
Cerita yang diceritakan oleh Asha memang sedikit tidak bisa dipercaya, tetapi dia sendiri juga melakukan reinkarnasi dan menggunakan jasa para iblis untuk melakukan reinkarnasi ini dengan imbalan yang sangat setimpal untuknya yang hanya ingin melihat Asha dan melindunginya dari kesakitan. Mungkin terdengar gila, tapi dia memang orang yang nekat untuk Asha yang memberikan dirinya cahaya di masa kecilnya ketika hanya ada banyak orang-orang yang menggunakan topeng ketika berbicara kepadanya.
Edel tidak mungkin untuk menceritakan hal tersebut kepada Asha karena mungkin dia akan meminta penjelasan mengenai mimpinya lebih detail kepada Edel nantinya.
Yang ada dia malah menambah luka kepada Asha bulan untuk memberikan hal-hal yang membuat Asha merasa lebih buruk.
"Asha, jika kamu butuh sesuatu maka aku akan melakukannya untukmu semampuku,"
"Jika memang ada yang ingin kamu lakukan," ucap Edel dengan senyuman kepada Asha yang sedang asik kepada cemilan yang di sediakan, kemudian di jawab dengan sebuah senyuman dan tatapan yang ceria oleh Asha
Setelah keduanya asik berbincang tanpa sadar waktu telah sangat larut dan acara pesta sebentar lagi berakhir yang membuat keduanya harus masuk ke dalam aula pesta, seketika para bangsawan yang melihat keduanya berjalan langsung membicarakan Asha yang masuk dengan Edel terlihat layaknya sepasang kekasih.
Akan tetapi dari sini Nona Bleistift merasakan tidak senang, karena menurutnya harusnya dia yang menjadi topik pembicaraan yang sangat populer dengan Ehan sebagai sepasang kekasih. Walaupun tidak terlihat Ehan perhatian dengan dirinya tapi pembicaraan publik adalah kebenaran yang terlihat.
Asha dengan cepat pulang ke mansion lebih dulu sesaat, setelah sang raja mengumumkan kalau pestanya berakhir karena dia merasa kalau dia telah lelah dengan situasinya dengan Ehan dan semua tatapan para bangsawan yang begitu tajam kepadanya.
"Akhirnya aku bertemu dengan tempat tidurku yang begitu empuk," ucap Asha dengan senyuman bahagia ketika bisa langsung merebahkan dirinya setelah selesai membersihkan dirinya
Malam itu Asha merasakan kalau itu adalah malam yang sangat singkat karena pada saat dia bangun dia harus bersiap-siap untuk berangkat ke akademi dari mulai pakaian hingga semua keperluannya nanti semuanya harus di siapkan dalam perjalanan. Orang tuanya tentu khawatir dengan keadaan putrinya yang hampir sama sekali tidak berada di mansion sama sekali, tapi perjalan kali ini orang tuanya tidak terlalu khawatir karena Asha bisa dititipkan kepada salah seorang guru yang pernah mengajarinya saat belajar mandiri di mansion pada saat dia masih kecil.
Setelah makan siang selesai Asha langsung berangkat ke akademi dengan kereta kuda. Perjalanan tiga hari dua malam berhasil di tempuh olehnya tanpa banyak hambatan yang terjadi kepadanya, sesampainya di sana dia telah ditunggu oleh seluruh murid akademi yang membuat mereka penasaran siapa sosok perempuan yang membuat kepala akademi yang tidak pernah muncul saat berbagai acara dan orang-orang penting datang, tapi malah menyambut seorang gadis secara langsung tanpa banyak memiliki alasan.
__ADS_1
"Asha selamat datang di akademi terbaik di negeri barat,"
"Sudah lama tidak bertemu denganmu dan sekarang kamu sudah sangat besar ya,"
"Bibi ini sangat rindu kepadamu," ucap seorang perempuan yang langsung memeluk Asha tanpa memikirkan keadaan orang-orang yang berada di sekitar menatap ke arah mereka berdua
Asha sendiri tentu merasakan tidak enak dan malu di pandang seperti itu oleh para murid akademi yang penasaran ditambah lagi saat ini dia malah di peluk di depan umum dimana banyak siswa-siswi akademi yang memperhatikan dirinya.
