
#Kediaman Keluarga Angkasa
di rumah besar itu sekarang , razkar dan vera sudah bersiap siap untuk pindah dari rumah itu , di halaman rumah razkar telah memasukkan koper nya dan milik vera ke dalam bagasi mobil sedangkan vera masih memeluk ibu mertua nya itu .
"jangan lupa beri mama cucu yang lucu lucu ya "
kata alfa dengan senang , vera yang mendengar itu hanya tersenyum kikuk mungkin pipi nya sudah seperti kepiting rebus .
"sudah bun jangan menggoda menantu mu itu , jangan lupa selalu jaga kesehatan dan turuti apa kata suami mu ya nak "
kata devon .
"hei kakak ipar jika kak razkar masih bersikap dingin pada mu siram saja dia dengan air panas hahaha "
kata vegas .
razkar langsung memukul kepala vegas sedikit kuat karna kesal dengan ucapan dari adik nya itu .
PLAAAK...
"aduh , bundaaa lihat kah kakak dia selalu saja berbuat kasar pada adik nya "
kata vegas memeluk bunda nya itu .
razkar melihat vegas dengan dingin sedangkan alfa dan devon melihat kelakuan kedua anak nya itu hanya geleng geleng kepala .
"ya sudah razkar pergi yah , bun assalamualaikum "
kata razkar langsung masuk ke dalam di ikuti vera di belakang nya .
"Waalaikumsalam , hati hati di jalan ya nak "
kata alfa dan tak lama mobil pun mulai menjauh .
mereka berdua kembali masuk ke dalam rumah , dan vegas langsung kembali bermain game nya itu .
di dalam perjalanan razkar dan vera hanya diam tanpa bersuara , vera yang tak nyaman dengan suasana ini akhir nya mulai berbicara .
"hemm , maaf pak saya ingin tanya apa rumah nya jauh dari rumah bunda "
tanya vera .
"hemm , jangan memanggil ku seperti itu aku bukan boss my tapi suami mu "
kata razkar datar .
"ya udah aku akan memanggil mu mas saja "
kata vera .
dan razkar hanya diam , setelah sampai di rumah mereka yang memakan waktu satu jam , dan saat mobil itu memasuki kawasan rumah itu vera sangat terkejut saat melihat rumah yang akan mereka tempati .
__ADS_1
"whaat , rumah nya besar dan indah "
batin vera .
razkar turun dari mobil begitu juga vera , razkar mengambil koper nya dan milik vera untuk di bawa ke dalam rumah .
razkar memberikan koper milik vera pada nya karna razkar juga membawa koper nya masing masing .
vera cemberut karna koper nya tidak di bawakan juga oleh suami nya itu .
"dasar kulkas gak ada sedikit perhatian gitu sama istri nya "
kata vera juga masuk ke dalam .
saat mereka sudah di dalam razkar langsung naik tangga untuk menuju kamar nya , vera juga mengikuti di belakang .
setelah sampai di kamar nya tingkat dua , razkar membuka pintu kamar dan masuk namun vera masih diam karna bimbang apakah dia harus masuk atau harus mencari kamar lain .
razkar duduk di sofa di kamar itu dan saat melihat vera melamun razkar langsung memanggil nya .
"apa kau akan diam di sana dan tak akan masuk "
kata razkar .
vera terkejut mendengar suara razkar dan vera langsung menjawab nya dengan yakin .
"tidak maksud ku apa kita akan tidur di kamar yang sama "
kata vera .
kata razkar .
vera masuk karna mengerti maksud suami nya itu .
"aku harus meletakkan pakaian ku di mana "
kata vera .
"letakkan di ruang baju dan jangan lupa rapikan juga pakaian ku "
kata razkar fokus melihat ponsel nya .
vera hanya menurut meski sedikit kesal karna suami nya bersikap datar kayak papan selembar .
setelah merapikan pakaian nya vera langsung , menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya yang lengket itu .
setelah selesai mandi vera keluar dengan sudah berpakaian santai nya karna sebelum masuk ke kamar mandi vera membawa pakaian .
razkar yang melihat vera sedan keluar langsung masuk ke dalam kamar mandi , sedangkan vera berperang dengan fikiran nya .
"apa apaan ini kenapa dinding nya kaca kalau ada orang yang lihat kan gawat , tapi untung ada tirai nya dan apa apaan ini aku tidur dengan nya bagaimana kalau dia meminta hak nya nanti malam "
batin vera melamun hingga tidak menyadari razkar keluar dari kamar mandi .
__ADS_1
razkar heran kenapa vera melamun tapi dia hanya acuh dan masuk ke ruang ganti dan setelah memakai baju santai razkar menuju ke arah kasur nya .
vera yang merasakan seseorang mendekati nya langsung melemparkan bantal yang ada di tangan itu dan razkar hanya diam saat wajah nya tertimpuk bantal .
vera yang fikiran nya saat itu mengkhayal kemana mana membuat nya tidak sengaja menimpuk wajah razkar .
"gawat kenapa harus kena sama kulkas itu "
batin vera , vera berdiri dan sedikit menjauh dari kasur .
sedangkan razkar menatap dingin vera .
"apa kau kurang kerjaan sampai melempar ku dengan bantal .
"eh tuan saya ngak sengaja , maka nya siapa suruh diam di situ "
kata vera karna razkar mental nya dingin .
"dimanapun aku terserah akulah wong ini kamar ku "
kata razkar langsung merebahkan tubuh nya di kasur .
"dan apa kau tadi bilang tuan , bukan kah sudah ku bilang jangan memanggil ku seperti itu apa kau mengerti"
kata razkar dan memejamkan mata nya .
"baik lah aku tidak akan memanggil mu tuan tapi , mr . freezer itu sangat cocok untuk mu "
kata vera dengan senyum nya itu .
razkar langsung membuka mata nya dan menatap vera dengan penuh arti , vera yang melihat tatapan itu hanya acuh dan menatap razkar dengan mengejek .
"terserah , tidak ada pembantu di rumah ini jadi kau harus membersihkan rumah ini sendiri "
kata razkar melanjutkan tidur nya .
"apa , percuma kau kaya tidak menyewa pembantu dan rumah besar seperti ini hanya aku yang mengurus nya dasar kulkaaas lima pintuuuu "
kata vera dengan geram dan langsung berbaring di sofa .
sedangkan razkar tersenyum mendengar suara kesal istri nya itu .
"ternyata membuat mu kesal lucu juga "
batin razkar dan langsung menuju alam mimpi nya .
"dasar suami somplak , kulkas , balok , gak ada kasian sama sekali ya, gila rumah sebesar ini cuman gue yang ngurus auh ah mending tidur "
kata vera geram dan langsung menuju ke alam mimpi .
bersambung ......
maaf author nanti nya jarang up karna paket author udah mau habis, jangan lupa dukung author terus ya dan jangan lupa jaga kesehatan nya .
__ADS_1