Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée

Canceled Duke'S Engagement With Contact Fiancée
Bab 23 Menantikan kebahagiaan dirimu


__ADS_3

Keesokan harinya, Asha bangun lebih pagi dari biasanya membuat kedua orang tuanya merasa ada yang salah dengan putrinya, tapi Asha menunjukkan senyuman yang mengatakan kalau dia baik-baik saja. Pikirnya untunglah dia telah menyelesaikan pikirannya dengan Ehan, sebelum dia pergi karena mungkin dia nanti akan memiliki lebih banyak pemikiran lagi.


Tetapi di sisi lain di mansion Aelfraed, Ehan terlihat sangat dalam keadaan yang buruk karena Asha yang membatalkan pertunangan kontrak yang hanya setengah jalan itu.


"Bukankah ini adalah hal yang bagus? Jika dimasa lalu kamu yang meninggalkan dirinya sendirian saat ini dia yang meninggalkan dirimu sendirian,"


"Sudahlah saat ini fokus saja kepada pendidikanmu dan nona dari keluarga Bleistift sepertinya sudah menunggumu di depan gerbang sana," ucap laki-laki itu sambil berjalan ke arah jendela untuk membuat udara tanpa sengaja melihat seorang gadis menunggu di depan pintu gerbang


"Apakah kamu tidak bisa menggantikan aku untuk pergi ke akademi?" tanya Ehan dengan tatapan dingin


"Mana bisa aku melakukannya karena aku juga terdaftar sebagai murid akademi,"


"Lagipula mungkin saat ini nona keluarga Edelstein telah pergi ke negeri timur tengah," ucap laki-laki itu dengan tatapan tajam


Asha tidak menyangka kalau dia harus mendapatkan nasib buruk setelah melegakan perasaannya memutuskan pertunangan kontrak dengan Ehan, kali ini pangeran kerajaan yang akan menemaninya dalam perjalanan ke timur tengah karena dia diminta untuk menguatkan suksesi sebagai pewaris.


"Asha, kenapa kamu tidak beristirahat?"


"Kamu terlihat sangat lelah," ucap Edel dengan tatapan khawatir kepada Asha sambil menaikkan kacamatanya


'Semua itu karena kamu tau,'


'Aku ke timur tengah hanya untuk bersenang-senang setelah aku menyelesaikan pekerjaan di sana,'


'Kenapa aku sekarang harus menjaga anak kecil ini,' ucap Asha di dalam hatinya dengan senyuman di luar dan kekesalan di dalamnya


Keduanya tidak saling berbicara kalaupun berbicara hanya di jawab dengan dingin oleh Asha, hingga membuat Edel kehabisan topik pembicaraan dan Asha ketiduran karena damainya suasana di sekitarnya.

__ADS_1


Melihat Asha yang tertidur begitu pulas hanya bisa membuat Edel tersenyum karena rasanya dia lega bisa berada di sisi Asha saat ini, dia juga merasa beruntung saat ini karena dia bisa menemani Asha dalam susah maupun senang.


"Asha, kali ini walaupun tidak terbalas kembali,"


"Aku akan tetap melindungi dirimu dan membuat orang-orang yang menyakiti dirimu menderita," ucapnya sambil meletakkan selimut kepada Asha supaya dia tidak masuk angin


Asha kembali berada di sebuah tempat kali ini dia berada di aula pesta kerajaan. Di sana dia melihat sesosok laki-laki yang berusia lima tahun mirip dengan Edelweiss dan versi kecil dirinya berdansa di tengah-tengah aula.


"Asha, jika suatu hari nanti kita bertemu lagi dan berjodoh,"


"Aku pastikan kamu jadi orang yang paling bahagia di kerajaan ini, tapi kalaupun kita berdua tidak berjodoh karena dewa tidak mengizinkan maka aku tetap menantikan kebahagiaan dirimu," ucap anak laki-laki berkacamata itu dengan senyuman lembut


Tiba-tiba Asha terbangun, suasana di dalam kereta kuda telah gelap begitu juga dengan di luar kereta kuda, itu karena malam hari telah tiba.


"Aku telah tidur sampai malam, tanda-tanda aku tidak akan bisa tidur semalaman ini," Gumam Asha dengan tatapan suram, tidak lama kemudian dia keluar dari kereta kuda


"Asha, kamu sudah bangun?"


"Sini duduk dan makan,"


"Mungkin tampilannya berbeda dengan makanan yang kamu makan pada saat berada di mansion tapi ini masih layan di makan kok," ucap Edelweiss dengan senyuman lembut sambil mengambil semangkok sup hangat


Asha pertama kalinya melihat ada seorang keluarga kerajaan yang bisa berkemah di alam seperti ini, karena seperti kebanyakan novel laki-laki yang memiliki gelar bangsawan sangat sulit untuk beradaptasi atau berkemah di hutan seperti ini.


"Edelweiss, apakah kamu sering berkemah di hutan seperti ini?" tanya Asha secara tidak sadar karena penasaran, setelah dia sadar dengan ucapan yang keluar dari mulutnya seketika dia menutup mulutnya


"Tidak apa-apa, jika kamu ingin bertanya,"

__ADS_1


"Aku sering berkemah sejak aku masih muda,"


"Tapi kemah yang aku ikuti adalah kemah militer dan kondisinya lebih buruk dari ini, jadi aku terbiasa," ucap Edelweiss sambil mengelus kepala Asha tanpa izin


Asha tidak menyangka seorang karakter yang jarang muncul di dalam novel ternyata juga memiliki kisah, dan kisahnya lebih buruk daripada pemeran utama pria. Asha sedikit kagum kepada Edelweiss karena, walaupun dia masih muda ternyata dia bukan seperti yang dikatakan oleh rumor kalau dia adalah pangeran yang manja tapi bukan berarti sikap buruknya yang suka uang itu adalah hal yang baik di mata Asha.


"Asha, jika kamu ingin kembali tidur,"


"Lanjutkan saja, karena seorang gadis memang membutuhkan tidur," ucap Edelweiss dengan lembut sambil menaikkan kacamatanya, hanya di jawab anggukan oleh Asha


Asha kemudian kembali ke keretanya untuk mencoba tidur tapi rasanya sangat sulit mengingat dia tertidur sampai malam karena itu dia kembali lagi ke perkemahan dan duduk di dekat api unggun.


"Asha, kenapa kamu kembali lagi ke sini?" tanya Edel dengan tatapan kebingungan


"Aku tidak bisa tidur karena telah tidur sejak siang jadi biarkan aku yang berjaga, aku bisa menggunakan senjata," ucap Asha dengan tatapan percaya diri membuat Edelweiss setuju dengannya


Sebagian orang telah memutuskan untuk beristirahat karena mereka tidak tau apa yang akan mereka alami nantinya tanpa beristirahat. Asha dan Edelweiss sama sekali tidak berbicara apapun ketika mereka berdua yang tersisa di dekat api unggun, karena tidak ada topik pembicaraan yang akan membuat keduanya berbicara hingga membuat suasana keduanya menjadi sangat canggung.


"Edelweiss, silahkan kamu beristirahat lebih dulu, nanti kalau aku sudah ingin tidur aku akan memberitahu dirimu," ucap Asha yang melihat langitnya sudah semakin gelap yang berarti sudah semakin larut awalnya hanya dijawab dengan gelengan, tetapi melihat kegigihan Asha yang ingin berjaga maka dia memutuskan untuk tidur tidak jauh darinya supaya dia bisa sigap kepada situasi kalah ada bahaya yang datang


Dalam waktu yang singkat laki-laki berkacamata itu telah tertidur yang membuat Asha tau bahwa walaupun dia mengantuk jika dia ingin melindungi orang yang dia sayangi maka dia tidak akan tidur untuk menjaga keamanan orang itu. Sekilas Asha teringat kembali dengan Ehan yang perhatian ketika menjadi Caius, membuat Asha menggelengkan kepalanya.


"Kenapa Duke penipu itu yang tiba-tiba muncul di pikiranku?"


"Dan kenapa Edelweiss yang begitu menyebalkan ketika membahas uang begitu tampan ketika dia tertidur?"


"Dunia ini isinya hanya orang tampan tapi perilakunya tidak sesuai dengan wajah,"

__ADS_1


Canceled Duke's Engagement With Contact Fiancée


__ADS_2