Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée

Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée
Bab 41 Cermin


__ADS_3

Ucapan dari kelapa akademi membuat Asha yang sedang meminum teh langsung tersedak karena ucapan yang begitu mendadak di lemparkan kepadanya, Asha berusaha menenangkan dirinya dan bersikap dia tidak mengetahui apapun.


"Karena aku pikir mungkin saja orang tuanya telah meninggal dunia jadi buat apa aku penasaran?"


"Edith, ucapan yang aku katakan barusan bulan bermaksud menyinggung atau mendoakan orang tuamu telah tiada, tetapi ini hanya pendapatku," ucap Asha dengan gelengan pelan


Ucapan yang masuk akal dari Asha tentu langsung membuat kepala akademi berhenti bertanya tentang pemikiran Asha yang penasaran atau tidak mengenai kedua orang tua dari master menara sihir itu, Edith dan kepala akademi kemudian mengalihkan pembicaraan ke pembicaraan yang ringan mengenai kehidupan para penyihir di menara sihir misalnya dan lain-lainnya. Sedangkan Asha hanya diam dan memikirkan alur novel yang dia tulis ternyata sangat berantakan, siapa pelakunya atau siapa yang menjadi tokoh utama dalam cerita tersebut sebenarnya tidak lah jelas terlihat.


"Asha, apakah kamu baik-baik saja?" ucap kepala akademi dengan tatapan khawatir ke arah orang yang berada di depannya sejak tadi diam padahal sebenarnya tenggelam di dalam lamunannya


Karena di panggil tidak berbicara, Edith yang berada di sebelahnya menyentuh bahu Asha untuk menyadarkannya, Asha tentu terkejut dengan sentuhan yang mendadak langsung tersadar dan menoleh ke arah Edith.


"Asha, apa kamu baik-baik saja? Aku khawatir kamu hanya diam sejak tadi," ucap kepala akademi sekali lagi dengan tatapan yang khawatir


Asha yang sejak tadi diam supaya dirinya tidak asal berbicara merasa kalau caranya diam ternyata salah, karena dia malah saat ini ditatap dengan tatapan khawatir oleh orang-orang yang berada di sekitarnya.


"Aku baik-baik saja, hanya saja aku rasa aku bingung ingin berbicara apa jadinya aku hanya diam," ucap Asha dengan senyuman yang kaku


Setelah mengetahui alasan dari Asha kepala akademi merasa lega karena keponakannya baik-baik saja, karena merasa terlalu lama di dalam akademi Asha memutuskan untuk memajukan jadwal seminarnya sebab dia ingin pulang ke mansion dan beristirahat. Menurut Asha tempat ini sama sekali bukan tempat yang baik untuk dirinya.


Keesokan harinya seminar mengenai kepergiannya ke negeri timur tengah di mulai, terlihat semua murid sangat antusias mengikuti seminar yang di adakan. Asha juga menggunakan proyektor yang sebenarnya tidak ada di dunia itu tapi dengan alat sihir yang dibuatnya dia bisa menunjukkan sesuatu lebih mudah hingga membuat seminar yang di adakan keesokan harinya menjadi lebih ramai dari sebelumnya, banyak siswa-siswi yang mengajukan berbagai pertanyaan mengenai timur tengah membuat Asha semakin senang dan santai di seminar ini karena semua orang memperhatikan dirinya dalam menyampaikan. Dia juga mendapatkan penggemar di saat melakukan seminar, beberapa dari mereka selesai seminar langsung meminta tanda tangan atau barang berharga untuk mereka simpan sebagai kenang-kenangan kalau mereka mengikuti seminarnya.


Beberapa hari kemudian Asha pamit untuk pulang kepada semua orang yang berada di akademi termasuk teman-teman kesayangannya yang selalu mendukung dirinya, dan selalu menemaninya.

__ADS_1


"Asha, kamu serius ingin pergi sekarang? Kenapa tidak besok saja?"


"Kamu di sini baru dua minggu, tambah satu Minggu lagi ya?" ucap Grace dengan air mata yang mengalir sambil menatap Asha


"Grace, aku cuma pulang ke mansion bukan pergi meninggalkan dunia,"


"Jadi jangan menangisi aku yang tidak-tidak," ucap Asha sambil memeluk orang yang menangis tersedu-sedu di depannya


"Kalian tidak ingin memelukku juga?" tanya Asha dengan menggoda dan tatapan lurus ke arah belakangnya yang membuat keduanya merinding dan menggelengkan kepala


Entah karena merinding takut atau merinding karena malu tapi yang jelas keduanya merasakan perasaan itu secara bersamaan dari arah belakang mereka, setelah merasa selesai berpamitan dengan semua orang kecuali Ehan.


Asha langsung menaiki keretanya dan kembali ke mansion, di sisi lain di kerajaan terlihat seorang laki-laki berkacamata dengan seorang laki-laki berambut hitam dan bermata merah duduk berbincang-bincang serta seorang laki-laki yang duduk di dekat jendela memandang ke arah luar jendela.


"Dia memang seorang pengguna sihir hitam dari kehidupan sebelumnya, karena dia mengincar posisi tertinggi di kerajaan yang artinya dia benar-benar menginginkan posisi ratu atau menguasai dunia ini," ucap laki-laki yang berada di depan laki-laki berkacamata dengan tatapan dingin dan serius sambil menunjukkan sebuah cermin yang berada di sudut ruangan yang tidak jauh dari dirinya


"Edith, coba kamu periksa cermin itu,"


"Siapa tau cermin itu bisa menjadi petunjuk dari semua kasus ini," ucap laki-laki berkacamata itu sambil menaikkan kacamatanya kemudian di jawab dengan anggukan pelan


Semua orang yang ada di sekitar menggunakan alat khusus anti sihir hitam yang baru saja di buat, kecuali laki-laki yang berada di dekat jendela. Setelah itu Edith berjalan maju ke arah cermin itu dan membuka alat anti sihir yang dipasangkan, setelah dibuka sihir hitam yang pekat begitu dirasakan oleh Edith tapi tidak ada yang aneh selain aura kegelapan dari cermin itu.


"Tidak ada apa-apa di cermin ini,"

__ADS_1


"Aku rasa kita harus membantingnya siapa tau ada sesuatu di dalam proses pembuatan cermin ini," ucap Edith yang membuat cermin itu tiba-tiba menampilkan sesosok perempuan yang tidak asing untuk dirinya walaupun belum dia lihat dikehidupan keduanya


"Kamu adalah putri keluarga Baron, kalau begitu sudah tidak akan sulit-sulit untuk menangkap pelakunya," ucap laki-laki berkacamata dengan tatapan dingin dan aura penuh dendam


"Tunggu, aku bisa mengatakan semua yang ingin kamu ketahui di masa depan,"


"Dan aku pastikan kamu bisa mendapatkannya," ucap perempuan yang berada di dalam cermin dengan tatapan ketakutan kepada laki-laki yang duduk tidak jauh dari cermin itu


"Kamu berasal dari masa lalu bukan? Itu berarti putri keluarga baron Bleistift sekarang benar-benar melarikan diri,"


"Kalau begitu aku sama sekali tidak tertarik dengan tawaranmu,"


"Karena aku sendirilah orang yang membalikkan waktu," ucap laki-laki berkacamata dengan tatapan dingin ke arah perempuan yang ada di cermin


Tidak lama kemudian cermin yang berisikan Perempuan dihancurkan oleh laki-laki berkacamata itu menggunakan sihirnya, hal ini membuat laki-laki itu merasa kesal dengan yang terjadi.


"Kamu menghancurkannya dengan terburu-buru seperti itu bukankah itu sangat tidak menyenangkan?"


"Memang benar tapi dia hanya jiwa yang berada di cermin, kamu ingin menyiksanya seperti apa tidak akan bisa,"


"Lebih baik kalau menyiksa perempuan yang membuat Asha menderita saat ini,"


Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée

__ADS_1


__ADS_2