
Ruangan besar itu menjadi senyap sesaat, Ehan terdiam dan berpikir sejenak tentang apa yang dimaksud oleh Asha karena dia tidak tau kalau Asha telah mengetahui identitasnya yang lain pada saat dia melakukan tunangan kontrak kepada Asha, akan tetapi perasaannya seperti tersayat ketika Asha mengatakan ucapan terakhirnya kepada Ehan.
Karena dia juga merasa lelah jauh dari Asha dan takut jika Asha semakin menjauh dari pandangannya, maka Ehan menarik nafas panjang untuk bersiap-siap mengatakan perasaannya yang tulus kepada Asha.
"Asha, kamu mengatakan kalau kamu berharap aku bahagia dengan orang yang aku cintai,"
"Tapi sayangnya orang yang aku cintai malah berhati dingin dan malah ingin menolak aku, jadi kira-kira bagaimana bisa aku bahagia dengan orang yang aku cintai?" ucap Ehan dengan tatapan serius ke arah Asha yang ada di depannya
Ucapan itu membuat Asha kebingungan tapi karena dia ingat kalau dia akan mati, dia kemudian menggelengkan kepalanya dengan pelan. Karena tidak ingin tenggelam terlalu dalam, jika dia melakukannya maka dia mungkin akan sesak karena tekanan air yang terus menerus menekan dirinya. Dengan senyuman yang pahit dan terlihat terpaksa, Asha berusaha berbicara.
"Aku yakin jika kamu mengatakan kepadanya kalau kamu mencintai dirinya bisa membuatnya berpikir kembali tentang perasaan yang kamu miliki,"
"Daripada kamu menunggu dirinya untuk mengerti dirimu," ucap Asha dengan senyuman pahit tanpa memandang ke arah Ehan sedikitpun
"Kalau begitu Asha, bagaimana kalau aku mengatakan orang yang aku inginkan adalah dirimu?" ucap Ehan dengan tatapan serius sambil menggenggam tangan Asha dengan erat supaya Asha tidak keluar dari topik pembicaraan ini
Seketika memang Asha merasakan kalau ucapan yang dikatakan oleh Ehan membuatnya berdebar kencang seperti habis berlari, tetapi dia sadar kita kalau mungkin laki-laki di depannya sedang bercanda dengannya atau mungkin tidak serius dengan ucapannya.
"Kamu sedang berusaha menghibur aku kan karena aku baru kembali dari kejadian yang mengerikan," ucap Asha dengan tawa yang kaku padahal tidak ada sama sekali yang bisa ditertawakan oleh Asha, tapi dia malah terpaksa tertawa
Sekali lagi ucapan yang menghindar dari Asha membuat Ehan merasa tersayat, tapi mungkin itulah karmanya dimasa lalu yang meninggalkan seorang gadis di tengah-tengah perasaan cinta dan setia. Dan kemunculannya kembali ke masa lalu lebih awal membuatnya berpikir kalau Asha menjadi berubah menjadi perempuan dengan hati yang dingin.
__ADS_1
Karena merasa Asha masih tidak peka terhadap perasaannya Ehan mendekatkan wajahnya ke arah Asha hingga jarak keduanya tidak ada dan tanpa lama Ehan mencium bibir lembut milik Asha supaya Asha sadar kalau dirinya benar-benar tulus mencintainya.
"Asha, apakah menurutmu yang aku lakukan barusan adalah sebuah candaan untuk menghibur dirimu?"
"Tapi itu adalah perasaan yang benar-benar tulus aku rasakan kepada dirimu dan aku sangat ingin bahagia dengan dirimu, selama ini aku sangat mencintaimu walaupun kamu tidak sadar dengan yang aku lakukan,"
"Asha, aku tau aku seperti laki-laki yang br*ngsek dan tidak pantas untuk bersamamu tapi aku benar-benar merindukan dirimu dan aku sangat mencintaimu," ucap Ehan dengan tatapan serius dan telinga yang terlihat merah setelah melakukan ciuman yang singkat itu, sedangkan Asha mendadak menjadi terdiam dan memandang sosok laki-laki di depannya yang sedang malu-malu itu atas kelakuannya sendiri
Di kehidupan sebelum-sebelumnya Asha tidak ingat apakah dia pernah memiliki kekasih atau telah menikah, tetapi yang pasti di kehidupan ini pertama kalinya di kehidupan ini dia memiliki perasaan yang sama dengan perasaan yang sangat ingin dia hindari.
