
Ucapan Asha yang lantang memang tidak terdengar atau tersampaikan kepada orang-orang yang berlarian ataupun orang-orang yang berteriak panik, tetapi anehnya lemparan satu tombak itu ke depan pintu yang terbuka lebar membuat mereka semua yang masih berada di dalam ruangan terdiam dan berbalik arah ke kursi yang semula mereka duduki padahal awalnya mereka semua panik dan tidak bisa di tenangkan oleh seorang hakim yang sejak tadi mengetuk palu untuk menenangkan semua orang.
Gadis yang di duga pelaku itu tentu tidak senang dengan yang dilakukan Asha karena dianggap mengacaukan segala yang dia rencanakan.
"Apakah kalian yakin istana kerajaan ini benar-benar menyelamatkan kalian semua? Aku berani bertaruh kalau kalian akan mati di sini juga karena tertimpa reruntuhan bangunan jika para monster itu menabrak bangunan yang besar itu,"
"Sama saja kita mati juga bukan di tahan di tempat ini?" ucap nona Bleistift yang menjadi pelaku dengan tatapan yang polos seketika ucapannya itu membuat orang-orang kembali berpikir lagi dengan yang diucapkan
Ucapan yang begitu masuk akal dan membuat mereka kembali berteriak panik, Asha yang melihat ini tentu saja langsung menatap tajam ke arah sosok perempuan yang memancing emosi orang-orang dengan ucapan.
Diluar bangunan saat ini terjadi perang yang sangat besar antara para monster dan para knight yang sedang mempertahankan kerajaan, mereka yang tidak tau darimana asal para monster ini memutuskan untuk tidak banyak berpikir mengenai asal-usulnya terlebih dahulu karena saat ini ada ratusan sampai ribuan orang yang berada di dalam istana yang besarnya dua kali lipat atau tiga kali lipat mansion keluarga Duke yang paling besar.
Mereka semua bertarung sampai darah mereka berada di titik penghabisan hanya demi semua nyawa yang berada di dalam istana itu, di saat itu terlihat juga sosok Ehan yang baru keluar dari kereta kudanya karena khawatir dengan Asha yang berada di persidangan. Tapi terlihat di sana kalau bahaya yang terjadi ternyata sangat jauh dari yang dikatakan oleh firasatnya, karena tempat ini sekarang sangat-sangat berbahaya.
"Tuan, lebih baik sekarang kita kembali karena tempat ini sangat berbahaya untuk anda yang belum pulih dan belum bisa berjalan apalagi memegang sebuah pedang," ucap kepala pelayan yang mendampinginya untuk pergi ke kerajaan
__ADS_1
Ehan terdiam dan kesal karena tidak bisa melakukan sesuatu, walaupun dia memiliki pasukan bayangan dibelakangnya yang bisa dikerahkan kapan saja oleh dirinya. Tidak banyak yang dia bisa lakukan memang saat ini karena kondisinya yang masih sangat parah.
"Aku tidak akan pergi dari sini, karena Asha ada di dalam gedung pastinya dia sedang menunggu," ucap Ehan dengan tatapan dingin dan tangan yang menggenggam erat kursi rodanya
Ucapan itu otomatis membuat kepala orang yang ada di sebelahnya sakit kepala karena sikap yang keras kepala dari atasannya tidak bisa di redakan. Kepala pelayan itu kemudian memberikan isyarat kepada pengawal bayangan untuk segera menyelesaikan para monster yang jumlahnya bisa mencapai belasan monster.
"Tuan, para pengawal bayangan yang akan menyelesaikannya jadi anda tidak perlu melakukan hal yang membuat pemulihan anda terganggu,"
"Kalau pemulihan anda terganggu, anda akan sangat sulit nanti menghabiskan waktu bersama dengannya," ucap kepala pelayan itu dengan tatapan yang khawatir kepada tuannya yang terlihat masih keras kepala, tetapi setelah ucapan darinya laki-laki itu kembali berpikir dan memutuskan untuk menyuruh bawahannya bergerak sedangkan dia ingin tetap berada di tempat dengan alasan setelah selesai mengurus monster-monster itu, dia ingin langsung bertemu dengan Asha
Kembali ke tempat dimana Asha berada, saat ini suasana menjadi sangat kacau dan pertengkaran antar mulut terdengar seperti pasar yang sedang melakukan tawar-menawar, tapi kali ini bukan tawar-menawar yang terjadi melainkan keinginan mereka yang bertentangan tentang apa yang harus mereka lakukan saat ini di ruangan sidang itu.
Apakah mereka akan keluar menuju ke luar istana atau berada di dalam ruangan sidang yang jendelanya sendiri juga menghadap ke arah luar istana, yang bisa saja kaca itu pecah atau monster itu terbanting ke arah bangunan itu. Raja dan pangeran kerajaan tentu tidak akan ikut ke dalam persidangan karena mereka sudah seharusnya mereka bekerja di tempat masing-masing dan tempat mereka jauh dari aula istana ataupun ruangan persidangan apalagi halaman istana yang menjadi tempat para knight bertarung dengan para monster, oleh karena itu diserahkan semua urusan di persidangan dengan keluarga Duke.
Sampai keadaan belum berada di keadaan yang paling mendesak para jenderal kerajaan tidak akan memanggil atau melaporkan keadaan kepada atasan mereka, karena itulah Edel tidak mengetahui situasi yang sedang terjadi. Sebab sibuknya dirinya yang mengurus pekerjaan yang ada di istana. Asha masih berusaha berpikir apa yang harus dia lakukan dan dia katakan untuk menenangkan semua orang yang berada di ruangan sidang ini, karena dia sendiri merasa tidak bisa menyangga ucapan yang dikatakan oleh perempuan itu.
__ADS_1
"Kataku lebih baik mati di timpa dengan bangunan yang runtuh dibandingkan mati karena lari keluar yang bahayanya bisa tiga kali lipat dari kematian yang masih memiliki tubuh sampai hanya menyisakan nama saja,"
"Dan juga setidaknya aku masih memiliki waktu beberapa jam untuk hidup di sini dibandingkan diluar, karena ketika aku keluar nyawaku bisa saja langsung hilang tanpa aku sadari," ucap Grace dengan lantang hingga mengalahkan suara-suara yang berisiknya seperti di kegiatan tawar-menawar pasar
Semua orang terdiam ketika mendengar ucapan dari Grace yang begitu lantang dan bisa dibilang bangsawan di dalam ruangan ini adalah orang yang muda terhasut atau labil dimata Asha, Asha yang melihat ini merasa ragu dengan masa depan kerajaan ini jika orang-orang ini sangat mudah di pengaruhi seperti ini apalagi takut dengan yang namanya kematian itu sendiri. Bagaimana bisa dengan kesetiaan kepada raja dan negeri ini nantinya?
"Yang di ucapkan itu memang ada benarnya,"
"Keluarga Duke memang selalu menjadi orang yang bijak ya,"
"Mereka sangat memikirkan keselamatan kita semua saat ini," ucap orang-orang itu dengan berbisik-bisik satu sama lain tapi itu menurut Asha bukalah sebuah bisikan tetapi memang mereka sengaja melakukannya untuk di anggap sebagai sosok orang yang mungkin akan di ingat jasanya di masa depan oleh keluarganya
"Walaupun ini adalah tipuan atau sikap yang palsu,"
"Tidak apa deh, yang penting nyawa mereka semua selamat,"
__ADS_1
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée