
Sosok laki-laki yang terlihat begitu lembut dan cantik membuat Asha merasa kalau dirinya mungkin akan kalah jika harus bertanding kecantikan dengan laki-laki di depannya. Tampak terlihat sosok laki-laki yang berada di depannya terlihat sangat mengenalnya dengan baik melalui tatapan itu.
"Kamu pasti bingung bukan dengan siapa aku yang ada di depanmu?" ucap laki-laki itu dengan senyuman yang tipis ke arah Asha yang kebingungan
Laki-laki itu kemudian bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Asha, di ulurkan tangan laki-laki itu ke hadapan Asha. Tiba-tiba muncul sebuah surat yang tidak asing untuk Asha, surat itu adalah surat yang pernah dia kirimkan kepada sosok laki-laki yang sering mengirimkannya berbagai macam hadiah.
Dia sempat berpikir kalau itu adalah pemberian dari Ehan, tapi hanya beberapa yang menurutnya dipilihkan oleh Ehan yaitu semua barang-barangnya yang tidak pernah didapatkan oleh Asha Edelstein di dalam novel jadinya dia akan pura-pura tidak mengetahuinya.
Sedangkan ada banyak sekali barang yang dikirim selain itu dan itu kadang adalah barang yang tidak ada di dunia ini misalnya pena yang mudah digunakan, aksesoris yang terlihat modern dan beberapa jenis alat kecantikan yang tidak ada di dunia saat ini dia tinggal.
"Jadi anda adalah orang yang mengirimkan surat itu kepadaku? Aku tidak menyangka kalau akhirnya aku bertemu dengan orang yang mengirimkannya," ucap Asha dengan senyuman lega karena merasa salah satu keinginannya terpenuhi
Asha melihat ke arah sekitarnya, dan tidak lama kemudian dia melihat ke arah langit, yang tidak terlihat ada matahari untuk menerangi.
"Apakah aku telah mati? hingga ada di tempat seperti ini," ucap Asha dengan tatapan serius ke arah laki-laki yang berada di depannya
Laki-laki di depannya terdiam menatap Asha kemudian tertawa yang membuat Asha merasa kebingungan dan kesal dengan keadaan ini.
"Tentu saja tidak, karena ini hanya mimpimu,"
"Aku belum bisa bertemu denganmu karena ada pekerjaan yang masih harus aku lakukan di sini," ucap laki-laki berambut panjang itu dengan senyuman lembut ke arah Asha
__ADS_1
"Sepertinya waktu kita telah habis, aku harap lain kali kita bisa bertemu dengan keadaan waktu yang lama,"
"Ini hadiah untuk dirimu hari ini," ucap laki-laki itu sambil meletakkan hadiah di atas tangan Asha dengan senyuman
Tiba-tiba Asha melihat cahaya yang sangat terang dan membuatnya membuka matanya tersadar dari sesuatu, terlihat dia sedang berada di suatu ruangan yang mungkin adalah kamar yang akan dia tinggali selama di akademi, di depannya juga ada sesosok laki-laki yang wajahnya tidak asing untuk Asha seperti sedang menanti dirinya untuk bangun tapi malah sosok laki-laki itu tertidur.
Memang sedikit menusuk rasanya jika dia melihat orang yang tidak ingin dia lihat dan sangat ingin dihindari berada di depannya saat ini tertidur. Jelas sekali pada saat itu dia telah mengatakan hal yang kasar kepada laki-laki itu, tetapi dia malah masih ingin menjaga dirinya.
Di elusnya pelan rambut laki-laki di depannya dengan senyuman pahit tanpa tau kalau laki-laki di depannya mungkin saja bisa terbangun, karena perilakunya kepada laki-laki itu.
"Apa benar ya rambutnya sehalus ini?" Gumam Asha dengan senyuman pahit
"Aku bingung sebenarnya kamu kenapa begitu egois kepadaku? Kamu mengatakan kalau kamu cinta tapi kamu juga memperlakukan perempuan itu dengan baik,"
"Ehan, kadang-kadang kamu masih ingin peduli denganku apa karena kamu pernah menyesal menolak aku? Atau kamu menyesal karena aku pernah mirip dengan seseorang yang kamu sesali?" gumam Asha yang masih menatap laki-laki itu tapi saat ini dengan air mata yang mengalir
Tentu saja laki-laki itu mendengarkan semua ucapkan yang di gumam oleh Asha sejak dia tersadar karena di elus dengan pelan oleh Asha. Dia tidak langsung bangun karena penasaran dengan ucapan yang di ucapkan oleh Asha, tapi karena Ehan merasakan kalau suara Asha serak seperti menangis.
Dengan cepat dia bangun dari pura-pura tidurnya dan memeluk Asha untuk menenangkan dirinya, Asha yang merasa kepergok seperti ketahuan mencuri tentu saja malu sisi buruknya dilihat dari orang lain lagi.
"Asha, maafkan aku jika aku sering kasar kepada dirimu dan memaksa dirimu,"
__ADS_1
"Aku memang orang yang egois karena aku takut kehilanganmu untuk kedua kalinya akibat dari penyesalanku," ucap Ehan dengan tatapan khawatir dan rindu kepada Asha
Akan tetapi ucapan dari Ehan membuat Asha tersadar, dan kebingungan apa yang dimaksud dengan kedua kalinya? Apakah dia pernah bertemu Ehan di kehidupan sebelumnya? Asha kemudian mendorong Ehan sedikit untuk membuat jarak dan berbicara.
"Ehan, kamu bilang kedua kalinya? Apakah kamu dan aku pernah memiliki hubungan sebelumnya? Apa yang membuat dirimu menyesal dan mencintai aku karena cinta?" tanya Asha dengan tatapan yang menginginkan kepastian dan perasaan khawatir akan cerita yang mungkin akan menampar dirinya nanti
"Tolong katakan dengan jujur kepadaku Ehan,"
"Supaya aku bisa mengetahui apa yang sebenarnya kamu tulus atau karena rasa penyesalan,"
"Dan aku yang akan menentukan apakah aku bisa meluruskan hati ini kepadamu atau tidak," ucap Asha dengan desakan kepada Ehan yang menatap Asha dengan tatapan ragu
Kemudian dengan helaan nafas panjang dan perasaan yang takut kehilangan Asha, Ehan mulai menceritakan setiap detail cerita yang merupakan isi dari novel yang pernah Asha tulis di kehidupannya sebelumnya.
Diceritakan seorang anak laki-laki bangsawan dengan gelar Duke yang dijodohkan atau di tunangan kan oleh putri yang juga berasal dari keluarga bangsawan dengan gelar yang sama. Suatu hari seorang anak laki-laki dari keluarga bangsawan itu di undang untuk hadir ke mansion milik keluarga putri yang bertunangan dengannya.
Di hari itu terlihat sekali sosok gadis itu berlari ke arah anak laki-laki itu untuk memberikan penghormatan saat datang ke mansion dan terlihat dari tatapan sang gadis menatap anak laki-laki itu dengan penuh cinta, tapi anak laki-laki itu hanya menganggap itu semua hanya sesaat saja karena semuanya pasti karena keluarganya dan keluarga putri itu ditunangkan.
Di saat yang bersamaan anak laki-laki itu juga menyukai seorang gadis dari keluarga Baron, karena gadis itu sering dibawa oleh orang tuanya saat pergi ke mansion Duke. Tentu itu membuat anak laki-laki itu jadi sering bertemu dengan gadis itu.
"Tuan, bagaimana kalau kita bermain bersama?"
__ADS_1
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée