
Grace dan kedua teman lainnya terdiam sejenak untuk memastikan tidak salah apa yang mereka dengar, Ehan yang melihat ketiganya terdiam dengan tatapan terkejut atau kebingungan mengucapkan sekali lagi permohonan maafnya kepada ketiga orang yang berada di depannya. Ketiga orang di depannya masih mencoba memahami apa yang sebenarnya di ucapkan oleh laki-laki yang selalu bersikap dingin dan tidak pernah menundukkan kepalanya atau meminta maaf kepada siapapun karena dia tidak pernah memiliki perasaan bersalah kepada siapapun.
"Ini sedikit menyeramkan, apakah otakmu telah terkena benturan?"
"Jika memang benar tolong periksa dulu kepalamu karena aku tidak ingin menerima maaf karena otak orang yang tidak benar-benar baik-baik saja," ucap Grace pelan dengan tatapan merinding dan mundur beberapa langkah kebelakang kedua orang yang berada di belakangnya
Untuk Grace yang melihat orang angkuh ini membuatnya menjadi merinding karena dia sangat ingat di kepalanya dengan jelas, kalau orang ini tidak pernah memiliki hati kepada siapapun. Hanya terbentur jawaban yang mungkin bisa dijadikan alasan permintaan maaf dari laki-laki di depannya dengan suara atau nada yang merasa bersalah.
"Grace, kalau laki-laki ini habis terbentur maka dokter tidak akan membiarkan dia menggunakan kursi rodanya untuk menemui kita bertiga," ucap Dain dengan tatapan dingin menatap sosok gadis yang berada di belakangnya karena berpindah merasa merinding
"Ehan, kami tau kamu merasa bersalah tapi karena apa kamu meminta maaf kepada kami?"
"Karena semua kesalahan pasti ada alasannya untuk meminta maaf, ini bukan berarti aku tidak akan memaafkan dirimu karena kamu meminta maaf,"
"Hanya saja alasan yang bisa membuatku dan yang lainnya memaafkan dirimu apa?" tanya Dain yang merasa memerlukan kejelasan dari apa yang dimaksud dari Ehan untuk menerima kata maafnya
__ADS_1
Dengan kepala tertunduk dan helaan nafas panjang dari Ehan, dia berusaha mengucapkan kata-kata yang hampir mungkin tidak bisa di keluarkan dari tenggorokannya.
"Kesalahanku adalah karena tidak membela Asha yang bersikap baik karena niat membantu,"
"Aku tau karena itu kalian mulai ikut menjauhiku dan menganggap aku adalah orang yang tidak memiliki pemikiran atau perasaan yang logis atas kejadian itu,"
"Tetapi aku juga pada saat itu tidak bisa mengatakan alasanku secara langsung membela dirinya, karena kalau aku membela Asha,"
"Otomatis kita akan dianggap melakukan penindasan kepada bangsawan yang memiliki tingkat yang lebih rendah atau mudah ditindas," ucap Ehan dengan kepala yang tertunduk dan terbata-bata membuat Grace, Ian dan Dain saling menatap dan terdiam
Hening lagi sebentar suasana di sekitar mereka bertiga, karena mereka kini harus berpikir tentang ucapan yang baru di lontarkan oleh Ehan, benar tidaknya ucapan yang diucapkan oleh Ehan kepada mereka bertiga. Setelah beberapa menit berlalu, Ian berjalan maju ke arah Ehan dan menarik pakaiannya kemudian memukul laki-laki di depannya.
"Kamu seharusnya menyelesaikan kesalahpahaman ini sejak awal bukannya ketika gadis itu berada di penjara dan Asha tertidur di atas kasur dalam waktu yang lama,"
..."Kami semua sangat berharap kamu membalikkan badan atau menarik lengan kami dan menjelaskan yang terjadi saat itu, tapi kamu malah mengecewakan kepercayaan kami semua di hari itu juga," ucap Ian dengan tatapan kesal...
__ADS_1
Jelas jika Ian marah kepada Ehan karena dia adalah satu-satunya teman yang paling dekat dan menurutnya sangat berharga, dibandingkan dengan Dain atau laki-laki bangsawan yang lain, dia lebih dekat kepada Ehan karena sangat nyaman bertukar pendapat atau pikiran ketika mereka memiliki hal yang dibahas serta Ehan tidak pernah menganggap dirinya aneh saat membahas suatu topik pembicaraan yang rumit. Hal itu lah yang membuatnya bertemu para calon pewaris keluarga Duke lainnya, seperti Asha, Grace dan Dain.
Dain yang melihat itu dari jarak beberapa langkah dari Ian tidak membantu malahan membiarkan Ian melakukan sesuka hatinya, karena dia juga tau kalau Ian adalah sahabat akrabnya Ehan dan lebih mengenal sosok Duke yang memiliki pasukan pertahanan terbaik di barat, walaupun Grace membisik ke arah Dain untuk menghentikan keduanya kalau tidak mungkin saja Ehan bisa mati karena di pukul oleh Ian lagi nantinya.
"Maafkan aku," ucap Ehan setelah merasa kalau dia harus berbicara karena Ian diam saja tidak bergerak setelah memukul dirinya
"Minta maaf satu kali lagi maka aku akan memukul dirimu lagi sampai kali ini salah satunya berdarah," ucap Ian dengan tatapan dingin membuat orang di depannya terkejut karena telah di maafkan begitu saja oleh Ian sedangkan Grace dan Dain masih diam dan menatap kedua orang itu kembali menjadi teman
Tiba-tiba saja ketukan pintu datang membuat Grace yang awalnya ingin berbicara terpotong, ketukan pintu itu adalah ketukan yang memberikan informasi kepada Ehan kalau Asha telah sadar dari pingsannya dan saat ini sedang berada di tempat tidur. Sontak Grace yang mendengarkan itu langsung meneteskan air mata tanpa aba-aba, karena merasa lega karena sahabat satu-satunya ini telah sadar dari tidurnya. Dengan cepat Grace langsung berlari ke arah koridor menuju ke arah kamar yang ditempati Asha di mansion Aelfraed.
Terlihat sesosok gadis yang sedang duduk membaca sebuah buku dengan tatapan terkejut sekaligus sebuah senyum tipis ke arah sosok perempuan yang membuka pintu di susul oleh Dain, Ian dan Ehan. Dalam hal ini Asha merasa sedikit bersyukur karena dirinya masih hidup karena tidak akan bisa dia bayangkan kalau dirinya akan mati dengan cara konyol dan reinkarnasi lagi kalau itu terjadi kembali.
Pelukan hangat yang langsung dilakukan oleh Grace dan senyuman hangat yang ditunjukkan oleh teman-temannya yang merindukan dirinya terutama Ehan membuat dirinya merasa sedikit bersyukur tentang apa yang terjadi. Walaupun dia tidak yakin apa yang sebenarnya telah terjadi selama dia bangun tapi jika semuanya kembali itu akan menjadi sangat bagus untuk mereka yang saat ini telah berkumpul kembali, biarpun dia tidak yakin dengan perasaannya saat melihat sosok laki-laki yang telah bangun dari tidur panjangnya hanya senyuman kepada dirinya yang bisa dia tunjukkan saat ini karena teman-teman berharganya berada di tempat ini.
"Asha, aku sangat bersyukur kamu baik-baik saja,"
__ADS_1
"Kalau saja aku membantu dirimu, mungkin kamu tidak perlu repot-repot untuk tidur di atas kasur saat ini,"
Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée