
Asha yang tidak terlalu mengerti situasi saat ini karena dia baru selesai makan dan sejak tadi dia juga hanya fokus kepada makanan, dia menjadi berusaha memproses apa yang sedang terjadi di depannya. Asha juga melirik apa yang terjadi kepada Edel dan sosok laki-laki berkulit coklat itu, terlihat keduanya telah di ikat ke dalam satu tali yang sama.
"Aku tau kamu pasti sedang bingung tentang siapa orang yang ada di depanmu saat ini,"
"Namaku adalah Afsanur Seyyal, putri kerajaan timur tengah,"
"Jadi adik perempuanku ya," ucap perempuan itu dengan senyuman lembut sambil mencubit pipi Asha yang menurutnya tembem dan lucu
"Sey, kamu gila,"
"Asha itu tamu kamu malam meminta yang aneh-aneh," ucap Edel dengan tatapan yang kesal ke arah perempuan itu membuatnya semakin ingin mengganggu Edel yang di ikat dengan Rumman
"Edel, jangan banyak bergerak kita di tali yang sama kalau kamu bergerak ini ikatannya akan membuatku mati," ucap Rumman dengan senyuman yang suram dan pasrah karena saudaranya adalah orang yang lebih memiliki kemampuan dibandingkan dengan dirinya
Asha merasakan kalau Edel menjadi gila karena orang-orang ini juga mirip dengan Edel yang gila, jadi kemungkinan dia ikut tertular oleh orang-orang ini. Asha kemudian beranjak dari kursinya dan memberi hormat kepada putri di depannya, dia sudah menduga kalau hal semacam ini akan ada di depannya karena mereka langsung sampai di istana kerajaan negeri timur tengah.
Pada saat Asha memberikan hormat, putri tersebut malah tiba-tiba memeluknya dengan erat, tentu ini membuat Asha merasakan kalau kesabarannya berada di ujung tanduk karena terus di perlakukan semena-mena oleh putri negeri timur.
"Tuan putri saya baru datang ke sini untuk beristirahat sebentar setelah perjalanan jauh, tapi anda malah datang ke sini malah untuk membuat saya emosi,"
"Jadi, tolong bermurah hati kepada saya untuk beristirahat," ucap Asha sambil menodongkan belati di leher sang putri dengan tatapan kesal
__ADS_1
Senjata yang ditodongkan oleh Asha adalah senjata yang di sembunyikan olehnya untuk berjaga-jaga ada bahaya yang terjadi kepadanya, karena banyak orang yang mengincar keturunan keluarga pewaris bangsawan kalangan atas. Apabila para pewaris keluarga itu tidak ada maka anak kerabat keluarga bangsawan bisa mengambil posisi tersebut, oleh karena itu keluarga Duke sangat melindungi calon pewaris mereka dengan ilmu-ilmu yang menyeramkan.
"Nona kecil ini semakin membuatku tertarik,"
"Kamu serius tidak ingin memberikannya kepadaku," ucap Seyyal dengan tatapan berbinar-binar ke arah Edel kemudian ke arah arah Asha
'Dia ini pisikopat atau manusia yang benar-benar berotak kosong,' ucap Asha di dalam hatinya dengan tatapan datar ke arah sosok tersebut terlihat betapa senangnya putri keluarga kerajaan timur tengah ini ketika melihat kemampuan Asha
"Asha, kamu seharusnya tidak menggunakan senjata karena dia sangat suka dengan bakat seseorang,"
"Bisa dibilang perempuan ini orang yang sangat suka atau gila dalam mengumpulkan orang-orang berbakat untuk dijadikan teman atau pasukan nantinya,"
"Timur tengah itu adalah negeri paling bahaya jika kamu tau, bandit di negeri ini lebih kejam,"
Asha yang hanya mengetahui tentang hal-hal umum tentang negeri ini tidak menyangka kalau ada hal yang begitu mengerikan tidak diketahuinya. Dan pantas saja tidak ada bangsawan yang berani mengambil keputusan untuk menjadi duta ke negeri timur tengah, Asha sedikit menyesal dengan kedatangannya tetapi sudah berada di sini juga dia saat ini tidak bisa kembali kalau belum selesai pekerjaannya.
