
Pagi hari di kediaman Angkasa sekarang tengah sarapan pagi bersama sebelum sibuk dengan urusan masing masing .
Zora selalu makan makanan bergizi dan tepat , namun Zora sudah bosan dengan makanan itu membuat nya mulai mengeluh .
"Mas aku bosan memakan makanan ini terus , aku ingin makan mie "
kata Zora mengaduk aduk makanan yang berada di piring nya .
"Mie tidak baik sayang untuk mu dan anak kita , apa kamu ingin anak kita di dalam perut mu sakit "
kata Zafier menatap istri nya dengan penuh kelembutan .
"Yang kamu katakan ada benar nya Fier , tapi sekali saja makan mie tidak apa apa asal jangan setiap hari saja "
kata Devon tersenyum pada anak dan menantu nya .
"Iya nak , kasian menantu bunda dan cucu bunda udah bosen makan sayur dan daging terus menerus sekali kali kan makan yang lain "
kata Alfa tersenyum pada menantu nya .
Zafier hanya menghela nafas dan menatap istri nya yang sama sekali tidak menyentuh makanan nya hanya di aduk aduk saja .
"Ya sudah hari ini saja ya , besok kamu harus makan yang bergizi lagi oke"
kata Zafier tersenyum pada istri nya .
Zora mengangguk dan Zafier mengelus rambut istri nya , Alfa meminta bik Iis masak mie instan untuk Zora.
Setelah mie instan nya masak dengan berbagai toping di atas nya membuat nya semangat makan , Devon dan Alfa tersenyum melihat menantu nya makan dengan lahap .
Zafier hanya tersenyum melihat istri nya yang makan mie dengan begitu lahap nya .
Setelah semua orang selesai makan Zafier bersiap siap untuk ke kantor sedangkan ayah bunda nya sudah berangkat untuk melihat proyek baru yang di urus mereka berdua.
"Bunny aku ingin ngomong sesuatu "
kata Zora yang berada di belakang suami nya .
"Ada apa hemm, katakan saja "
kata Zafier menoleh ke arah istri nya .
"Aku ingin izin ke moll bersama Xia hanya sekedar jalan jalan saja , aku bosan di rumah apakah boleh "
kata Zora menunduk dan memainkan dasi suaminya .
"Ya sudah aku akan ikut bersama mu pergi ke moll "
kata Zafier memeluk hangat istri nya .
"Tidak usah , Bunny kerja saja ya aku hanya pergi belanja doang kok setelah itu pulang "
kata Zora tersenyum pada suaminya .
'Jika Zafier ikut maka aku tidak bisa bertemu dengan Tio dan mencari tau kabar baru dunia bawah '
batin Zora .
" Baiklah jika itu keinginan istri ku , tapi setelah itu langsung pulang ya "
kata Zafier mencium kening istri nya .
Zora mengangguk dan mencium pipi suaminya sebelum suaminya pergi .
"Xiaaaa ayo kita berangkat "
teriak Zora dengan penuh semangat .
"Oke kak , ayo "
kata Xia berlari ke arah Zora dengan semangat .
Zora bersama Xia naik mobil milik Xia yang baru ayah nya belikan untuk nya dengan harga yang sangat mahal .
Sedangkan di perjalanan Zafier mendapat pesan dari ponsel nya bahwa Amara dan Vegas berada di rumah sakit , namun sebelum berangkat Zafier meminta Ari yang asisten nya yang sedang menyetir mengirim beberapa anak buah nya untuk melindungi istri nya.
"Ri , kirim beberapa anak buah ku untuk mengawasi moll yang akan di datangi oleh istri ku dan pastikan jangan sampai istri ku curiga jika aku mengirimkan anak buah ku ke sana "
kata Zafier dingin ,
"Baik tuan , tapi bukan kah lebih baik Jika anak buah yang tuan kirim berada di dekat nona muda tuan agar bisa menjaga nona muda dari dekat "
kata Ari .
