
Pekerjaan Asha di timur tengah memang sudah selesai dalam waktu satu hari, tetapi semua rencana kerja samanya semuanya masih dalam pertimbangan terutama tentang masalah para bandit yang semakin brutal kepada para pedagang asing ke negeri mereka. Menurut mereka bukan masalah yang kecil jika bandit masalah dalam kerja sama ini, dengan pangan yang di janjikan sebagai perdagangan.
Banyaknya orang-orang timur tengah yang mengalami krisis pangan dan sulit mencari air bersih maka membuat mereka menjadi penjahat demi memenuhi semua kebutuhan itu. Bagi Asha ini tidak ada bedanya dengan salah satu benua di negerinya dulu, tapi mungkin negeri ini lebih baik karena tidak terlihat sekali para menteri mereka yang mengambil keuntungan dari masalah yang dihadapi malahan mereka setuju untuk mengeluarkan uang untuk membantu rakyat-rakyat kecil.
Dari sisi ini menurut Asha kalau pangeran negerinya banyak berubah karena dia meniru perilaku peduli kepada rakyat, pembelajaran yang tidak bisa dia dapatkan ketika belajar teori dengan seorang guru.
"Asha, kalau kamu mau berkeliling kota, jangan lupa ajak aku keluar,"
"Karena tidak aman di negeri orang pergi sendirian," ucap Edel dengan senyuman lembut ke Asha sebelum dia kembali ke kamarnya, setelah Asha menutup pintu besar itu dia baru kembali ke kamarnya
Asha melompat ke kasurnya untuk beristirahat, senang rasanya dia bisa bersenang-senang besok karena pekerjaannya telah selesai. Keesokan harinya Asha bangun lebih awal dibandingkan biasanya dan sarapan lebih awal dari biasanya, karena hari ini Asha memutuskan untuk diam-diam ke alun-alun kota timur tengah menggunakan peta yang di dapatkan pada saat dia tiba di kota timur tengah.
Dengan menggunakan pakaian yang mirip seperti para penduduk timur tengah, Asha menyelinap keluar dari ruangan dan istana dengan lancar tanpa diketahui oleh siapapun di sana.
"Woah..."
"Jadi ini namanya kota pedagang dan kota dengan pertahanan terkuat," Gumam Asha yang terpana dengan suasana hiruk-pikuk dan tawa orang-orang di kota itu
Budaya dan tradisi yang begitu kental terlihat di kota ini, terutama salah satu kisah cinta di kota ini membuat Asha selalu ingin melihat kota ini.
"Nona, mampirlah kemari dan lihat-lihat makanan khas timur tengah asli,"
__ADS_1
"putri kerajaan bahkan sampai sering datang ke sini untuk membeli," ucap salah seorang penjual yang melihat Asha dekat dengan tempat berjualannya, karena penasaran Asha memutuskan membelinya satu
"Rasanya dibilang juga lumanyan untuk makanannya yang begitu terasa rempah-rempahnya tetapi ini bukankah makanan yang biasa saja ya,"
"Terlihat juga tidak jauh dari sini ternyata menjual makanan yang sama," Gumam Asha yang melihat orang yang berjualan tidak jauh dari lokasi dia membeli makanan itu
Setelah berputar-putar di akhirnya tidak sadar kalau sudah berada di tempat yang sepi, terlihat sangat jarang ada orang yang berlalu-lalang di jalanan yang sepi itu. Tetapi tidak lama kemudian seorang nenek dan beberapa anak kecil lewat melewati jalanan itu, Asha merasakan firasat yang buruk tapi dia telah berada di tempat yang jauh dari alun-alun.
Sulit untuk Asha untuk tidak menanyakan jalan oleh karena itu dia mengesampingkan firasat buruknya dan bertanya kepada perempuan tua bersama anak-anak kecil itu.