"Kalau begitu aku akan kembali ke kamar," ucap Asha dengan helaan nafas panjang dan menyimpan senjatanya kembali ke belakang pakaiannya.
"Asha, kamu serius tidak ingin bertarung denganku lagi?" tanya sang putri dengan tatapan kecewa hanya di jawab dengan lambaian tangan tidak karena dia merasa merinding dengan perilaku orang di sini yang aneh-aneh
Dimalam itu Asha teringat dengan sosok laki-laki yang sering muncul di malamnya untuk sekedar menyapa, walaupun hanya beberapa bulan keduanya menjalin hubungan romantis itu membuat Asha terbiasa dengan keberadaannya tetapi saat ini hanya rembulan dan kesunyian saja yang menemaninya dalam kegelapan malam yang panjang.
__ADS_1
Pagi hari telah tiba, Asha menggunakan pakaian khas timur tengah untuk memudahkan dirinya dalam menjalani kegiatan di tengah cuaca yang sangat panas di kerajaan ini.
Pakaian yang terbuka dan berbeda dari kerajaannya membuatnya teringat dengan kehidupan dari kehidupan sebelumnya, yaitu tempat dimana pakaian kekurangan bahan dipakai oleh anak muda di sana sudah menjadi hal yang biasa.
Di depan pintunya telah ada sesosok laki-laki dengan kacamata khasnya menunggu dirinya bersiap.
"Kenapa kamu menatapku dengan tatapan seperti itu? Sudah aku duga itu tidak cocok kan," ucap Asha dengan terbata-bata ketika sosok laki-laki di depannya tidak berbicara sejak menatapnya
"Asha, kamu sangat cantik dan berani," ucap Edel dengan tawa kecil ketika melihat Asha yang tidak menutupi bagian tubuhnya yang biasanya di tutup oleh para perempuan bangsawan di negeri barat karena malu dengan pakaian yang begitu seksi dan menurut mereka budaya timur tengah adalah budaya yang sangat tidak pantas di tiru oleh barat begitu juga dengan tanggapan negeri timur yang menjunjung cara berpakaian yang sopan
"Eh? Pakaiannya aneh bukan? Kamu bohong kepadaku kan Edel?" tanya Asha sekali lagi dengan tatapan menyidik dari atas ke bawah untuk memastikan Edel tidak berbohong tapi tentu saja dijawab dengan gelengan pelan yang mengartikan dia tidak berbohong sama sekali
"Asha, sekarang kita harus ke ruangan pertemuan jadi nanti kita lanjutkan pembahasan pakaiannya," ucap Edel dengan senyuman tipis sambil menarik pelan tangan Asha
Dari punggung belakang semuanya terlihat normal saja bagi Asha yang melihat Edel, tetapi Edel yang dengan wajahnya yang merah tidak bisa menunjukkan kalau dia masih belum terbiasa dengan orang-orang timur yang berpakaian begitu bebas dan kekurangan bahan.
Tidak lama kemudian mereka sampai di ruang rapat dimana semua bangsawan, pangeran, putri dan raja dari kerajaan timur tengah hadir di sana untuk melakukan rapat antara kedua negara. Pembahasan dari mulai kekurangan pangan sampai ke jalur perdagangan yang ditutup karena banyaknya bandit yang semakin brutal dibahas oleh kedua negara tentang kerja sama dalam perdagangan dan kesejahteraan masyarakat.
Para bangsawan di dalam ruangan merasa terpukau dan puas dengan hasil yang diberikan rancangan atau rencana yang diberikan oleh Asha, karena semua persiapan begitu sempurna tanpa ada kesalahan. Kerja sama bisa di selesaikan dalam waktu satu hari full yang seharusnya bisa memakan waktu satu bulan karena banyaknya perdebatan yang terjadi.
"Sekarang saatnya beristirahat,"
__ADS_1
"Dan besok aku bisa berkeliling kota padang pasir nan romantis ini,"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée