Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée

Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée
Bab 27 Dia akan menyukai aku


__ADS_3

Ehan yang tiba-tiba pergi dari kafetaria meninggalkan putri keluarga Baron itu membuat orang-orang di sana membicarakan tentang keharmonisan kedekatan keduanya, terutama Grace dan kedua temannya merasa sangat puas dengan orang-orang yang membicarakan hubungan keduanya yang terlihat tidak akur atau perhatian karena Ehan yang meninggalkan nona Bleistift yang beru saja duduk di sana.


"Sepertinya putri keluarga Baron tidak pedulikan lagi ya," ucap Grace dengan lantang hingga membuat gadis itu kesal dan di dengarkan oleh orang-orang yang berada di sekitar meja itu


Kesal dan malu di terima oleh gadis itu membuatnya pergi dari kafetaria dan pergi menuju ke asramanya. Masuknya dia ke dalam kamarnya terlihat sebuah cermin di depannya.


"Katamu dia akan menyukai aku dengan aku bersikap baik,"


"Apakah kamu sedang bercanda denganku? Sihir itu sama sekali tidak terlihat bisa membuat dia jatuh cinta kepadaku,"


"Yang ada saat ini dia pergi entah kemana meninggalkan aku di kafetaria sendirian," ucap nona Bleistift dengan tatapan kesal kepada cermin yang ada di depannya yang ternyata terdapat sosok yang mirip dengan dirinya di dalam cermin itu


Sosok perempuan yang ternyata adalah dirinya dari masa lalu datang untuk membantu dirinya saat ini demi mendapatkan semuanya seperti sebelumnya.


"Bisakah kamu menjadi perempuan yang lembut? dan berpura-pura seperti gadis teraniaya walaupun tanpa dia,"


"Dan juga kamu kalau mengikuti setiap saat seperti itu tentu saja akan membuatnya menjadi tidak enak, tetapi coba kamu lakukan tarik ulur,"


"Dia pasti akan menjadi orang yang buta dengan cinta," ucap perempuan dalam cermin itu dengan tatapan yang yakin kalau itu bisa di lakukan untuk kemenangannya


Di sisi lain Asha yang masih di kurung di balik jeruji besi berusaha memikirkan cara untuk keluar dari sana dengan membawa anak-anak itu juga. Tetapi tidak lama dari itu tiba-tiba terlihat seorang laki-laki dengan tubuh yang besar berjalan ke arah jeruji besi itu bersamaan dengan seorang perempuan yang terlihat mirip, seperti perempuan tua saat dia menanyakan jalan membuat Asha siaga terhadap situasinya.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka kalau kamu berhasil menangkap seorang gadis dari barat yang bisa menggunakan sihir, dan dengan kualitas yang terbaik untuk dijual ke pasar budak atau ke pelelangan,"


"Kita bisa mendapatkan banyak keuntungan dengan perempuan ini," ucap laki-laki itu dengan seringaian puas melihat hasil buruannya yang begitu besar


Asha yang melihat musuh di depannya merasakan kalau mungkin saja dengan uang dia bisa menyelesaikan masalah ini.


"Aku ingin bernegosiasi dengan kalian,"


"Dan aku yakin ini menjadi penawaran yang menguntungkan untuk kalian," ucap Asha dengan tatapan percaya diri kepada laki-laki dan perempuan di depannya membuat keduanya saling menatap dan mengangguk kepala untuk mendengarkan apa yang akan ditawarkan


"Aku adalah anak dari seorang bangsawan di barat, jika kalian membebaskan aku maka aku pastikan kalian akan menerima banyak emas dibandingkan kalian menjual aku ke pasar budak," ucap Asha dengan tatapan meyakinkan seketika memang ucapan itu meyakinkan tetapi Asha malah di tertawakan oleh kedua walaupun tidak ada yang lucu menurut Asha


Tawa itu adalah tawa yang mengejek Asha sebenarnya karena bodoh sekali menawarkan sebuah penawaran yang sudah dilakukan berkali-kali oleh perempuan kaya yang mereka culik.


