CEO MUDA PUJAAN HATI

CEO MUDA PUJAAN HATI
Selamat


__ADS_3

jam sudah menunjukkan jam pulang di mana seluruh karyawan di perusahaan pulang , vera pulang ke rumah nya hanya sendiri tisak bersama zora karna dia tidak tau kemana zora pergi .


#Ruang Tamu Keluarga Galaxi


di ruang tamu zordan yang memang pulang lebih dulu melihat istri nya yang sudah berada di ruang tamu .


amor yang melihat suaminya datang langsung menyuruh nya untuk duduk di dekat nya , sedangkan zordan yang mendengar nya hanya nurut saja .


"ada apa ma , apa ada yang mama mau omongin kah "


kata zordan .


"kita ngomong nya nunggu anak anak datang ya pa "


kata amor dengan senyum merekah nya , membuat zordan hera dengan istri nya itu .


sedangkan vera yang sampai di rumah nya bingung harus jawab apa pada kedua orang tua nya jika bertanya rentang zora.


"apa yang harus aku katakan jika papa dan mama nanya tentang zora "


kata vera .


dan amor yang melihat anak nya pulang langsung menyuruh nya duduk tapi dia heran karna kali ini anak nya hanya sendiri .


"ver di mana zora kok pulang nya sendiri "


kata amor pada vera yang udah duduk di dekat nya .


vera yang mendengar itu menjadi gugup dan tubuh nya mulai berkeringat .


"z...zo ...zora kata nya ada urusan mah , pa jadi vera di rusuh pulang duluan "


kata vera dengan gugup .


zordan dan amor saling bertatapan karna zora selalu memberi tahu nya jika dia ada urusan .


"urusan apa itu sayang "


tanya zordan .


vera makin gugup mendengar pertanyaan papa nya .


"it... itu ... itu pa zora masih ada urusan dengan boss zafier "


kata vera gugup dan menjawab sekena nya .


zordan dan amor yang mendengar itu hanya mengangguk .


"jadi kita mulai ya , mama sebenar nya ingin mengatakan bahwa vera bakal mama jodohkan "


kata amor dengan senang .


GLADAAAR....


vera yang mendengar itu bagai di sambar petir di siang bolong, zordan juga terkejut dengan apa yang dikatakan istri nya itu.


"apa yang mama maksud "


tanya zordan.


amor hanya tersenyum mendengar pertanyaan suami nya itu .


"iya pa , bukan kah papa juga tau tentang perjodohan ini dan bahkan papa udah membicarakan ini dengan sahabat papa "


kata amor .


zordan yang awal nya bingung dan setelah itu dia ingat bahwa dia pernah merencanakan perjodohan ini dengan sahabat nya devon .


"hemm ya papa ingat tapi siapa yang mama akan jodohkan ma "


kata zordan .


"mama ingin menjodohkan anak pertama mama lah pa vera "

__ADS_1


kata amor dengan semangat .


vera hanya diam membisu karna terkejut dengan semua yang dia dengar .


"bagaimana vera apa kamu mau nak , mam harap kamu tidak menolak nya "


kata amor penuh harap .


vera yang mendengar itu akhir nya sadar dan menjawab .


"maaf ma , tapi vera tidak tau siapa pria itu ma dan apakah vera bisa ma "


kata vera dengan murung .


amor dan sites yang mendengar itu , tak tega karna mereka tau anak nya masih sangat muda untuk menikah .


"papa tidak akan memaksa mu nak jika kamu tidak mau , tapi coba di fikirkan dulu dan jika kamu sudah memikirkan nya maka kamu bisa memberi tahu papa , dan mama "


kata zordan dengan lembut .


vera yang mendengar itu hanya !mengangguk dan setelah itu dia berdiri dan menuju ke kamar nya .


amor dan zordan melihat anak nya pergi tanpa suara hanya diam karna mereka tau apa yang sedang di rasakan anak nya saat ini .


"jika vera menolak maka papa tidak akan memaksa nya ma "


kata zordan .


"mama juga begitu tapi mama harap semoga vera menerima perjodohan ini "


kata amor .


zordan hanya mengangguk dan langsung menuju ke kamar nya untuk mandi dan mengerjakan sholat zuhur .


sedangkan vera yang ada di kamar nya menangis karna bingung apa yang harus dia lakukan .


"hiks ... hiks ... ma , pa apakah sudah waktu nya vera membalas budi kedua orang tua zora yang sudah merawat vera dari kecil hiks "


kata vera sambil mengingat terakhir kali nya dia melihat orang tua nya sebelum berangkat ke luar kota dan tak lama pesawat nya jatuh , membuat vera harus kehilangan kedua orang tua nya di umur yang begitu muda yaitu 6 tahun .


yaitu zora yang masih berumur 5 tahun karna mereka berbeda satu tahun , tapi zora tidak pernah terasa terganggu oleh kehadiran vera malah sangat senang , dari itu vera telah berjanji pada diri nya sendiri tidak akan membuat kedua orang tua nya dan adik nya itu bersedih .


namun vera tetap memakai nama ayah nya yaitu ALOVERA AL ABRAS dan vera tidak akan mengubah nama itu meski diri nya sekarang anak dari zordan galaxi .


mengingat itu vera tersenyum karna kasih sayang orang tua nya sekarang sangat besar membuat nya tidak berani mengecewakan nya .


