
Asha yang masih berada di penjara itu hanya bisa menunggu sampai waktu yang tepat untuk keluar, dan ditemukan oleh para prajurit kerajaan timur tengah. Hanya sebuah harapan memang saat ini yang bisa dia lakukan dan berusaha meyakinkan anak-anak yang terlihat sangat putus asa dengan kehidupan mereka.
Bagi Asha yang memiliki kehidupan di kehidupan lalu berat, tentu pernah merasakan putus asa dan mengakhiri hidupnya tapi dia masih berpikir itu adalah hal yang sia-sia jadinya dia memikirkan sesuatu yang bisa membuatnya untuk terus bertahan, walaupun pada kenyataannya hidupnya tidak berada di dalam kebahagiaan tapi itu adalah hadiah yang tidak harus dilakukan dengan kematian.
Tiba-tiba dari itu terdengar suara pembicaraan kedua orang dan langkah kaki yang berada di balik pintu, suara seorang laki-laki yang sangat sopan kepada orang yang berbicara seperti sedang melakukan sebuah transaksi pembelian. Asha tentu menjadi semakin waspada terhadap situasi yang kemungkinan akan terjadi selanjutnya.
Tidak lama kemudian setelah terdengar keduanya senyap seperti selesai berbicara, pintu itu perlahan-lahan terbuka dan memperlihatkan seseorang laki-laki dengan perut yang gendut dan angkuh. Terlihat kalau dia sepertinya akan dibeli oleh laki-laki itu, Asha menjadi sangat waspada setelah melihat tatapan lurus dari laki-laki itu.
"Berikan perempuan itu kepadaku,"
"Terlihat sekali tubuhnya sangat bagus untuk dijadikan sebagai seorang istriku," ucap laki-laki itu sambil mengelus-elus kumis panjangnya
"Istri? Siapa yang mau bersama dengan orang jelek dan terlihat angkuh seperti dirimu?"
"Aku yakin kamu juga termasuk orang yang melakukan penggelapan dana kepada kerajaan milikmu bukan? Karena tidak mungkin ada orang yang bisa begitu terlihat tidak tau adat ke tempat hal terlarang di dunia ini," ucap Asha dengan lantang dan tatapan merendahkan kepada laki-laki itu karena dia sangat muak melihat orang yang hanya memandang fisik seseorang dan memperlakukannya sebagai mainan hidup untuk dijadikan sebagai mainan
Ucapan dari Asha tentu membuat laki-laki itu naik pitam kepadanya, dengan cepat laki-laki itu memberikan isyarat untuk mengeluarkan gadis itu dan memberikan cambuk kepada dirinya supaya Asha bisa memberikan hormat dan tidak berbicara sembarangan tentang dirinya
"PLASH..." suara cambuk yang begitu terdengar berulang kali membuat Asha kesakitan tetapi dia berusaha menahan rasa sakit yang dirasakan.
__ADS_1
"Lebih baik kamu memohon maaf saat ini selagi masih bisa perempuan j*Lang karena tidak akan ada yang membantumu,"
"Dan kamu pikir kamu bisa mempertahankan diri dari rasa sakit itu," ucap laki-laki gendut itu dengan tatapan merendahkan Asha
Asha malah semakin berani berbicara kasar kepada sosok laki-laki itu, karena dia merupakan seorang Edelstein yang tidak akan tunduk ataupun memohon kepada siapapun, tekadnya yang telah dibentuk sejak kecil itu tidak akan membuatnya melakukan hal-hal yang menjatuhkan harga dirinya. Jika sekarang hanya cambuk dulu dia hampir mengalami puluhan kali kematian karena berada di alam bebas dan tempat-tempat terlarang.
Hal gelap seperti ini tentu tidak akan diketahui oleh orang lain bahkan setiap Duke juga memiliki caranya sendiri mendidik para pewarisnya dengan cara kejam. Tidak peduli dengan dirinya yang masih anak-anak karena itu adalah tradisi yang telah lama dilakukan.
Sedikit demi sedikit darah-darah Asha sudah mulai menetes karena cambukan yang diberikan oleh laki-laki itu, hingga dirinya hampir juga lelah mempertahankan kesadarannya. Dalam pandangannya yang semakin lemah dan gelap terlihat ada seorang dua orang laki-laki berjalan ke arahnya dengan tatapan khawatir, karena sudah lega Asha menyerahkan semuanya kepada kegelapan itu.
"TANGKAP SEMUA ORANG YANG ADA DI SINI DAN SELAMATKAN ANAK-ANAK KECIL YANG BERADA DI JERUJI BESI ITU,"
Ehan yang melihat itu juga merasakan marah pada saat itu tapi pada saat ini dia harus membawa Asha kembali dulu, sebelum dia melampiaskan amarahnya kepada orang-orang itu. Sedangkan Edel harus memastikan kalau semua orang yang melakukan hal kejam dan jahat ini tertangkap semuanya jadinya dia akan membiarkan Ehan membawa Asha ke tempat yang aman.
Tidak ada satupun para penjahat yang terlihat berhasil lolos dari tangkapan pasukan timur tengah itu, semuanya di bawa ke kerajaan timur tengah karena kejadian itu masih berada di wilayah milik negeri timur tengah.
Urusan hukum akan ditangani oleh pihak negeri timur tengah hingga Ehan dan Edel tidak bisa banyak ikut campur ke sama masalah tersebut. Asha dibawa kembali juga ke istana milik negeri timur tengah dengan ditemani oleh Ehan dan Edel yang masing-masing berada di samping tempat tidurnya menantikan bangunnya putri tidur yang sedang tertidur lelap. Terlihat keduanya tidak ingin kehilangan perempuan yang hadir di hidupnya untuk yang kedua kalinya.
'Aku ada dimana?'
__ADS_1
'Apakah aku sedang bermimpi kembali sekarang? Dan kenapa Ehan dan Edel berada di ruangan yang sama? Mungkin ini mimpi mendekati kematian,' ucap Asha di dalam hatinya membuka matanya perlahan dan melihat kedua sosok laki-laki berada di depannya
"Asha, Syukurlah kalau kamu akhirnya sadar," ucap keduanya dengan kompak membuat Asha yakin kalau sepertinya dirinya saat ini telah berhasil keluar dari tempat yang begitu mengerikan itu karena menurutnya sangat mustahil jika mimpi menunjukkan keduanya berbicara seperti itu mengingat semua mimpinya adalah tempat menuju kematian.
"Asha, kamu tunggu di sini aku akan mengambilkan air untukmu," ucap Edel yang kemudian keluar ruangan untuk mengambil air tapi alasan yang sebenarnya dia ingin tau apa yang membuat Asha masih menatap laki-laki itu dengan tatapan yang rindu ketika dia baru bangun padahal laki-laki itu di kehidupan sebelumnya membunuh dirinya.
"Asha, aku tau mungkin aku masih berhutang maaf kepada dirimu karena perilaku yang kurang sopan aku lakukan di mansion,"
"Tapi itu semua terpaksa aku lakukan karena aku adalah tuan rum-"
"Aku telah tau itu, tidak perlu bersikap seperti orang yang ingin melakukan pengakuan dosa tapi kamu masih berhutang sesuatu kepadaku Ehan,"
"Sebuah penjelasan,"
"Aku tidak tau kamu akan mengerti atau tidak tentang permintaanku karena aku tidak ingin memaksa dirimu berbicara,"
"Jadi, pikirkanlah penjelasan apa yang aku minta dan katakanlah ketika nanti kita bertemu kembali,"
"Dan semoga kamu bahagia dengan gadis yang kamu cintai itu,"
__ADS_1
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée