduk, ada orang-orang yang asik membicarakan tentang kejadian yang di alami dan ada orang yang sedang mengantri untuk mengambil makanan di sana. Pertama kalinya semenjak Asha di reinkarnasi kembali ke dunia ini, dia melihat hal-hal yang nostalgia seperti kehidupannya saat masih bersekolah dulu. Dimana dia mengantri sambil bercanda tawa dengan teman-temannya.


Dikehidupan ini dia juga melakukannya walaupun dengan teman-temannya yang berbeda, terlihat pada saat yang bersamaan di saat mereka berempat mengambil meja. Orang yang paling tidak ingin dia temui malah bertemu dengannya.


"Karena hanya meja ini yang kosong, bukankah lebih baik kita berbagi meja?" ucap nona Bleistift dengan senyuman lembut ke arah Asha yang berada di belakang Ian dan Dain


Walaupun tidak terlihat jelas, tapi Asha yakin kalau itu adalah senyuman yang ditunjukkan kepadanya.


'Hah...'


'Aku sudah tau kalau hal seperti ini akan terjadi, jika aku menolak mungkin orang-orang menganggapnya kalau aku benar-benar membenci gadis ini,'


'Jika aku menerimanya, aku tidak akan tau perbuatan apa yang dia rencanakan lagi untuk menjebak aku,' ucap Asha di dalam hatinya dengan penuh pertimbangan dan di perhatikan oleh semua orang yang berada di kafetaria seolah-olah mereka adalah tontonan yang akan menyenangkan


"Kami duluan yang men-"


"Baiklah, karena tidak ada pilihan lain bukan? Dan meja ini juga luas jadi tidak ada masalah," ucap Dain yang memotong ucapan Grace yang belum selesai berbicara


Entah apa yang dipikirkan oleh Dain mengenai makan bersama di satu meja dengan orang yang begitu menyebalkan bagi Grace. Tapi terlihat kalau dari tatapannya dia hanya meminta kepada mereka bertiga untuk percaya kepadanya, tanpa berpikir lama Asha langsung duduk di salah satu kursi kosong di ikuti oleh Grace yang sebenarnya tidak terima tapi mereka telah di perhatikan oleh banyak orang yang membuatnya langsung ikut Asha duduk di kursi dengan tenang.

__ADS_1


Suasana makan siang itu terlihat mencekam rasanya, tetapi tiba-tiba terdengar suara-suara teriakan dari orang-orang sekitar membuat Asha dan teman-temannya menoleh ke asal suara, terlihat disana telah ada siswa-siswi yang berlarian dan sebagian mengeluarkan senjata. Sebuah sosok yang membuat mereka berlarian dan bersiap senjata adalah seekor serigala yang tingginya dua kali lipat dari tinggi manusia biasa memegang senjata dan memakan manusia, jumlah dari para serigala itu juga tidak sedikit mungkin ada sekitar tujuh sampai sembilan ekor.


Asha tentu refleks mengeluarkan pedangnya diikuti oleh teman-temannya yang merupakan seorang support dalam pertarungan. Asha dengan cepat maju ke garis depan pertarungan, sedangkan Grace menyerang jarak jauh sambil membantu para siswa-siswi yang tidak bisa menggunakan senjata untuk segera pindah ke tempat yang aman.


"Asha, seperti biasa tolong pandu kami untuk bertarung," ucap Ian dengan lantang ke arah Asha yang dijawab dengan anggukan pelan


"Ian, tolong berikan aku sihir penguat dan Grace kalau bisa tolong bantu aku alihkan perhatian para monster itu," ucap Asha dengan lantang sambil berlari kesana-kemari untuk mencari titik lemah dari para monster serigala itu


Setelah ucapan itu dengan cepat ketiga orang itu dengan cepat menjalankan sesuai dengan arahan, di sisi lain terlihat juga Ehan ikut dalam pertarungan itu dan putri keluarga Baron Bleistift tentu saja tidak melakukan apapun hanya diam dan menatap pertarungan sampai sebuah serangan di lancarkan kepadanya, tapi sebelum serangan itu mengenai dirinya dengan cepat Asha malah membantunya karena menurutnya tidak baik di situasi saat ini kalau dia mementingkan diri sendiri.


Tapi karena Asha tidak bisa menahan lama atau menangkis lama serangan beruntun dari monster serigala itu.


Namun entah apa yang dipikirkan oleh gadis itu, dia tidak menghindar sama sekali malahan dia terjatuh dan tidak sengaja membuat pedang Asha patah, yang otomatis membuat bahu Asha terluka parah. Grace dan teman-temannya tidak terkecuali Ehan menatap khawatir sosok gadis yang bahunya terluka sangat parah.


"Dain, kamu bisa bukan mengambil alih tugasku untuk memanah? Dan kami mengandalkan dirimu untuk mencari kelemahan dari monster serigala itu," ucap Grace dengan lantang dan berlari ke arah Asha untuk melihat keadaannya yang terlihat masih berusaha bertahan untuk tidak tumbang di tempat itu, sedangkan nona Bleistift tanpa rasa bersalah malah berteriak kalau Asha adalah orang yang bodoh tidak bisa menghindar


"PLAK..." suara tamparan yang begitu kencang hingga dalam sesaat semua perhatian tertuju kepada nona Bleistift yang ditampar oleh Grace dengan kencang hingga pipi itu terlihat sangat merah dan lecet


Tentu saja tamparan yang dilayangkan membuat nona Bleistift terdiam, karena tamparan itu sangat menyakitkan hingga membuatnya meringis kesakitan, emosi Grace yang sudah meluap-luap tentu tidak akan membiarkan perempuan itu langsung berbicara jika dia sudah bermain tangan dulu untuk menutup mulut lawannya.

__ADS_1


"KAMU TIDAK TAU BERTERIMA KASIH,"


"JELAS-JELAS ASHA MENYELAMATKAN DIRIMU TAPI KAMU MALAH MENGATAKAN DIA BODOH?"


"OTAKMU BERADA DI MANA?" teriak Grace itu tentu artinya membuat semua orang disana tidak berani ikut campur dalam masalah ini dan fokus kepada monster yang ada di depannya


"Grace, sudah jangan bertengkar,"


"Situasi kita saat ini sangatlah bahaya jika kita melanjutkan hal semacam ini," ucap Asha dengan lemah dan terbata-bata menahan rasa sakit yang luar biasa sakitnya


Pendarahan terus terjadi dalam kejadian itu, belum bisa memindahkan Asha di dalam pertarungan yang masih berlangsung dan di sana juga terlihat hanya dua monster saja yang baru berhasil di tumbangkan oleh para siswa-siswi yang ikut dalam pertarungan itu.


Situasi yang menegangkan ini membuat kepala akademi baru bisa datang karena selesai masalah yang katanya terdesak, Asha di sana yang merasa lega ketika kepala akademi datang maka dia langsung menutup matanya dengan tenang terlihat orang pertama yang berusaha menangkapnya ketika pandangannya mulai gelap adalah Ehan. Tapi itu mungkin hanya ilusi itulah pikir Asha yang telah tidak bisa lagi menahan semua perasaan sakit itu.


Tiba-tiba Asha telah berada di suatu tempat, tempat itu kali ini tidak gelap sama sekali karena terlihat ada pohon-pohon dengan bunga-bunga cantik yang berguguran. Tidak jauh dari itu terlihat sesosok laki-laki yang terlihat cantik duduk di depan sebuah papan permainan dengan senyuman yang hangat.


"Asha Edelstein, akhirnya kita bisa bertemu secara langsung,"


Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée

__ADS_1


__ADS_2