
Di kediaman Galaxy sekarang tengah berperang dingin karna wanita yang baru baru ini datang membuat para penghuni rumah menjadi was was akan kehidupan putra dan putri nya .
Di ruang tamu wanita itu duduk dengan anggun dan lain nya duduk tapi tidak dengan Aska dan Moran mereka berdua memilih berdiri .
"Ada perlu apa nona Kinara ke sini "
Tanya Zordan sopan .
"Benar , apa yang anda inginkan "
kata Amor.
Kinara menghembuskan nafas nya pelan sambil menatap pria yang sedari tadi menatap nya dingin .
"Saya ke sini hanya menginginkan kunci perusahan ayah saya yang telah kalian sita "
kata Kinara dengan dingin .
"Maaf tapi kunci itu bukan saya yang memegang nya tetapi "
kata Zordan terputus dan melirik ke dua pasutri yang sedari tadi dingin .
Zafier dan Zora saling menatap satu sama lain untuk mendapat jawaban dari masing masing pertanyaan di fikiran nya .
Kinara tau mereka keluarga ini tidak suka akan kehadiran nya namun dia akan sebisa mungkin untuk berbaur dengan keluarga Galaxy dan bisa mencapai tujuan nya .
"Kalian tenang saja , saya ke sini tidak ingin membalaskan dendam atas kematian ayah saya yang telah kalian bunuh tapi saya ke sini ingin mengambil kenang kenangan dari ayah saya "
kata Kinara .
"Jika aku memberi kunci itu padamu maka aku yakin kau akan menghancurkan perusahaan orang tua ku "
kata Zora menatap Kinara dingin .
"Hahaha , kau Queen Mafia tapi bisa berfikir sedangkal itu . Itu adalah perusahaan ayah ku jadi kau tak berhak mengatur diri ku "
kata Kinara tak kalah dingin .
"Jangan pernah membawa nama gelarku atau kau akan menyesal "
kata Zora emosi nya sudah sedikit keluar .
"Heh kau ingin marah padaku karna hal sepele , aku masih menyebut nama gelar mu bukan seorang pembunuh "
kata Kinara menunjuk Zora .
Zora pangling menghampiri Kinara dan menarik baju Kinara , semua orang tercengang dengan tindakan Zora yang mendadak .
Zafier langsung memeluk istri nya dan membawa nya kembali duduk meski Zora selalu berontak ingin melepaskan pelukan suami .
"LEPAS KAN AKU "
kata Zora berontak di pelukan suaminya .
"Tenangkan diri mu sayang jangan sampai amarah mu mengendalikan mu "
kata Zafier menenangkan istri dan memeluk nya erat agar tidak bisa lepas dari pelukan nya .
Kinara yang melihat nya tersenyum sinis .
"Ternyata mudah sekali membuat mu marah dan ini akan lebih mudah bagi ku "
batin Kinara .
"AKU BUKAN PEMBUNUH , AYAH MU LAH YANG MEMULAI NYA "
teriak Zora .
"Jika maling memberi tahukan bahwa diri nya bersalah maka kantor polisi mungkin sudah penuh "
kata Kinara santai.
"Sudah , pergilah dari sini kunci itu akan ku kirimkan kepada mu nanti lewat anak buah ku "
kata Zafier menatap dingin Kinara .
"Aku tidak akan pergi sebelum kunci nya berada di tangan ku "
kata Kinara .
"Fier , bawa Zora ke kamar biar kami yang akan mengurus nya "
kata Zordan , sudah tidak bisa melihat amarah anak nya yang makin membara .
Zafier membawa istri nya ke kamar nya meski istri nya selalu berontak , Xia langsung ikut kakak ipar nya masuk ke dalam kamar sedangkan Aska menatap dingin Kinara .
__ADS_1
"Pergilah , aku yang akan mengantarkan kunci itu padamu sendiri "
kata Aska dingin membuat semua orang menatap Aska .
"Tidak Aska , ini adalah urusan papa biar papa yang mengurus nya "
kata Zordan .
"Urusan keluarga ini adalah urusan ku juga pa , jadi kalian tidak usah khawatir "
kata Aska .
Kinara yang melihat pria yang membela keluarga Galaxy heran dan penuh dengan tanda tanya .
"Siapa pria ini mengapa aku baru melihat nya di keluarga Galaxy "
batin Kinara .
Kinara tidak tau kalau dari tadi ada seseorang yang melihat diri nya dengan tatapan dingin sedingin kutub utara .
Zarvan melihat gerak gerik Kinara dari tadi entah apa yang membuat nya menatap penuh dengan kedinginan , Zarvan tidak terima jika cucu tersayang nya di katakan 'pembunuh'
"Wanita ini telah berani membuat cucu ku emosi hanya dengan kaya kata simpel nya namun dia tidak tau kalau lawan nya bukan lah wanita yang mudah menerima kekalahan "
batin Zarvan .
"Sudah cukup , saya akan pulang dan seminggu kunci itu datang dan pria itu harus mengantarkan kunci nya pada ku "
kata Kinara menunjuk Aska .
"Dan maaf telah membuat anak mu marah Tuan Zordan tapi itulah kenyataan nya , saya permisi ayo Joe "
kata Kinara dan mengajak pengawal nya yang bernama Joe untuk pergi .
"Dasar wanita tak tau diuntung sudah baik menantuku akan memberikan kunci nya tapi dia masih berlagak sombong , biar aku beri pelajaran "
kata Amor saat ingin memberi Kinara pelajaran Zordan melarang nya .
