CEO MUDA PUJAAN HATI

CEO MUDA PUJAAN HATI
Korban Dan Frustasi


__ADS_3

Malam hari yang indah dan suasana yang dingin membuat Zora yang duduk di teras rumah menunggu kedatangan suaminya kedinginan namun tidak membuat niat nya untuk menunggu sang suami luntur .


"Aduh Bunny mana kok lama banget udah jam setengah 7 tapi gak pulang , maaf ya nak kamu kedinginan karna menunggu ayah mu pulang "


kata Zora mengelus perut nya dan meniup tangan nya agar tidak terlalu dingin .


Xia langsung menghampiri kakak ipar nya yang kedinginan dengan tangan memegang teh hangat untuk kakak ipar nya dan membawakan selimut setelah itu memakaikan nya pada kakak ipar nya .


"Kakak ipar mengapa menunggu di sini engak menunggu di dalam saja kak , di sini dingin "


kata Xia ikut duduk di dekat kakak nya karma kursi teras rumah ada 4.


"Kakak hanya ingin menyambutnya langsung agar rasa rindu kakak terobati "


kata Zora senyum .


"Yaelah kak baru juga seharian doang kakak di tinggal bukan kayak Xia harus nunggu kak Aska ada waktu luang baru bisa ketemu , kakak si enak bisa ketemu setiap saat "


kata Xia .


"Itu ujian cinta mu jadi jalani dan jangan pernah mengeluh walau akhir nya membosankan karna lama tidak bertemu "


kata Zora mencubit pipi gemes adik ipar nya .


"Iya kakak tenang saja saran kakak akan Xia lakukan dengan sebaik mungkin , tapi Xia ingin bertanya serius sama kakak"


kata Xia berubah serius .


"Hemm apa tanyakan saja "


kata Zora sambil meminum teh hangat yang di bawakan oleh adik nya .


"Sebenar nya kak Zafier pekerjaan nya sangat sulit ya sampai harus pulang malam setiap hari dan ini sudah sangat lama kakak Fier selalu pulang malam "


kata Xia serius .


"Yang kakak tau mas fier pulang malam karna membantu masalah vegas seperti mengerjakan berkas berkas penting dunia bawah "


kata Zora .


"Dunia bawah itu apa kak kok Xia baru denger"


kata Xia .


"Hemm itu ... itu ... sudahlah suatu saat kau akan tau "


kata Zora .


Zora menrutuk mulut nya yang encer itu karna Xia memang tidak tau apa apa tentang dunia bawah .


' Dasar mulut ku tak bisa di kontrol '


batin Zora.


Xia ingin bertanya lagi namun sebuah mobil mewah masuk kedalam kawasan rumah nya membuat dia mengurungkan niat nya .


Zora sangat bahagia karna akhir nya suami yang di tunggu tunggu nya datang juga.


"BUNNYYYYYYYY..."


teriak Zora dan langsung menghampiri mobil suaminya .


Zafier yang mendengar teriakan istri nya langsung turun dan langsung menghampiri nya karna istri nya menghampiri dirinya .


Zora langsung memeluk suaminya dengan erat dan sedikit susah karna perut nya sedikit menghalanginya .


"Ada apa hemm , kenapa menunggu ku di luar bukan di dalam sayang suasana di luar sangat dingin nanti bayi kita kedinginan "


kata Zafier memasangkan jas nya ke pundak sang istri .


"Aku hanya merindukan mu saja dan ingin menyambut mu langsung tapi kamu malah memarahi ku"


kata Zora cemberut namun masih memeluk istri nya .


"Aku tidak akan pernah marah pada istri ku ini , ya sudah ayo masuk "


kata Zafier , mereka langsung masuk ke dalam rumah .


Setelah itu mereka duduk di ruang tamu dan Zora masih enggan untuk melepaskan pelukan pada suaminya.


Sedangkan Zafier hanya tersenyum dan memeluk istri nya dengan penuh kehangatan .


"Xia ke kamar duluan ya , bunda dan ayah tidur duluan katanya karna lelah "


teriak Xia yang sudah cukup jauh dari ruang tamu .


Sedangkan Zafier hanya geleng geleng kepala nya begitu juga dengan Zora hanya tersenyum .


Setelah Xia pergi Zora langsung mengajak suaminya ke dapur untuk makan malam bersama , Xia sudah makan lebih dulu sedangkan Vegas memilih tinggal di markas dari pada pulang ke rumah nya .

__ADS_1


Zafier makan di temani istrinya dan dia sangat senang karna istri nya akhir akhir ini tubuh nya mulai berisi .


' Apa aku bertanya sekarang aja ya soal pekerjaan nya bersama Vegas '


batin Zora .


