
Pertanyaan yang dilontarkan oleh Asha cukup membuat keheningan sementara, tidak ada jawaban dari Ian, Dain, maupun Grace mengenai sosok laki-laki itu. Yang berarti mereka terlibat sebuah pertengkaran hingga membuat ketiganya tidak bisa menjawab pertanyaan yang begitu sederhana.
"Aku mengerti, pasti karena masalah yang terjadi kemarin bukan?"
"Jika itu adalah masalahnya maka kita akan lebih baik melupakannya karena aku baik-baik saja dan pasti ini hanya kesalahpahaman," ucap Asha dengan senyuman lembut tetapi itu tidak membuat Ian, Dain dan Grace bereaksi kalau semuanya akan baik-baik saja
Sedangkan pangeran yang melihat kejadian ini, langsung memutuskan untuk kembali ke istana karena dia merasa kalau tidak baik ikut campur di urusan yang saat ini sangat jauh dari yang akan dibahasnya dengan Asha.
"Asha, kamu harus tau kalau dia tidak membela dirimu sama sekali tapi dia sangat mencintaimu,"
"Bukankah itu artinya dia hanya mempermainkan perasaan yang kamu miliki?"
"Dia mengatakan kalau dia benar-benar mencintai dirimu bahkan dia terkejut kalau kamu sampai tidak menerimanya sebagai seorang tunangan dari Duke Aelfraed,"
"Tapi sebagai seorang ketua asosiasi perdagangan informasi Caius Vil," ucap Grace dengan tatapan kesal sambil melipat kedua tangannya tanpa memperdulikan fakta kalau dia telah membeberkan informasi yang seharusnya dia simpan supaya Asha tetap mencintai dirinya walaupun harus menjadi orang lain
Asha yang mengetahuinya terkejut, karena selama ini artinya perasaan dan alur di dalam cerita novel tidak pernah berubah. Dan Ehan selama ini bermain-main dengan Asha menggunakan pertunangan kontrak yang tujuan utamanya adalah menghindari Ehan.
"Kamu sedang bercanda denganku bukan Grace?" ucap Asha yang menggigit bibirnya tidak percaya
"Asha, kami semua tidak mungkin berbohong tapi jika kamu tidak ingin percaya dengan kami tidak masalah,"
"Yang penting kami telah memberi tau dirimu sebuah kebenaran sebelum kamu terjerumus ke dalam perasaan yang lebih jauh karena saat ini Ehan dekat dengan nona keluarga Bleistift," sambung Ian sambil menggelengkan kepalanya karena dia tau Asha tidak akan mudah percaya jika hanya mendengarkan dari ucapan orang lain
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita lupakan saja masalah itu? Karena hari ini adalah hari terakhir kita berkumpul bersama, kedepannya akan sangat sulit bagi kita bertemu,"
"Aku dengar kamu akan pergi ke timur tengah di saat bersamaan kami pergi ke akademi apakah itu benar?" tanya Dain yang berusaha mengalihkan pembicaraan karena ini adalah hari terakhir Asha dan teman-temannya bertemu
Mulai besok Asha dan teman-temannya akan berada di jalan yang berbeda karena kewajiban yang harus mereka jalani sebagai seorang bangsawan. Asha dan ketiga temannya berbincang-bincang sampai lupa kalau sore telah tiba yang berarti mereka akan mulai berpisah dari saat ini karena jalan yang harus mereka tempuh.
Di dalam kamar Asha terpikirkan sesuatu mengenai pembicaraan yang dilakukan oleh ketiganya di ruang kumpul. Seperti biasanya ketukan di jendela tiba sosok laki-laki yang dikatakan sebagai tunangan kontraknya datang.
Pada saat yang tepat untuk Asha memastikan siapa sosok laki-laki yang menjadi tunangan kontraknya, karena dia juga mengingat surat seharusnya diterima oleh Caius, tetapi surat itu berada di atas meja kerja Ehan. Membantah fakta kalau Ehan adalah sepupunya, membuat Asha menjadi percaya kata-kata itu, tapi kali ini dia telah mendengarkan ucapan dari Grace dan kedua temannya yang lain yang ingin membuatnya tau tentang fakta yang lebih jelas mengenai Caius dan Eha adalah orang yang sama.