"Jangan Ma , biarkan Aska yang mengurus nya kita harus percaya bahwa Aska akan bisa mengatasi masalah ini dengan baik "
kata Zordan .
"Aska , mama menyerahkan masalah ini padamu"
kata Amor .
kata Aska tersenyum devil .
Mereka yang berada di ruang tamu hanya bisa diam dan mulai berfikir apa selanjutnya yang akan terjadi .
Sedangkan di dalam kamar Zafier menenangkan istri nya yang tengah mengamuk , Xia yang berada di luar pintu kamar kakak ipar nya tidak jadi masuk memilih diam karna mendengar keributan di dalam .
PYAARRR......
Zora membanting vas bunga ke dinding dengan amarah yang sudah menggebu gebu .
"Aaaakh , wanita itu telah berani membuat ku marah "
kata Zora .
"Tenangkan diri mu , jika kau terus begini maka dia akan menggunakan kemarahan mu untuk bisa menghancurkan kita "
kata Zafier menuntun istri nya untuk duduk di kasur .
Setelah di rasa Zora cukup tenang Zafier memeluk istri nya dan setelah itu memegang pundak istri nya agar menghadap kepada nya .
"Dengarkan aku , waktu itu bukan hanya diri mu yang terlibat tapi juga diri ku dan jangan pernah berfikir bahwa kamu menyesali perbuatan mu "
kata Zafier .
"Aku ... Aku hanya kesal karna dia bilang bahwa aku seorang pembunuh , kau tau kalau aku tidak akan membunuh jika orang itu tidak punya salah terlebih dulu "
kata Zora .
"Aku tau, jadi jangan di fikirkan dan sayang kamu harus mengontrol emosi mu jangan sampai dia menggunakan emosi mu untuk menghancurkan pernikahan kita "
kata Zafier .
"Jika dia sampai menghancurkan pernikahan kita maka aku akan langsung menghabisi nya tanpa ampun "
kata Zora .
"Ayo kita turun agar keluarga mu tidak cemas akan keadaan mu saat ini "
kata Zafier .
__ADS_1
Zora mengangguk dan saat mereka membuka pintu mereka terkejut karna Xia ada di depan pintu kamar nya .
Xia langsung memeluk kakak nya Zafier dan menangis entah apa yang membuat nya menangis .
"Hiks hiks hiks "
Xia menangis di pelukan kakak nya .
"Ada apa mengapa adik ku ini menangis hemm "
kata Zafier mengelus kepala adik nya yang menangis .
"Hiks kakak tidak akan terpisahkan dengan kakak ipar kan "
kata Xia .
Zafier dan Zora saling adu pandang seolah bertanya apa maksud yang dikatakan Xia .
"Aku baru menikah kemarin dan kau malah bilang kakak akan berpisah , jangan fikir kan masalah yang telah kamu lihat di depan mu anggap itu hanya drama sesaat saja "
kata Zafier memeluk erat adik nya .
Zafier tau pasti adik nya mengira diri nya akan berpisah setelah kejadian ini karna kakak ipar nya seorang pembunuh "
"Tapi apa yang di katakan wanita tadi itu benar atau tidak kalau kakak ipar seorang pembunuh"
kata Xia .
"Semua itu tidak benar dia hanya ingin melihat kakak hancur dengan cara seperti itu , jadi buang fikiran aneh mu ya"
kata Zafier .
"Huh dasar wanita pembohong , awas saja jika ketemu maka akan ku benyek dia "
kata Xia kesal karna kakak ipar nya di bilang pembunuh .
"Ya sudah ayo kita turun dan makan siang bersama "
kata Zora menggandeng tangan adik ipar nya .
"Ayo kak "
kata Xia dengan semangat .
Zafier melihat istri dan adik nya akur tersenyum bahagia namun urusan nya kali ini adalah harus mengembalikan kunci perusahaan Karan Wijaya pada anak nya Kinara Wijaya .
"Aku harus memberi kunci ini pada wanita itu agar dia berhenti menganggu kehidupan istri ku "
kata Zafier dan langsung pergi namun saat sampai di ruang tamu Aska menghalangi nya .
"Ada apa mengapa kau menghalangi ku "
kata Zafier .
"Biar aku yang akan mengantar kunci nya pada wanita aneh itu , kau sebaik nya di rumah agar istri mu bisa tenang "
kata Aska .
"Baiklah ini "
kata Zafier menyerahkan kunci yang di jadikan gelang oleh nya .
Aska langsung pergi di ikuti Moran , Zafier langsung pergi ke ruang makam untuk makan siang bersama keluarga nya .
"Apapun tujuan mu maka aku akan mengagalkan nya , karna siapapun yang ingin menghancurkan pernikahan adik ku maka dia harus melewati ju terlebih dahulu "
kata Aska dingin.
"Tapi tuan apakah anda bisa menggagalkan semua rencana nya "
tanya Moran .
"Hahaha aku juga tidak tau , aku hanya asal bicara saja hehe"
kata Aska sambil tertawa .
Moran hanya geleng geleng kepala melihat boss nya yang di awal serius namun tiba tiba menjadi lelucon .
"Tuan anda sungguh Pecicilan , ini masalah serius tapi anda malah menganggap nya lelucon "
batin Moran .
bersambung .....
jangan lupa like Komen dan vote juga ya , karna dukungan kalian semangat author .
__ADS_1
papay ,.......