"apa aku bisa menolak permintaan orang tua ku hiks ... zora cepatlah pulang zora aku membutuhkan mu "


kata vera yang menangis di balkon kamar nya .


sedangkan zora yang baru bangun langsung mandi dan setelah itu berpakaian dan saat melihat jam sudah menunjukkan ja 5 zora langsung keluar dari kamar dan memanggil tio .


"TIOOO......"


kata zora .


tio yang mendengar itu berdecak kesal karna zora telah menganggu tidur nya .


"cek...dasar kaleng rombeng ganggu tidur gue aja "


kata tio melanjutkan tidur nya .


zora yang tidak melihat tio di mana mana akhir nya langsung menuju ke kamar tio dan saat melihat tio yang tengah enak nya tidur membuat zora kesal .


"dasar tulang molor , hemm gue ada ide kerjain ah "


kata zora sambil berjalan pelan pelan ke arah tio yang sedang tidur .


setelah itu zora mengambil air yang ada di dekat meja kasur tio dan menyiram kan nya pada tio .


BYURRRR....


tio yang awal nya nyenyak tidur tapi terkejut dengan air yang membasahi wajah nya .

__ADS_1


"astaga ... apa apaan niiiih "


kata tio .


saat melihat siapa yang menyiram nya tio hanya diam ,dan zora yang melihat tio hanya diam langsung memukul tangan tio dengan keras membuat empuh nya merintih .


PLAAAAK ....


"adddddoyyy "


kata tio memegang bahu nya karna sakit .


"dasar tukang molor lo , denger ini gue mau pulang dan lo harus jaga rumah ini bisa di sebut markas ini dengan baik dan jangan sampai hal tadi terulang lagi "


kata zora langsung pergi .


sedangkan tio masih memegang bahu nya yang sakit karna pukulan zora .


"hush untuk gue masih sabar kalau engak gue benyek lo, aduh sakit nya dia makan apa sih kok mukul nya sakit banget "


kata tio


zora yang masuk ke dalam mobil nya dan nunung rumah nya , saat sampai di rumah nya zora masuk dengan pelan pelan karna takut ketahuan .


zordan yang awal nya bersantai di ruang tamu dan dia sedikit curiga pada anak nya zora yang belum pulang sampai jam 5 ini membuat zordan cemas dan itu membuat zordan sengaja menunggu zora tanpa suara .


zora yang sudah sampai di atas depan tangga ingin melangkah kan kaki nya namun berhenti karna suara papa nya yang memanggil nya .


"dari mana sayang "


kata zordan .


zora membeku seketika dan zora mulai berkeringat dingin karna takut ayah nya marah .


"hehehe zo ... zora dari rumah teman pa "


kata zora sekena nya .


zordan makin curiga anak nya itu karna alasan nya berbeda dengan apa yang di katakan vera tadi .


"temen , tapi kenapa kata vera tadi kamu ada urusan dengan atasan mu "


kata zordan dengan tatapan menyelidik .


zora seakan mati di tempat karna dia sendiri juga lupa untuk memberi tahu vera .


"mati aku , kenapa aku pake lupa segala sih memberi tahu vera , terus aku jawab apa sekarang masak iya gue harus jujur sekarang "


batin zora menangis .


amor yang melihat anak nya baru datang langsung menghampiri nya .


"zora kamu dari mana aja nak kok baru pulang , ya udah yang penting kamu selamat sampai di rumah "


kata amor .


amor yang melihat anak nya diam tanpa suara akhir nya melihat ke belakang dan melihat suami nya .


"Ouh jadi pantas saja aura nya dingin jadi papa sedang menginterogasi zora "


batin amor .


zora menggunakan isyarat mata mama nya agar bisa menolong nya dari situasi ini , amor yang melihat isyarat zora mengerti karna amor tau pasti anak nya takut pada tatapan ayah nya itu .


"ya udah kamu masuk ke kamar dan sholat karna hampir magrib juga dan setelah itu siap siap makan malam , jangan lupa bangunkan vera juga ya "


kata amor .


zora langsung mengangguk dan pergi namun dia melihat tatapan ayah nya yang sudah di penuhi denga kecurigaan membuat zora bergidik ngeri .


"kali ini kamu selamat zora , tapi apa nanti malam kamu bisa lari dari semua ini "


batin zora langsung berlari ke kamar nya .

__ADS_1


sedangkan amor dan zordan tersenyum melihat wajah panik anak nya itu , setelah itu merdeka kembali ke kamar nya .


lanjutan nanti malam ya stay my novel ogheeyy .....


__ADS_2