Dibukanya pintu kaca balkon, terlihat kali ini sosok laki-laki itu menggunakan tudung untuk menutupi dirinya menyelinap bertemu dengan Asha. Terlihat raut wajah Asha yang dingin kali ini membuat Caius berpikir apa kesalahan yang telah dia lakukan. Akan tetapi Asha masih membiarkan dia masuk yang artinya Asha masih membiarkan dia berbicara dengannya.
"Caius, aku memiliki pertanyaan untukmu,"
"Kamu bukankah tidak memiliki hewan peliharaan sejak kecil, walaupun kamu menginginkan orang tuamu melarangnya karena kamu masih kecil dulu,"
"Sampai kamu menangis dan berguling ke kiri dan kanan pun orang tuamu tetap tidak mengizinkannya," ucap Caius dengan senyuman membuat Asha terkejut karena jawaban yang dijawab oleh Caius begitu tepat dan itu seharusnya tidak di ketahui oleh orang luar seperti Caius
Satu fakta ini membuat Asha yakin kalau semua yang dilakukan selama ini kepadanya hanyalah permainan yang dilakukan oleh Ehan karena telah menolak pertunangan yang diajukan resmi oleh keluarganya.
"Caius Vil, mari kita selesaikan kontrak kerja kita,"
"Kamu tidak perlu khawatir tentang bayaran karena aku akan langsung membayarnya sekarang," ucap Asha dengan tatapan dingin sambil mencari surat lembaran kontrak yang pernah di buat kedua belah pihak dan sejumlah uang yang telah lama dia siapkan lama oleh Asha untuk hal ini
__ADS_1
Caius yang mendengarkan ucapan tentang pembatalan kontrak itu membuatnya membulatkan matanya, karena merasa kalau dia telah membuat kesalahan yang sangat besar hingga membuat Asha tidak puas bertunangan kontrak dengannya.
"Asha, bisa jelaskan alasan kenapa kamu ingin membatalkan pertunangan kontrak denganku?"
"Karena aku membutuhkan alasan yang jelas jika aku melakukan kesalahan," ucap Caius dengan wajah yang seperti kucing yang ditelantarkan oleh pemiliknya
"Kenapa aku harus mengatakannya kepadamu? Hubungan kita tidak hanya sebatas kertas kontrak,"
"Dan juga tidak ada yang tidak memuaskan semuanya sempurna hanya saja aku merasa aku bosan dan ingin mengakhiri ini,"
"Untuk masalah orang tuaku, sementara ini mereka tidak akan bertanya apapun mengenai pertunangan karena aku akan pergi selama enam bulan ke negeri timur tengah," ucap Asha dengan tatapan dingin sambil meletakan sebuah gulungan dan uang di atas meja kemudian duduk kembali dengan kaki yang menyilang
Ucapan Asha membuat Caius merasa tertampar kepada kenyataan karena Asha pada kenyataannya memang hanya menginginkan pertunangan kontrak hanya untuk menghentikan keinginan orang tuanya yang terus meminta pertunangan Asha. Tapi kali ini orang tuanya tidak lagi menanyakan ataupun mendesak hubungannya, jadi tidak akan dilakukan oleh Asha pertunangan kontrak itu lagi pikir Caius memang itu alasan yang masuk akal, jika memang itu yang menjadi alasannya.
Dengan berat hati Caius merobek kertas kontrak itu dan menerima uang itu, yang artinya dia telah bebas dari Caius atau Ehan saat ini. Anehnya perasaannya menjadi terluka atau sesak, karena melihat Caius membatalkannya tapi dia tidak ingin menunjukkannya dengan tatapan tegar, Asha membuka pintu kaca balkon dan memintanya untuk keluar dari kamarnya.
"Sebenarnya ini perasaan yang salah atau benar?"
"Kalau benar kenapa aku merasa sesak? Kenapa aku dipermainkan oleh alur novel itu?"
"Pada kenyataannya kita tidak bisa bersama bukan?"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
__ADS_1