Zora menatap suaminya yang sedang lahap memakan makanan nya , Zafier yang melihat istri nya seperti kebingungan akhirnya bertanya .


"Ada apa Sayang , kenapa seperti nya kamu kebingungan "


kata Zafier lanjut memakan makanan nya .


"Hemm gini Sayang , hemm aku boleh tanya apa pekerjaan mu dengan Vegas "


kata Zora to the point karna memang diri nya tak suka basa basi .


Zafier yang mendengar nya langsung berhenti makan dan meminum air dulu agar makanan nya masuk ke dalam perut nya .


' Ku rasa Zora mulai curiga '


batin Zafier .


" Pekerjaan ku dan Vegas melihat dan membaca berkas penting tentang dunia bawah dan ada juga berkas yang harus aku dan Vegas sendiri salin bukan orang lain "


kata Zafier berbohong .


' Maaf sayang , aku berbohong padamu karna demi kesehatan dan keselamatan bayi kita dan aku juga tidak rela jika luka sekecil apapun menyentuh milik ku yang berharga '


batin Zafier .


"Ouh begitu , aku bisa tenang karna kamu udah jawab pertanyaan yang sangat menganggu ku beberapa hari ini "


kata Zora tersenyum dan memeluk lengan suaminya .


Zafier hanya tersenyum dan mencium pucuk kepala istri nya dengan penuh rasa bersalah dan penuh cinta .


' Aku terlalu mencintai mu sampai harus berbohong agar kamu tidak terluka sedikit pun '


batin Zafier .


****


Di markas Vegas sedang bersantai dan perut nya sudah kenyang karna makanan yang di beli sahabat nya sangat banyak membuat nya ingin malas malasan sebelum turun ke medan perang dunia Mafia .


Aldrik yang melihat sahabat nya bermalas malasan hanya geleng geleng kepala .


"Apa kau hanya akan malas malasan seperti ini , apakah tidak ada niat menemui kekasih mu itu sebelum kita tempur nanti nya"


kata Aldrik .


kata Vegas langsung menarik tangan Aldrik .


Aldrik yang tertarik ingin berontak tapi tidak berdaya karna Vegas akan mengancam nya dengan cara memotong separuh gaji nya dan Aldrik sangat tidak ingin gaji nya di potong sedikit pun .


Setelah sampai di kediaman Sanjaya Vegas turun di ikuti Aldrik namun rumah keluarga sepi seakan tidak berpenghuni .


"Kenapa sepi ya"


kata Vegas .


"Kau benar seperti tidak ada orang nya "


kata Aldrik


"Apa kita masuk aja ya "


kata Aldrik .


Vegas mengangguk dan sampai di depan pintu Vegas ingin memencet bell namun pintu rumah Amara sedikit terbuka membuat nya langsung masuk .


Aldrik hanya mengikuti di belakang karna dia juga penasaran apa yang terjadi di dalam rumah .


Vegas masuk dan melihat apa yang terjadi namun tidak ada apa apa membuat nya bingung .


Namun mata nya menangkap seorang wanita yang sudah di penuhi darah dan Vegas langsung menghampiri wanita itu yang ternyata adalah kekasih nya Amara .


"Amara bangun , apa yang terjadi padamu "


kata Vegas panik sambil menepuk nepuk pipi Amara .


"Gas , perut Amara banyak mengeluarkan darah lebih baik kita membawa nya ke rumah sakit "


kata Aldrik juga ikut panik karna perut Amara yang masih mengeluarkan darah cukup panas .


Vegas memeluk Amara dan mencium kening nya setelah itu membawa Amara ke rumah sakit untuk mendapat tindakan .


Di dalam mobil Vegas memeluk kekasih nya dan mencium pucuk kepala kekasih nya dengan air mata yang sudah mengalir .


"Hiks Hiks , bertahanlah dan jangan pernah meninggalkan ku "

__ADS_1


kata Vegas memeluk Amara dengan erat .


Aldrik melajukan mobil nya sangat cepat karna dia juga panik dan tak tega melihat sahabat nya menangis .


Setelah sampai di rumah sakit Vegas menggendong Amara dan memasuki rumah sakit keluarga Angkasa .


"Om Darma tolong Ara Om "


teriak Vegas tanpa memperdulikan orang yang berada di sekitar nya .


Dokter Darma sahabat ayah nya Devon langsung menyuruh suster untuk membawa bankar dan setelah itu Vegas menidurkan Amara di bankar dengan baju yang sudah penuh dengan darah .


"Apa yang terjadi Gas"


tanya Darma sambil berjalan cepat mengikuti Vegas di samping nya yang sedang sibuk mendorong bankar Amara .


