
Setelah persidangan dan segala masalah telah selesai di urus, Asha dan Ehan yang melakukan pertunangan kontrak tanpa diketahui oleh siapapun menjalani kehidupan mereka seperti sepasang kekasih. Hingga beberapa minggu kemudian Asha menerima surat dari keluarganya dan memintanya untuk segera pulang ke mansion karena dia telah lama pergi dari rumah yang mau atau tidak mau dan suka atau tidak suka Asha pulang harus pulang.
"Apakah kamu yakin tidak ingin menemaniku lebih lama Asha? Apakah kamu tidak kesihan dengan keadaanku saat ini? Aku sedang dalam masa pemulihan," ucap Ehan dengan begitu manja kepada Asha yang duduk berada di sebelahnya padahal diluar kenyataan itu dia adalah Duke yang sangat dingin dan begitu menyeramkan tetapi dengan Asha mungkin seperti tupai yang melakukan permohonan saat ini
"Aku harus pulang, nanti aku akan berkunjung,"
"Lagipula jika aku terus berada di sini orang-orang akan mengira kalau aku telah menikah denganmu secara diam-diam,"
"Dan keluargaku bukan juga keluarga yang lemah dalam melindungi jadi aku harus pulang,"
"Ayahku nanti marah lagi kepada dirimu lagi," ucap Asha dengan gelengan kepala pelan karena juga merasa membebani orang-orang yang ada di sekitarnya selama dia berada di dalam mansion keluarga Aelfraed
__ADS_1
Asha kemudian membereskan barang-barangnya yang dia miliki untuk bersiap-siap pulang keesokan harinya pada siang hari, Ehan juga di saat bersamaan ternyata telah menerima surat panggilan dari akademi untuk kembali karena belum selesai dia menjalankan pendidikannya. Keduanya mau tidak mau harus berpisah nantinya hanya dengan surat saja rindu mereka akan saling terobati nantinya. Walaupun Ehan mendapatkan surat itu dia menunda masuk selama tiga hari karena dia harus mempersiapkan dirinya dari beberapa hal untuk pemulihannya alasannya, padahal sebenarnya ingin menghabiskan waktu bersama Asha.
Sepulangnya Asha di mansion terlihat kedua orang tuanya telah berada di depan pintu besar untuk menyambut kedatangan putri satu-satunya, bersyukurnya dia masih bisa hidup dan menikmati kasih sayang dari kedua orang tuanya. Setelah mereka bertiga sudah merasa cukup untuk saling berpelukan dan menerima kasih sayang di sana, Asha masuk ke dalam ruangan yang merupakan kamarnya yang sudah lama sekali rasanya tidak di tempati olehnya di sana terlihat Asha sangat menikmati kamar yang telah sangat lama tidak dia tiduri.
"Untuk sementara memang aku telah bisa bersantai karena semuanya ternyata tidak seperti yang tertulis di dalam buku itu,"
"Tapi mungkin kedepannya aku tidak yakin karena kami belum bisa menikmati kehidupan yang benar-benar damai,"
"Dan melindungi semua yang aku sayangi," ucap Asha dengan senyuman tipis sambil memandangi langit-langit kamarnya yang tinggi, tidak lama kemudian membuatnya tertidur lelap karena bisa merasakan lega
"Teng... teng... teng..." suara lonceng berbunyi
__ADS_1
"Asha, kamu tidak ingat denganku?"
"Tidak mungkin kamu melupakan aku bukan?" ucap sesosok laki-laki dengan wajah yang tidak jelas terlihat tapi dengan nada yang serak karena sesak dan tersakiti
"Bukankah kamu harusnya tau posisimu saat ini?"
"Kalau memang kenyataannya dia tidak mencintaimu sama sekali?"
"kamu percaya bukan kalau kamu di khianati saat ini oleh sosok yang kamu cintai? Lupakan saja semua cinta itu palsu,"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
__ADS_1