"Yang kau katakan benar , tapi Zora bukanlah wanita biasa yang tidak mencurigai apapun jika dia melihat anak buah mu ada di sana maka istri ku akan curiga tentang hal yang sudah ku tutup rapat sampai sejauh ini "
kata Zafier .
"Baik tuan "
kata Ari dan menancapkan gas mobil nya untuk menuju ke rumah sakit di mana Vegas berada yang sedang menunggu Amara .
' Kau sudah maju ternyata tapi tidak akan ku biarkan kau menyentuh istri ku atau keluarga sedikit pun , tunggulah kehancuran mu '
batin Zafier .
***
Sedangkan di rumah sakit sekarang seorang pria tengah menunggu kekasih nya bangun dari tidur nya .
Vegas yang mendapat kabar baik dari dokter darma soal keadaan Amara membuat nya tenang dan langsung masuk ke dalam ruangan Amara dan menunggu nya sampai sadar .
"Kapan kau akan sadar , apa kau tak merindukan ku hemm "
kata Vegas berbicara sendiri .
Aldrik yang melihat nya hanya bisa diam tanpa suara karna dia tau hati sahabat nya pasti sakit melihat sang kekasih terbaring lemah .
Namun tak lama Amara memberikan reaksi bahwa dirinya akan sadar seperti tangan nya bergerak dan itu membuat Vegas sangat senang .
"Sayang akhir nya kau sadar , bangun lah aku di sini "
kata Vegas menggenggam erat tangan kekasih nya dan mencium nya .
__ADS_1
Aldrik akhir nya bisa tenang karna Amara akan siuman , Amara mulai membuka mata nya perlahan lahan sampai akhir nya diri nya melihat pria yang sangat dia sayangi ada di depan nya dengan air mata yang sudah mengalir .
"G..a.a..s"
kata Amara lirih dan pelan .
"Hiks hiks , jangan berbicara dulu sayang kau harus banyak istirahat ya "
kata Vegas mencium kening Amara .
"Drik tolong panggil Dokter Darma "
pinta Vegas .
Aldrik mengangguk dan memanggil dokter, Vegas memeluk kekasih nya dengan penuh kehangatan dan pikiran nya juga sekarang mulai tenang .
Tak lama dokter sarang dan memeriksa Amara yang sudah sadar namun tubuh nya masih lemah .
"Syukurlah keadaan nya sudah membaik , untung luka nya tidak terlalu dalam jadi dia hanya perlu istirahat full dan jangan melakukan hal yang berat yang membuat luka di perut mu sakit "
kata Dokter Darma tersenyum .
"Makasih Om karna telah menyelamatkan nya "
kata Vegas .
"Tuhan yang memberi nya keselamatan Gas , Om hanya perantara nya saja "
kata Dr. Darma .
"Ya sudah Om masih banyak pasien yang harus Om periksa ,Om per misi "
kata Dr. Darma dan pergi dari ruangan Amara .
Vegas duduk di kursi , dekat dengan bankar Amara . Vegas memegang tangan Amara dan mencium nya dengan penuh hangat .
Amara mencoba duduk dan di bantu oleh Vegas yang selalu ada di samping nya menemani nya .
"Maaf Gas telah merepotkan mu "
kata Amara lirih .
"Kau tidak pernah merepotkan ku sama sekali , sekarang jelaskan dengan pelan padaku apa yang terjadi "
kata Vegas lembut.
Amara menarik nafas dan menceritakan apa yang terjadi kepada dirinya .
FLASSBACK ON
Amara beberapa hari sudah tinggal sendiri di rumah nya karna orang tua nya ada perjalanan bisnis keluar kota .
Malam hari nya Amara ingin pergi menemui Vegas kekasih nya namun saat dirinya turun dari kamar nya di tingkat dua , Amara melihat seseorang pria yang membawa beberapa orang yang membuat nya sedikit takut .
"Merindukan ku sayang "
kata pria muda dengan smirk nya .