"Bibi, bisakah kamu melepaskan aku sekarang dan masuk ke dalam akademi langsung?"
"Kita sedang berada di depan gerbang dan menjadi pusat perhatian," ucap Asha dengan tatapan kesal kepada orang yang berada di depannya sedang melakukan hal yang seenak jidatnya
"Kamu sudah besar jadi semakin pemberontak dan tidak ingin disayang ya, aku jadi semakin khawatir dengan masa depanmu," ucap perempuan di depannya dengan air mata yang dramatis
Asha tanpa lama berjalan dengan cepat melewati para siswa-siswi yang berbaris rapi untuk menyambutnya, sampai terlihat seorang gadis yang dia kenali jatuh di depannya karena mungkin di dorong atau tersandung oleh orang-orang yang berbaris. Hal ini membuatnya yang tidak ingin berurusan dengan gadis itu, malah membuat dirinya terlibat dan membantunya.
"Apakah kamu tidak apa-apa nona Bleistift? Kamu sebaiknya lebih berhati-hati kalau selalu terjatuh seperti ini," ucap Asha yang sambil mengulurkan tangan, tapi tiba-tiba uluran tangan itu di tepis oleh sekelompok orang yang berdiri berada di depan nona Bleistift
"Orang seperti dirimu tidak pantas untuk menolong nona Bleistift, kami pernah dengar kalau kamu pernah mendorong dirinya dan tidak tulus untuk membantunya,"
"Jadinya lebih baik kamu menjauh dari sini dan tidak perlu menolong saja sekalian," ucap salah seorang siswa-siswi yang berdiri di depan nona Bleistift itu
__ADS_1
Asha tentu saja menjadi ingat terakhir kali kejadian seperti ini pernah terjadi tapi berbeda versi, semua siswa-siswi menjadi memperhatikan pusat pertengkaran itu karena menurutnya ini adalah hal yang menarik untuk dibicarakan dan di lihat. Asha kemudian menghela nafas panjang untuk mengurai sedikit emosinya saat berbicara nantinya.
"Apa kamu yakin kalau aku yang mendorongnya? Apakah kamu memiliki bukti jika pada saat itu aku adalah orang yang mendorongnya di saat aku mengeluarkan tangan ke arahnya?"
"Apakah kamu yakin itu adalah benar jelas terjadi seperti itu terjadi? Apakah masalah ini sama terjadi seperti masalah yang terjadi pada saat itu?" ucap Asha dengan hujanan pertanyaan kepada salah seorang dari kumpulan siswa-siswi yang melindungi nona Bleistift itu
Tentu mudah untuk seorang Asha melakukan hal semacam ini karena dia sering melihat Grace yang melakukan adu berbicara dengan banyak bangsawan lain, hingga membuatnya mempelajari skill yang sebenarnya tidak terlalu berarti.
"Nona Bleistift tidak mungkin mengatakan sebuah kebohongan kepada orang-orang seperti kami, karena dia adalah salah satu utusan dari para dewa," ucap salah seorang siswa-siswi itu lagi hingga membuat Asha tertawa kecang dengan ucapan itu
Semua siswa-siswi di sana tentu menjadi kebingungan dengan tawa yang diberikan oleh Asha kepada sekelompok orang yang melindungi nona Bleistift itu.
"Maafkan aku jika aku tertawa, karena itu adalah ucapan yang sangat lucu sejak perjalanan aku ke akademi,"
"Sangat jarang mendapatkan pembicaraan yang lucu," ucap Asha dengan tatapan dingin ke arah sekelompok orang-orang itu, kemudian Asha memberikan sebuah pertanyaan yang membuat sekumpulan orang itu malu dan terdiam
"Utusan dewa? Tidak pernah terdengar sama sekali ada turunnya Wahyu dari kuil yang menyatakan kalau seorang utusan dewa telah turun?"
"Dan bukankah kalau dia adalah utusan dewa dia seharusnya berada di kuil atau tempat-tempat sosial? Dan seorang utusan dewa harus memiliki kekuatan cahaya tetapi bukankah dia tidak memilikinya?"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée
__ADS_1