Asha mengerti dengan Ehan yang mengajukan diri sebagai seorang tunangan kontrak tanpa harus mencari laki-laki lain untuk mendampingi Asha. Karena dia ingin Asha hanya melihat dirinya dan tidak berpaling kepada sosok laki-laki lain, kecuali dirinya yang harus berubah menjadi sosok laki-laki lain itu.
"Walaupun tunanganku adalah sepupumu sendiri," ucap Asha yang berpura-pura tidak mengetahui apapun tentang Ehan yang aslinya memiliki dua posisi itu
"Bukankah kamu telah memutuskan pertunangan dengan dirinya? Jadi apa salahnya jika aku yang masuk ke dalam kehidupanmu?" ucap Ehan dengan tatapan serius kepada Asha membuat Asha menatap kebingungan
"Darimana kamu mengetahui kalau aku telah memutuskan pertunangan? Aku ingat kalau aku belum membeberkan kepada dunia,"
"Ehan, darimana kamu mengetahui ini? Aku yakin kalau dia tidak mungkin membeberkan informasi ini,"
"Jika kamu tidak bisa mengatakannya sekarang, maka datanglah lain kali dengan sebuah jawaban yang aku inginkan," ucap Asha dengan tatapan dingin ke arah laki-laki di depannya karena Asha tidak ingin hidup dengan kebohongan apalagi masalah itu menyangkut dirinya
__ADS_1
Tidak lama kemudian setelah merasa cukup berbicara Ehan keluar dari ruangan besar itu dan terlihat diluar ada sosok laki-laki berkacamata yang sejak tadi rupanya mendengarkan semua pembicaraan Asha dan Ehan dari dalam ruangan itu.
"Aku tidak menyangka kalau kamu terang-terangan mengatakan kata-kata yang manis itu kepada orang yang telah kamu buat menangis menderita,"
"Apakah kamu tidak puas dengan kehidupan lalu yang kamu perbuat kepadanya?" ucap Edel dengan tatapan benci dan aura membunuh kepada laki-laki yang ada di depannya
Hanya diam yang diberikan oleh Ehan, kepada sosok laki-laki di depannya. Bagi Ehan memang dia laki-laki yang bodoh dan br*ngsek karena baru saat ini dia menginginkan Asha berada di sisinya setelah luka dan garam ditaburkan kepada Asha, seketika memang dia sadar dengan apa yang dia lakukan tetapi dia meninggalkan Edel tanpa berucap sedikitpun.
Edel kemudian menenangkan dirinya sebelum masuk ke dalam ruangan itu karena dia tidak ingin memperlihatkan ekspresi yang sangat gelap kepadanya.
"Asha, maafkan aku membuat dirimu lama menunggu,"
"Ini minum airnya," ucap Edel yang sambil menyerahkan segelas air kepada Asha
"Ah iya, setelah aku pingsan apa saja yang terjadi dengan orang-orang itu dan anak-anak kecil itu?" tanya Asha dengan tatapan penasaran setelah meneguk air yang berada di gelas
Edel kemudian menceritakan kalau pemerintah negeri timur tengah akan membuat mereka menderita berat hingga mati kepada orang-orang yang melakukan penculikan dan perdagangan budak, sedangkan untuk anak-anak kecil itu sebagiannya di kembalikan kepada orang tua mereka bagi ada orang tua yang merasa anak-anak hilang dan untuk anak-anak yang tidak memiliki orang tua atau ditelantarkan oleh orang tuanya dipekerjakan di istana dan dirawat supaya mereka bisa bertahan hidup.
"Syukurlah kalau begitu, aku harap mereka tidak akan menderita di jalanan lagi,"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
__ADS_1