
Di rumah sakit dia keluarga besar tengah menunggu menantu dan putri nya sadar dari koma nya .
Dan sekian lama menunggu akhir nya Zora wanita yang terbaring lemah dan tak sadar kan diri selama beberapa jam bangun, dan semua keluarga sangat senang dan tersenyum bahagia.
"Pa, Zora akhir nya sadar "
kata Amor pada suaminya.
Zordan tersenyum melihat putri nya akan kembali sadar, saat kepergian Zafier suami dari anak nya Zora di pindahkan ke ruang VIP milik keluarga nya agar bisa menjaga anak nya leluasa.
Meski dokter awalnya menolak karna kondisi Zora yang masih koma namun Dr. Darma tidak bisa apa apa karna sahabat nya Zordan ingin menjaga sendiri anak nya, membuat nya harus mengizinkan Zora untuk pindah ke ruang VIP keluarga Gakaxy.
"M.. a.. s ....... "
kata Zora lirih dan mengerjapkan mata nya.
"Sayang akhir nya kamu sadar sayang hiks hiks hiks "
kata Amor dan mencium pipi putri nya.
Zora tersenyum lemah dan diri nya melihat sekeliling ruangan dan tak menemukan orang yang dia cari.
" Pa, ma mas Zafier di mana "
tanya Zora pada orang tua nya.
Zordan bingung harus menjawab apa, jujur atau berbohong di sisi lain jika diri nya bohong maka itu akan memperburuk suasana karna dia tau anak nya tidak mudah untuk di bohongi.
Sedangkan di susus lain jika dia harus jujur maka itu akan buruk bagi anak nya melihat kondisi anak nya seperti ini maka diri nya sangat bingung menjawab apa.
Zora berusaha bangun dan di bantu orang tua nya untuk bersender di kasur rawat nya.
Zora merasa aneh dengan apa yang terjadi karna kedua orang tua nya diak tanpa suara membuat nya ingat kejadian di mana diri nya tau pekerjaan suaminya dan saudara suaminya Vegas.
"Pa, di mana mereka berperang "
kata Zora menatap dingin ayah nya.
Zordan terkejut karna anak nya menanyakan hal yang membuat nya tadi berfikir sangat lama tentang jawaban yang akan dia berikan pada anak nya.
"Sayang kamu istirahat dulu ya sayang "
kata Amor mengalihkan perbincangan.
"Tidak Ma, tolong jawab Zora di mana mereka sekarang "
kata Zora menatap orang tua nya dengan mata yang sudah berkaca kaca.
"Jangan menangis sayang, suami mu pasti baik baik saja "
kata zordan menenangkan anak nya yang mulai menangis.
"hiks hiks hiks, pa dimana mas Fier hiks hiks Zora ingin bertemu bunny hiks hiks "
kata Zora menangis karna suaminya tidak ada di sisi nya.
Zordan bingung mau melakukan apa dan melihat istri nya untuk mendapat jawaban, namun Amor istri nya juga bingung apa yang akan mereka lakukan.
Sedangkan Zora masih menangis sesugukan , Amor dan Zordan tau kalau Zora menangis karna efek calon bayi nya yang tak ingin jauh dari sang suami.
" Baiklah kita akan ke sana tapi papa akan ikut bersama mu dan semua anak buah papa akan bersama kita "
kata Zordan.
Zora tersenyum dan memeluk ayah nya seakan mendapat hadiah yang sangat indah.
"Ma, tunggulah papa dan Zora di rumah dan kabarkan keluarga Devon bahwa Zora telah sadar "
kata Zordan pada istri nya.
Amor hanya mengangguk dan membantu anak nya untuk berdiri.
Zora yang duduk di kursi roda yang awal nya senyam senyum seketika berubah menjadi senyum devil nya.
__ADS_1
"I coming Dear "
batin Zora tersenyum devil.
****
Jika keluarga angkasa dan galaxy senang akan sadar nya Zora dari masa kritis , namun di sisi lain suaminya nya Zafier Angkasa masih berada di medan perang melawan musuh saudara nya.
Zafier yang sudah amat marah tak peduli lagi dengan berapa banyak nyawa yang telah dia hilang kan di medan ini.
Vegas dan Aldrik juga tak kalah bengis nya , entah berapa banyak nyawa yang telah mereka lenyapkan dalam hitungan detik, membuat Reymon Sanjaya kewalahan dan tak mampu melawan lagi.
"Jika terus begini maka aku akan kalah dan adik ku akan tiada "
batin Rey.
Zafier yang melihat Rey lengah langsung melesatkan tembakan nya pada bahu kanan musuh nya, yang membuat Rey berteriak .
"Aaaaaaaakh...... "
kata Rey memegang tangan bahu kanan yang terluka.
Amara yang mendengar teriakan kakak nya langsung berlari ke arah kakak nya meski tubuh nya juga banyak ngilu karna berontak untuk di bawa kemari oleh anak buah Zafier.
"Kakaaaaaaak.......... "
teriak Amara langsung memegang bahu kakak nya yang berdarah agar darah nya tidak terlalu keluar.
Vegas dan Aldrik yang melihat nya hanya menatap datar kakak beradik itu.
Vegas memejamkan mata nya untuk membuang gejolak rasa sakit melihat mantan kekasih nya menangis.
'kau yang memulai nya , maka kau juga yang akan merasakan nya '.
batin Vegas dan kembali menatap Amara beserta kakak nya.
