Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée

Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée
Bab 24 Negeri timur tengah


__ADS_3

Asha tanpa sadar berjaga hingga pagi hari hampir tiba, efek dari tidurnya yang sejak siang sampai malam tiba ternyata begitu efektif. Alhasil dia tertidur beberapa jam sebelum matahari terbit. Tidak lama dari itu juga Edelweiss bangun dari tidurnya, karena merasa sudah terlalu lama tidur.


"Levis, sudah berapa lama Asha tertidur seperti itu?" tanya Edelweiss yang melihat gadis yang manis itu tidur tidak jauh darinya


"Mungkin satu jam yang lalu,"


"Dibandingkan memperhatikan seorang gadis, aku lebih memperhatikan bahaya yang akan terjadi," ucap Levis yang muncul tiba-tiba, dengan tatapan dingin ke arah Edelweiss


Tidak lama dari itu perjalanan Asha dan Edelweiss ke negeri timur tengah sampai. Walaupun Asha masih dalam kondisi tidur kelelahan, sejak dia tertidur di dekat api unggun Edelweiss menggendongnya masuk ke dalam kereta dan kali ini dia di gendong memasuki istana timur tengah yang megah dan mewah.


Tidak lama kemudian, Asha terbangun dan berusaha untuk mengkoneksikan otaknya yang baru bangun. Barulah dia sadar seorang laki-laki yang menggendong dirinya, membuatnya terkejut dan memerah seperti tomat.


"Edelweiss, turunkan aku," ucap Asha dengan lantang dan gagap karena malu dan dilihat oleh semua orang


"Putri tidur, kamu sudah bangun,"


"Tapi kenapa wajahmu memerah? Apakah kamu sakit?" ucap Edelweiss dengan senyuman lembut kemudian dengan tatapan khawatir menatap Asha dan tentu saja Asha tidak di turunkan dari gendongan Edelweiss karena saat ini Edelweiss khawatir dengan sakit Asha tetapi Asha telah mengatakan kalau dia baik-baik saja walaupun tidak dengarkan oleh Edelweiss


Setelah sampai di kamar Edelweiss menurunkannya di atas kasur, dan mendekatkan keningnya kepada Asha untuk memeriksa kondisi tubuhnya dengan Asha. Karena jarak yang begitu dekat, Asha langsung mendorong tubuh Edelweiss hingga membuatnya terjatuh.


"Asha, aku hanya memeriksa dirimu kenapa kamu mendorongku?" tanya Edelweiss dengan suram


"Karena aku sudah bilang aku baik-baik saja," ucap Asha dengan mengalihkan tatapannya ke arah lain tanpa peduli dengan Edelweiss yang terjatuh


"Baiklah, kalau begitu istirahat dulu,"

__ADS_1


"Nanti kalau ingin keluar berkeliling kota, katakan padaku,"


"Aku akan menemanimu," ucap Edelweiss sambil tersenyum membenarkan kacamatanya dan pakaiannya karena jatuh


Asha tidak lama ditinggalkan oleh Edelweiss di kamar sendirian dengan wajah yang merah merona. Asha merasa sedikit lega dengan keadaannya di sini dibandingkan dengan di mansion Edelstein sendirian.


Di sisi lain Ehan dan teman-temannya sedang menjalani kehidupan akademi. Ehan selalu di ikuti oleh putri keluarga Baron Bleistift hingga gosip beredar kalau mereka berdua akan bertunangan, Grace dan yang lainnya tidak peduli dengan rumor itu karena merasa tidak ada hubungannya lagi dengan Ehan.


"Aelfraed, pada saat kamu tidak ada sekumpulan perempuan datang menghampiri aku dan melukaiku,"


"Bisakah kamu memberikan keadilan untukku?" ucap Bleistift dengan air mata yang mengalir, membuat Ehan tidak tahan dan mencari pelakunya karena dia diberikan tanggung jawab dari orang tuanya untuk melindungi putri keluarga Baron dan entah kenapa juga tiap melihat gadis lemah yang rapuh itu dia selalu ingin melindunginya


'Asha, apa yang sedang kamu lakukan sekarang? Apakah dia bisa tidur dan makan dengan baik?' ucap Ehan di dalam hatinya dengan khawatir sedangkan Asha sendiri saat ini sedang menikmati makanan khas timur tengah yang disajikan oleh para pelayan


"Pantas saja laki-laki itu tidak pernah tertarik dengan perempuan yang aku berikan sejak masih kecil, aku sempat berpikir orang itu sudah gila karena setiap hari membanggakan uang yang didapatkannya,"


"Dibandingkan memiliki seorang perempuan," ucap laki-laki berkulit coklat itu dengan senyuman tipis membuat Asha kebingungan dengan sosok laki-laki yang didepannya karena menyebutkan laki-laki yang dia kenali


"Rumman, aku mencari dirimu kemana-mana ternyata kamu sedang berbicara dengan duta negara kami," ucap seorang laki-laki berkacamata dengan pakaian timur tengah berjalan ke arahnya dan laki-laki berkulit coklat itu


'Kenapa di negeri timur tengah pakaiannya terbuka seperti itu?'


'Aku bisa melihat dada laki-laki yang tampan dengan jelas,' ucap Asha di dalam hatinya menatap pakaian tengah yang terbuka dan tipis


"Asha, apakah laki-laki ini mengganggu dirimu?" tanya laki-laki berkacamata itu dengan tatapan lembut membuat Asha bingung siapa laki-laki yang berada di depannya

__ADS_1


"Ini aku Edelweiss tapi karena kita di timur tengah panggil aku dengan Edel,"


"Karena panggilan akrab di sini bisa melindungi dirimu," ucap Edel dengan berjalan ke depan Asha untuk menutupi Asha dari laki-laki di depannya


"Kamu ini sejak dulu selalu saja seperti itu, aku tidak tertarik untuk menggodanya jadi tidak perlu sampai melindunginya seperti itu," ucap laki-laki yang bernama Rumman itu dengan tatapan kesal dengan tingkah Edel yang sejak tadi berusaha menutupi pandangannya ke arah Asha


Kedua orang itu berujung terlibat ke pertengkaran, sedangkan Asha yang tidak mengetahui ataupun ikut campur dalam urusan kedua laki-laki itu memutuskan untuk melanjutkan makan cemilannya sampai seorang perempuan berkulit coklat dan wajah yang mirip dengan laki-laki itu datang menarik telinga laki-laki berkulit hitam itu.


" Rumman, kakak pernah bilang kepadamu bukan? Jangan buat keributan ketika tamu kita datang," ucap perempuan itu dengan lantang di telinga yang di tarik


"Kakak telingaku bisa copot kalau ditarik seperti ini,"


"Bagaimana bisa kamu menjadi putri makhota dengan kelakuanmu seperti ini kak? Dan juga sejak kapan Edel jadi tamu kita? Sejak dulu dia juga sering ke sini," ucap Rumman yang meringis kesakitan karena di tarik telinganya


"Kamu berani membantahku, sepertinya serangan kemarin aku kurang kuat ya," ucap perempuan itu dengan tatapan haus membunuh ke arah Rumman


Asha yang melihat bertambahnya konflik antara ketiganya memutuskan untuk tetap diam dan menikmati makanannya, sampai masalah selesai.


Makanan-makanan yang enak dan manis itu membuatnya sangat puas datang ke negeri timur tengah. Tidak lama setelah dia selesai makan, Asha baru kembali menatap ke arah depan yang merupakan pertengkaran, tapi ternyata yang di lihat bukan pertengkaran lagi melainkan seorang perempuan yang tadinya menarik telinga laki-laki berkulit coklat itu menatap Asha dengan tatapan tertarik di atas meja itu. Asha sebentar terpukau dengan kecantikan gadis di depannya, tapi setelah itu pipinya di cubit oleh perempuan itu.


"Lucu sekali perempuan ini,"


"Edel, bisakah kamu memberikannya kepadaku sebagai hadiah kunjungan? Aku akan puas jika memiliki adik perempuan seimut ini,"


Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée

__ADS_1


__ADS_2