CEO MUDA PUJAAN HATI

CEO MUDA PUJAAN HATI
Pertemuan Tanpa Rencana


__ADS_3

Siang hari yang menenangkan dimana dia wanita sekarang terdiam membisu setelah mendengar suara dingin yang berasal dari pria yang baru kembali ke kota setelah lama menghilang.


Vegas yang baru kembali ke restauran setelah membeli ice crem keinginan kakak ipar nya, terkejut melihat Zora tengah berbicara dengan seorang wanita yang sangat dirinya kenali.


Vegas mendekat kearah mereka berdua dan meletakkan ice crem di atas meja tersebut.


Zora hanya bisa menunduk dan tak berani menatap Vegas yang wajah nya sudah sedingin kutub utara, sedangkan Amara hanya menatap kosong kearah meja restauran itu.


"Jadi ini maksud lo zor nyuruh gue beli ice crem jauh jauh , agar lo bisa ketemu sama Amara "


kata Vegas dengan menekan suara nya saat menyebut nama Amara.


Amara langsung berdiri dan mengambil tas nya siap untuk pergi, namun sebelum itu Amara mengucapkan permintaan maaf karena sudah bertemu dengan Zora tanpa izin.


"Maaf , jangan memarahi Zora karena itu bukan salah dirinya , saya undur diri "


kata Amara sopan dan langsung pergi meninggalkan Zora dan Vegas.


Namun saat Amara sudah sampai pintu ingin keluar tiba tiba suara itu kembali membaut Amara terdiam.


" INGATLAH SATU HAL AMARA SANJAYA, AKU AKAN AMBIL APA YANG MENJADI MILIKKU SEBELUM NYA "


kata Vegas dengan tegas.


' bukan hanya raga mu tapi aku akan ambil hati dan dirimu seutuh nya dari keluarga sanjaya, karena jika sudah jadi milikku jangan harap orang lain mengambil atau bahkan menyentuh nya '


Batin Vegas menatap Amara dengan tatapan penuh arti.


Amara langsung pergi, sedangkan Zora masih bingung dengan perkataan Vega barusan.


'apa ya maksud dari perkataan Vegas ya barusan '


batin Zora bertanya tanya.

__ADS_1


Setelah Amara menghilang dari pandangan Vegas dan Zora, Vegas menatap Zora dengan dingin dan pergi begitu saja tanpa melihat keadaan Zora yang sedang hamil besar itu.


Zora yang melihat Vegas pergi langsung berdiri dan mengejar nya dengan sedikit susah karna perut nya yang besar.


"Gas tunggu gue, gue bisa jelasin alasan gue gak bilang ini semua sama lo "


kata Zora sambil memegang perut nya.


Namun Vegas seakan tuli dan lupa dirinya langsung menancapkan gass mobil nya dan pergi begitu saja tanpa pikir panjang.


Zora hanya menghela nafas nya pelan melihat Vegas pergi meninggalkan dirinya sendirian di restoran itu.


"Huuuuu...... Di tinggal deh jadi nya, mana gak ada taksi lewat lagi jalan kaki aja deh ke tempat halte bus "


kata Zora pasrah dengan keadaan nya saat ini.


Zora duduk di kursi tunggu halte bus sambil mengelus perutnya.


kata Zora dengan nafas yang tersengal sengal seperti lari maraton padahal dirinya hanya jalan kaki.


Tak jauh dari halte bus, seseorang dan beberapa lain nya, sangat tidak tega melihat nona mudanya kecapean seakan mereka ingin ke sana namun teringat pesan tuan nya bahwa jangan sampai nona muda tau bahwa dirinya sedang di awasi.


"Kasian nona muda, pasti dia sangat lelah dan kesulitan saat berjanji karena perut nya yang sudah besar "


kata nya lirih.


"Kau benar, tapi apalah daya kita tidak bisa berbuat apa apa hanya bisa mengawasi nona, kalau nona tau bahwa kita mengikuti nya maka aku yakin nona akan marah besar "


kata orang yang di dekat nya.


Orang itu hanya mengangguk dan lanjut mengawasi nona muda nya.


Sedangkan Vegas yang tadi pergi melajukan mobil nya menuju markas langsung masuk dan duduk di ruangan nya , tanpa mengingat orang yang dia tinggalkan karena emosi di dalam dirinya.

__ADS_1


"Haaaa, kenapa semua ini harus terjadi Tuhan bertemu dengan nya di saat seperti ini bukanlah keinginanku, tapi mengapa kau membuat kami bertemu kembali "


kata Vegas lirih sambil memejamkan matanya.


Vegas merilekskan pikiran nya dengan memejamkan mata nya mengingat pertemuan yang menenangkan tadi dengan mantan kekasih yang amat dirinya cintai.


Di waktu yang sama Zora ingin menelfon Vegas namun dirinya tau bahwa Vegas pasti marah padanya membuat nya mengurungkan niat nya untuk menelfon adik ipar nya itu.


" Huuh pasti Vegas marah sama gue , terus gue harus telfon siapa buat jemput gue di sini, telfon Bunny kasian karena aku yakin Mas Zafier pasti sedang istirahat setelah sekian lama dirinya tidak tenang untuk tidur "


kata Zora pasrah.


Saat Zora tengah meratapi nasib nya tiba tiba dari sisi kiri jalan ada gerombolan orang yang datang dengan seragam hitam nya.


Seseorang yang mengawasi nona nya terkejut dan langsung mengumpulkan anggota nya karena segerombolan pria berbaju hitam datang ke arah nona nya.


"CEPAT KITA HARUS MENGHAMPIRI NONA MUDA, SEBELUM HAL YANG TAK DI INGINKAN TERJADI "


kata pemimpin nya, dan mereka semua langsung pergi menghampiri nona muda nya.


Zora menatap gerombolan itu, dan berdiri dengan sedikit takut.


' Mereka siapa ya, kok perasaan gue gak enak gini '


batin Zora sambil menyelidiki orang yang datang , takut nya ada seseorang yang diri nya kenali.


bersambung.........


hy reader im back, sorry lama ya karena tadi author ketiduran jadi up nya malam deh maaf ya.


semoga kalian suka sama cerita ini dan maaf karna author udah lama menghilang ya .


papay.......

__ADS_1


__ADS_2