"Vegas ngak tau Om , Om tolong selamatkan dia Om hiks hiks hiks "


kata Vegas yang tidak bisa masuk karna Amara di bawa masuk ke dalam ruangan UGD .


"Om akan melakukan semaksimal mungkin kamu tenang dan berdoalah "


kata Dr . Darma menepuk pundak Vegas pelan .


Vegas mengangguk dan menangis di pintu ruang UGD , Aldrik menghampiri Vegas dan membawa nya duduk di kursi tunggu depan pintu ruangan Amara sedang di periksa .


"Hiks hiks hiks , Drik dia akan selamatkan Drik "


kata Vegas dengan air mata serta harapan penuh .


"Aku yakin dia selamat kau harus sabar dan banyak berdoa untuk keselamatan nya "


kata Aldrik .


Vegas menangis dan mengangguk namun setelah itu Vegas mengepalkan tangan nya sampai tangan nya pucat pasi .


"SiAPAPUN ORANB YANG TELAH MELAKUKAN SEMUA INI AKAN KU BUAT DIA MENDERITA DARI YANG AMARA ALAMI "


kata Vegas menekan setiap kata kata nya .


Aldrik meneguk ludah nya kasar karna perkataan Vegas sama menakutkan nya dengan perkataan King Mafia .


"Kita akan mengurus nya nanti sekarang yang menjadi pertanyaan ku siapa orang yang berani melakuan ini pada putri Sanjaya orang terkaya no 3 di kota ini , dan kemana orang tua Amara "


tanya Aldrik agar sahabat nya bisa menghilangkan hawa mengerikan nya yang membuat nya sulit bernafas .


"Kau benar Drik siapa yang berani mengusik nya dikatakan keamanan nya rumah Sanjaya juga cukup aman tapi mengapa bisa di bobol begitu saja , apakah orang tua Amara pergi dan di saat itu pelaku melakukan nya . Tapi aku tidak peduli siapapun dia akan ku musnah kan dia dari muka bumi ini "


kata Vegas emosi yang sudah memanas di dalam raga nya .


"Apakah musuh mu yang melakukan nya "


kata Aldrik yang membuat Vegas menatap diri nya tajam .


"AAAAAAKH.......... B******K DIA DUA LANGKAH DI DEPAN KITA "


kata Vegas penuh emosi .


"Apa kita harus melaporkan ini pada Zafier dan menyuruh nya untuk menyerang besok atau lusa "


kata Aldrik karna sangat yakin bahwa musuh nya lah yang melakukan nya .


Vegas terdiam dan duduk dengan lesu menatap sendu ruangan yang di mana Amara masih di periksa dan dokter belum keluar untuk memberi kabar .


"Aku bingung Drik , di sisi lain Amara tengah berjuang hidup dan mati dan musuh ku sudah bergerak melakukan hal yang sudah lewat batas . di sisi lain Zora istri Zafier yang mengandung 5 bulan dan sangat manja pada Zafier "


kata Vegas menghela nafas dan mengusap wajah nya dengan kasar .


"Frekuensi yang telah ku ambil sangat besar Drik , aku telah melibatkan Zafier ke dalam masalah yang sangat besar dan Zafier rela membantu ku dan meninggalkan istri nya setiap hari dan hanya pulang malam hari . aku tidak bisa berfikir jernih Drik jika Zora tau kalau aku membawa suaminya dalam jurang yang dalam dan itu karna permintaan Amara aku yakin dia akan mengamuk dan itu tidak baik untuk kandungan nya "


kata Vegas menunduk dan air mata nya mengalir mengalir kembali .


Aldrik duduk dan mengusap punggung sahabat nya agar sahabat nya bisa tenang.


' Apa yang harus ku lakukan sekarang Vegas sangat terpukul dan frustasi tentang keadaan Amara dan di sisi lain kakak ipar nya yang sedang hamil '


batin Aldrik bingung .


' Apa yang harus ku lakukan tuhaan, di sisi lain musuh ku bisa melakukan apapun dan Amara menjadi korban nya dan aku yakin si brengsek itu pasti punya banyak rencana licik yang mungkin bisa membahayakan Zora '


batin Vegas dan air mata yang mengalir .


'Maafkan diri ku karna telah melukai mu , tapi percayalah aku sangat mencintai mu walau cara ku untuk mu sangat berbahaya'


batin musuh misterius yang ikut menangis karna telah melukai wanita tercinta nya .


bersambung .......


Maaf jarang up karna author sibuk kerja jadi mohon partisipasi nya ya , besok author up I LoVe mr . Freezer jadi jangan lupa dukung author ya .

__ADS_1


papay .......


__ADS_2