"Nenek, apakah aku boleh bertanya kemana jalan untuk kembali ke alun-alun kota? Karena saya kurang hafal daerah di sekitar sini,"
Perempuan tua itu kemudian hanya tersenyum setelah mendengarkan ucapan dari Asha, membuat Asha merasa aneh dengan situasinya saat ini.
"Nona muda kalau begitu ini adalah nasib yang kurang beruntung untuk dirimu," ucap perempuan tua itu yang kemudian membuat Asha tertidur dengan mencium obat tidur sejak awal dia mendekat hanya senyuman
Asha yang ingin melawan tentu tidak lagi memiliki tenaga untuk melawan perempuan tua itu. Karena perasaan mengantuk telah lebih dulu menguasai dirinya, Asha seharusnya sadar kalau dirinya yang jarang mendapatkan firasat buruk harusnya mengikuti firasatnya.
Tapi naas terlambat dia menyadari nasib buruk yang menimpanya, entah apa yang nanti akan terjadi dia sungguh-sungguh berharap laki-laki itu adalah orang yang datang dan menyelamatkan dirinya.
Di sisi lain Ehan sedang menikmati makanan siangnya merasa kalau ada perasaan yang tidak enak atau mengganjal rasanya. Hingga membuatnya tidak tenang untuk makan siang sama sekali, bukan karena ada putri dari keluarga Baron yang selalu mengikutinya perasaan tidak enaknya muncul tetapi karena dia merasa kalau gadis yang di cintainya sedang berada dalam bahaya. Dengan cepat dia meninggalkan putri keluarga Baron itu sendirian di kafetaria akademi. Begitupula yang dirasakan oleh Edel ketika ingin menjemput Asha untuk sarapan bersama, keberadaan gadis yang telah tidak berada di kamarnya membuat dirinya merasakan kalau Asha berada di dalam bahaya.
__ADS_1
"Levis, beri tau kepada Rumman dan Seyyal kalau putri keluarga duta dari kerajaan barat putri Duke Edelstein hilang dan minta mereka untuk mengerahkan seluruh pasukan untuk melakukan pencarian secara menyeluruh,"
"Aku yakin mereka akan memenuhi permintaan hilangnya Asha,"
"Aku akan langsung mencari mereka, jika aku yang menemukan lebih dulu maka kamu tau kan kontrak di dalam tubuh kita saling terhubung jadi temukan aku dengan cara itu," ucap Edel dengan tatapan dingin langsung pergi ke luar gerbang dengan terburu-buru karena dia takut kehilangan Asha untuk kedua kalinya
Di sisi lain Asha telah berada di sebuah tempat yang kotor, bau dan berjeruji besi terlihat kalau tempatnya saat ini adalah ruang bawah tanah, di sebelahnya ternyata juga terlihat anak-anak yang masih terlihat kecil dan begitu kurus dari yang seharusnya anak-anak di usianya.
'Apakah mereka juga diculik? Atau di jual oleh orang tua mereka?' ucap Asha yang menatap anak-anak kecil yang begitu terlihat putus asa terhadap sebuah harapan
Tidak ada satupun lagi barang-barang yang dia bawa terlihat di tubuhnya bahkan pisau yang dia sembunyikan dengan baik juga tidak ada lagi di tempatnya, kemungkinan besar kalau semua itu diambil oleh perempuan tua yang menculik dirinya ke tempat ini. Penculikan yang sangat teliti ini sepertinya bukan orang-orang yang baru belajar tetapi orang-orang yang telah sering melakukannya.
'Aku harus berpikir sekarang bagaimana caranya aku bisa keluar dari tempat ini, kalau tidak ini sama saja dengan kematianku yang akan dibunuh oleh Ehan?'
'Tetapi yang berbeda hanya lokasi pembunuhannya saja,' ucap Asha di dalam hatinya dengan berusaha mencari solusi menggunakan kepalanya yang dingin
Di sisi lain Ehan dan Edel sedang berusaha sebaik mungkin mencari tau lokasi Asha saat ini.
"Asha, aku mohon jangan menghilang untuk kedua kalinya,"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
__ADS_1