"Siapa kau "
Pria itu berdiri dan Amara sangat terkejut akan apa yang di lihat nya , Amara mundur perlahan dengan tubuh yang mulai gemetar .
Pria itu mendekat dan sambil tersenyum penuh dengan seringai licik nya .
"A...a...ap...apa.. yang ....ka...ka.... Aaaakh "
kata Amara gagap dan terpotong karna pria itu telah menancapkan pisau kecil namun tajam di perut nya .
"Maaf , percayalah aku melakukan ini ada alasan nya "
kata pria itu dan menarik pisau nya setelah itu dia pergi bersama dengan anak buah nya .
Sebelum pergi Amara sempat mengucapkan kata kata yang membuat pria itu berhenti sekejap .
"A...ak...aku s...sa..sang..sangat me...rin...du... kan mu .."
kata Amara setelah itu kesadaran nya pun hilang karna luka nya sudah banyak mengeluarkan darah .
Pria itu sangat terpukul karna perbuatan nya namun diri nya tidak bisa melakukan apa apa jika bukan menggunakan cara selicik ini maka diri nya akan hancur .
FLASSBACK OFF
Vegas menahan emosi nya agar kekasih nya tidak melihat amarah di dalam tubuh nya , namun diri nya juga ingat akan perkataan Zafier tentang keluarga Sanjaya .
"Sudah kuduga"
kata Vegas lirih .
"Ada hemm "
tanya Amara .
"Tidak Ara sayang , kau istirahat lah agar kau cepat sembuh "
kata Vegas mengelus tangan kekasih nya .
Aldrik mengepalkan tangan nya karna sudah muak dengan rencana licik musuh nya.
'Aku sudah tidak sabar menghancurkan nya '
batin Aldrik .
' Tunggulah kehancuran mu Tuan R '
batin Vegas .
****
Sedangkan Zora sekarang telah berada di moll bersama adik ipar nya dan menunggu Tio sang asisten nya datang di restaurant yang berada di dalam moll itu .
Tak lama Tio pun datang sendiri dengan pakaian kasual nya agar tidak ada yang mengetahui diri nya adalah asisten Queen Mafia .
"Maaf terlambat tadi gue kejebak macet di jalan hehehe "
__ADS_1
kata Tio cengegesan .
"Huh sejak kapan gue lihat ello sampai tepat waktu , lo kan emang selalu telat "
kata Zora kesal karna dirinya lumayan lama menunggu .
"Gue kam udah minta maaf bumil "
kata Tio memanggil Zora dengan sebutan bumil yang arti nya adalah ibu hamil .
"Ya udah cepat katakan apa yang kau tau di dunia bawah "
kata Zora langsung.
"Apakah kita akan bicarakan hal itu di depan adik ipar mu "
kata Tio menatap Zora penuh tanya .
Zora mengalihkan pandangan nya pada adik ipar nya yang tengah menatap mereka berdua dengan penuh tanda tanya .
"Xia boleh tinggalkan kakak sebentar , kamu belanja aja duluan ya kalau urusan kakak selesai kakak akan menelfon mu "
kata Zora tersenyum .
Xia hanya mengangguk dan pergi dengan membawa kartu unlimited tanpa batas yang milik kakak ipar nya .
"Xia sudah pergi jadi cepat katakan "
kata Zora serius .
"Apa kau yakin kau ingin mengetahui nya , aku takut kabar yang akan kau dengar ini akan berpengaruh pada kandungan mu "
kata Tio khawatir .
"Aku yakin tidak apa apa kau tenang saja , cepat katakan "
kata Zora yang sudah sangat penasaran .
Tio menghela nafas nya dengan pelan dan mengrileks kan fikiran nya karna dia juga takut akan kandungan adik angkat nya akan setres .
"Kabar yang ku ketahui adalah Mafia baru yang akan melawan kelompok DRAGON NIGHT milik Zafier suami mu , dan Vegas yang memegang kendali selama Zafier sibuk mengurus perusahaan nya "
kata Tio .