"Sudah banyak orang yang menawarkan kami tentang hal semacam itu, menurutmu apa yang terjadi ketika kami menerimanya?"


"Nyawa kami hilang begitu saja karena itu kami lebih baik menjual ke pasar gelap dibandingkan dengan harus berurusan dengan kematian lebih dulu," ucap laki-laki itu dengan tawa yang remeh kepada Asha membuat Asha tentu tidak bisa berpikir lagi apa yang harus dia perbuat untuk bisa keluar dari sini


Satu-satunya cara yang bisa membuatnya keluar adalah senjata, tetapi pada saat dia di tangkap senjatanya juga hilang. Saat ini dia hanya bisa berharap kepada orang yang telah memberikannya peringatan untuk tidak keluar sendirian ke kota, walaupun dia sendiri yang membantah larangan itu dan kalaupun dia tau dia adalah orang yang bodoh dia juga berharap kalau ada sosok laki-laki yang dia ingin jauhi untuk berada di sisinya.


Ditengah gurun Edel berpikir menggunakan otaknya mencari semua tempat yang kemungkinan bisa di jadikan tempat bersembunyi para bandit atau para penjual budak di timur tengah. Tempat-tempat yang berbahaya Edel cari di peta itu karena dia yakin kalau para bandit adalah orang yang memiliki pemikiran kalau tempat yang sulit adalah pilihan yang terbaik dalam persembunyian, Edel telah lama tinggal di timur tengah untuk belajar tau satu atau dua tempat persembunyian para penjahat yang digunakan.

__ADS_1


Ditengah gurun dia bertemu dengan seseorang yang tidak asing, sosok laki-laki itu adalah orang yang paling dia benci baik di kehidupan sebelumnya maupun di kehidupan saat ini. Karena dimata Edel laki-laki itu adalah orang terburuk dan terendah tidak pantas berada di sisi Asha.


"Kenapa laki-laki yang tidak punya hati seperti dirimu berada ditengah gurun? Bukankah kamu seharusnya berada di akademi?" tanya Edel dengan tatapan yang tajam dan dingin ke arah laki-laki yang diam itu


"Saya memberikan hormat kepada yang mulia pangeran, saya tau seharusnya saya tidak ikut campur, tetapi saya merasakan firasat buruk kalau Asha berada di dalam bahaya,"


"Saya harap saya bisa diizinkan ikut mencarinya," ucap Ehan dengan tatapan serius dan percaya diri membuat Edel menjadi bingung sebentar tau darimana jika Asha saat ini sedang berada di dalam bahaya tapi saat ini bukan saatnya mempertanyakan hal-hal yang semacam itu karena keselamatan Asha saat ini lebih penting pikirnya


"Baiklah, aku pikir tidak ada pilihan lain,"


"Tetapi bukan berarti aku memaafkan dirimu atas kesalahan di masa lalu, karena pada kenyataannya kamulah seorang pembunuh atas kematiannya," ucap Edel dengan tatapan benci dan memberikan isyarat kepada pasukan untuk mengizinkan Ehan ikut dalam pencarian Asha


"Bagaimana dengan perkembangan pencaharian yang mulia?" tanya Ehan yang ikut menatap ke arah peta yang dipegang oleh Edel


"Sejauh ini telah tiba gua telah diselidiki tetapi tidak ada tanda-tanda pernah dijadikan sebagai tempat persembunyian atau tanda-tanda orang yang pernah masuk ke dalam sama,"


"Aku juga telah meminta tolong kepada temanku untuk mencarinya di pusat kota jadi saat ini mereka sedang melakukan pencarian," ucap Edel tanpa menatap orang yang berada di belakangnya karena dia tidak peduli dengan ekspresi wajah orang itu


"Tuan, saya merasakan ada sihir tidak jauh dari sini dan ada segerombolan orang juga di sana?"


"Apakah perlu diselidiki?"

__ADS_1


Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée


__ADS_2