Amara menangis melihat kakak nya terluka dan berusaha keras menahan darah kakak nya agar berhenti keluar.
"Hiks... hikss... hiks..... kau darah nya masih keluar hiks hiks "
Rey yang melihat adik nya menangis karna diri nya sangat sedih.
"maaf kan kakak karna a telah membawa mu dalam masalah ini "
kata Rey sendu.
"Hiks.....sudahlah lupakan sekarang aku harus membawa kakak ke rumah sakit "
kata Amara pada kakak nya.
Namun saat Amara ingin membawa kakak nya pergi tiba tiba suara pria membuat nya berhenti .
"BERHENTI... "
kata Zafier dengan sangat dingin.
Amara yang merubah tatapan dingin seorang Zafier menjadi takut dan tubuh nya gemetar.
Zafier mendekati kakak beradik itu dengan membawa pistol di tangan nya.
"Siapa yang memberi mu izin membawa B******k ini dari sini hemmm "
kata Zafier dengan sangat dingin .
Amara mendudukkan kakak nya dan diri nya bersujud untuk memberi ampunan pada kakak nya.
"Hiks hiks, Fier hiks hiks aku mohon maafkan kakak ku..... izinkan aku membawa nya ke rumah sakit hiks hiks ..... "
kata Amara memohon pada Zafier.
Namun Zafier hanya mengacuhkan nya dan mengarahkan pistol nya ke arah musuh nya Reymon Sanjaya, Amara yang melihat nya langsung berdiri di depan kakak nya untuk melindungi sang kakak.
"Habisi aku terlebih dahulu baru kakak ku "
__ADS_1
kata Amara menatap Zafier dengan tatapan yang sudah kalangkabut.
Zafier hanya menatap datar Amara dan setelah itu diri nya tersenyum devil.
"Ternyata kakak adik ini sangat kompak heh "
kata Zafier dengan nada mengejek.
Reymon yang melihat adik nya melindungi nya menjadi sangat sedih karna diri nya hanya membuat masalah dalam kehidupan adik nya.
Reymon berdiri dan membawa adik nya Amara ke belakang tubuh nya, Amara yang melihat nya menangis dan membantu kakak nya bertahan agar tidak terjatuh.
"tolong.... le... paskan adik ku, setelah itu kau bisa membunuhku "
kata Reymon lemah karna darah nya sudah banyak keluar sedangkan Amara yang mendengar nya menangis dan memeluk kakak nya.
Diri nya memang membenci kakak nya karna telah menghancurkan kebahagian diri nya namun rasa sayang nya terhadap kakak nya mengalahkan rasa benci nya.
Zafier dan yang lain hanya memutar bola mata nya malas.
"Drama yang sungguh manis, aku tidak akan membunuh adik mu tetapi seseorang yang akan melakukan "
kata Zafier dan menatap ke arah saudara nya Vegas.
Vegas yang mendengar nya hanya menarik sedikit ujung bibir nya.
"Seperti nya menarik "
kata Vegas dengan senyum devil nya.
Namun beda dengan hati nya yang sangat sakit melihat diri nya yang akan menghabiskan orang yang awal nya diri nya cintai.
Amara terkejut dan menatap Vegas dengan tatapan sangat sedih.
Zafier tersenyum sinis , jiwa dan pikiran nya sudah penuh dengan kebencian yang amat dalam mengingat keadaan istri nya yang terbaring lemah di rumah sakit.
"Ayo lakukan ini bersama saudara ku, Vegas Marvin.
kata Zafier dan mengarahkan pistol nya pada Reymon.
Sedangkan Vegas mengarahkan pistol nya pada Amara dengan tatapan yang harus rela tak rela kehilangan separuh hati nya.
Amara tersenyum melihat kearah Vegas pujaan hati nya.
'Jika ini takdirku, mati di tangan mu maka aku rela, asal diri mu bahagia '
batin Amara.
' jika kau memilih pilihan yang pertama mungkin ini tidak akan terjadi, tapi apa daya ku rasa sakit yang Zora rasakan membuatku harus melakukan ini walau rasa nya akan sangat sakit '
batin Vegas.
Zafier ingin menarik pelatuk pistol nya namun suara seseorang membuat nya berhenti untuk meluncurkan peluru nya.
sedangkan Reymon dan adik nya sudah memejamkan mata akan apa yang terjadi namun mendengar suara seseorang membuat mereka membuka mata dan menatap ke arah suara tersebut.
" BERHENTI................ "
kata nya dengan suara keras.
Semua orang yang mendengar nya langsung melihat ke arah aska suara, dan semua anggota musuh dan anggota Dragon Night terkejut akan kehadiran seorang tersebut.
Aldrik yang melihat orang itu ikut terkejut dan fikiran nya kosong seketika.
Vegas terkejut dan diri nya kaku , seketika setelah fikiran nya juga telah acak acakan.
Sedangkan Zafier yang melihat orang tersebut sangat terkejut dan pistol yang ada di tangan nya jatuh tanpa diri nya inginkan.
"A..... apa.. itu diri mu.... "
kata Zafier terbata bata.
Bersambung............
__ADS_1
Authot sangat" minta maaf pada reader's karna udah 2 blan gak up, di karna kan pekerjaan author membuat author tidak bsa up dan frustasi karna tak bsa up selama itu, author stress memikirkan hati reader's yang pasti kecewa dan sangat kesal pada author karna gak up ".
Author sekali lagi minta maaf pada para reader's author maaf 🙏😓😩😓😩😓😩😓😩😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