"Ouh jadi begitu untung saja mas Zafier tidak ikut andil dalam perang dunia bawah yang akan datang itu "
kata Zora bahagia .
"Kata siapa Zafier tidak akan ikut andil dalam perang dunia bawah "
tanya Tio .
"Kata ku karna aku sudah tau soal masalah itu tapi aku meminta janji pada mas Fier tidak turun tangan tentang dunia bawah "
kata Zora .
' Jadi Zafier menyembunyikan masalah sebesar ini pada Zora , lalu apa yang harus kulakukan berkata jujur atau berbohong '
batin Tio berfikir keras dan bingung apa yang akan di katakan nya selanjutnya .
"Ada Tio katakan aku tau kau menyembunyikan sesuatu , raut wajah mu sudah mengatakan nya "
kata Zora dingin .
Tio bingung harus menjaga jujur atau berbohong , karna frekuensi nya yang akan terjadi sangat besar jika Zora mengetahui nya . Namun jika Zora tidak mengetahui nya maka akan fatal akibat nya jika Zora mengetahui kabar itu dari orang lain .
"Percayalah apapun yang kukatakan tentang suami mu kau harus percaya pada nya berjanjilah "
kata Tio mengulurkan tangan nya untuk meminta janji dari Zora .
"Baiklah aku berjanji tapi jika itu jauh dari ekspektasi ku maka aku tidak bisa menjamin nya "
kata Zora memegang tangan Tio .
"Setidak nya kau sudah berjanji , sebenar nya Mafia baru itu adalah musuh Vegas dan Vegas meminta bantuan Zafier untuk ikut turun tangan dalam masalah nya . Zafier mengusulkan untuk membawa anak buah terkuat nya bersama Vegas namun Vegas tidak mau dengan usulan Zafier "
"Vegas ingin Zafier ikut bersama nya dan ikut berperang bersama nya di dunia bawah , Zafier akhir nya menyetujui keinginan saudara nya untuk ikut berperang di dunia bawah dan dalam waktu dekat ini aku yakin peperangan itu akan terjadi . Satu hal lagi kabar pagi ini yang ku dengar Amara masuk rumah sakit dan mengalami luka yang cukup serius di bagian perut nya "
kata Tio menatap Zora .
Bagai di sambar petir di pagi hari Zora langsung menatap kosong Tio dan fikiran nya sudah kacau tak beraturan .
"Apa ... yang kau katakan benar Tio "
kata Zora lirih namun dingin .
"Yang kukatakan tidaklah pernah salah jadi tolong tempati janji mu dan jangan fikirkan masalah ini agar kau tidak setres begitu juga anak yang kau kandung "
kata Tio memegang pundak Zora .
Zora berdiri dan langsung pergi tanpa suara , Tio mengikuti Zora kemana Zora pergi takut nya adik nya ini akan melakukan hal yang di luar nalar nya .
"Tio antar aku pulang sekarang "
kata Zora dingin .
Tio hanya mengangguk dan mereka pergi dari moll meninggalkan Xia sendiri , namun Zora tidak khawatir tentang itu karna dia tau bahwa suaminya pasti mengirimkan anak buah nya untuk mengawasi nya dan menjaga diri nya .
' Aku harap kau tidak melakukan hal yang berakibat fatal bagi mu dan kandungan mu '
batin Tio .
' Bohong janji mu hanyalah bualan semata , kau ingkar janji padaku hiks hiks '
batin Zora menangis.
Maaf baru up , dukung author terus ya jangan lupa Komen like dan vote juga .
Author jarang up karna sibuk kerja jadi tolong maklumi ya para readers tercinta .
salam manis dari author , author udah up 2000 lebih kata agar readers baca nya gak cepat habis udah jarang up masak up nya cuman 1000 kata aja , jadi author akan up sampai 2000 kata kalau author up dan itu pun kalau author mampu dan punya banyak ide di dalam otak .
makasih .
__ADS_1
papay ........