CEO MUDA PUJAAN HATI

CEO MUDA PUJAAN HATI
Siap Di Terpa Ombak


__ADS_3

Siang hari seperti biasa Zafier tengah sibuk dengan tugas yang menumpuk di kantor nya, Namun pikiran Zafier tidak berada di kantor nya melainkan memikirkan bagaimana bisa menemukan saudara nya Vegas Marvin .


Zafier duduk di kursi kebesaran nya dan meletakkan tangan nya di meja sambil menatap ke arah jendela di samping meja kerja nya.


Zafier menatap arah awan yang berwarna biru bercampur putih itu membuat jika memandang nya akan merasakan ketenangan .


"Huuuuu...... "


Zafier menghela nafas pelan.


"Sudah kulakukan segala cara untuk membuat mu kembali ke kota ini, tapi selalu membantah dan tidak ingin kembali "


kata Zafier pelan.


"Aku sangat merindukan mu jika di suruh jujur, begitu Zora apa yang harus kulakukan ya Allah "


kata Zafier menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.


' Aku hanya minta satu padamu ya Allah, semoga saudara ku Vegas baik baik saja dan bisa melupakan masa lalu yang membuat nya terjerumus dalam kegelapan '


batin Zafier.


Zafier sudah sangat lelah dengan semua yang dia alami namun jika diri nya jatuh ikut kedalam jurang kegelapan adik nya, istri dan orang tua nya pasti sangat menderita.


Diri nya sangat menyayangi kedua saudara nya meski beda darah namun baginya Razkar dan Vegas adalah saudara nya maka tidak ada kata yang mengatakan mereka berdua bukan saudara Zafier.


Saat Zafier tengah merenung tiba tiba ada yang mengetuk pintu.


TOK... TOK... TOK.....


"PERMISI TUAN INI SAYA, ARI INGIN MENGATAKAN HAL PENTING TUAN MUDA"


kata Ari dengan tegas.

__ADS_1


Zafier yang mendengar nya menyuruh Ari asisten pribadi nya untuk masuk.


Ari masuk dan berdiri di dekat tuan nya dengan membawa beberapa kertas, entah kertas apa yang di bawa oleh Ari.


" Maaf tuan muda, telah menganggu waktu anda "


kata Ari sopan.


"Ada apa, jika hasil nya hanya memberitahu berita yang sama maka pergilah "


kata Zafier dingin.


Ari yang mendengar tuan nya sangat dingin membuat nya sedikit ciut dan takut, namun karena kabar yang dia bawa ini sangat penting diri nya akan menanggung resiko yang tak tau kapan bos nya tiba tiba jahat seketika dan baik seketika.


' Buset dah punya Bos dingin bener, udah lah dingin sadis, sekarang bertambah jadi mengerikan, sabar sabar ini ujian kamu pasti bisa meski resiko nya kapan aja bisa terjadi meski tidak salah '


Batin Ari.


" Tidak tuan, kabar yang saya bawa ini sangat penting karena Dia telah sampai di kota ini "


Zafier yang mendengar nya langsung menatap tajam asisten nya dan mencari kebenaran takut nya Ari hanya di mulut saja untuk menenangkan diri nya.


Sedangkan Ari yang mendapat tatapan tajam dari bos nya membuat diri nya sangat terintimidasi.


' Astaga Bos tatapan mu sangat tajam sekali, seperti silet namun lebih takan dari silet '


batin Ari.


" Apa yang kau katakan benar atau hanya di mulut saja "


kata Zafier dingin.


Ari yang mendengar nya melotot karena baru kali ini tuan nya seakan tidak percaya akan informasi yang diri nya bawa.

__ADS_1


' Astagaa Bos tobat aku tuh, sejak kapan saya membawa berita palsu , tobat tobat mamae'


batin Ari.


"Maaf Tuan Muda jika ada kata saya yang salah, sejak kapan asisten Tuan Muda tampan, kata, dingin, sadis, dan mengerikan ini berbohong wahai tuan muda yang terhormat "


kata Ari panjang lebar.


Zafier yang mendengar nya yang awal nya dingin kini berubah menjadi hangat seketika seolah tak terjadi apa apa.


"Ouh begitu, ya sudah"


kata zafier santai dan kembali menatap arah laptop nya.


Ari yang mendengar nya hanya bisa ternganga dan termenung, berkecamuk dengan pikiran nya.


' Ya Allah, apa yang di katakan nya Begitu, Yasudahlah , lebih baik menghilang dari sini dengan om jin jika ada, aku sudah tidak mampu melihat bos yang dingin dan sangat mengerikan ini Huhuhuhu 😨....... Nasib nasib punya bos freezer ini "


batin Ari pasrah seketika.


Zafier hanya tersenyum kecil melihat Ari yang begitu pasrah dengan sikap nya yang berubah ubah itu.


' Ari-Ari mau aja kamu saya kerjain hahahahah '


batin Zafier tertawa senang.


Sedangkan Ari sudah seperti sebuah patung yang siap di terpa ombak air laut kapan saja karena menghadapi bos yang tak tau kapan baik dan kapan jahat nya.


😁


Bersambung........


maaf gak bisa up banyak karna author lembur terus hingga pegang hp author jarang, sekali lagi maaf ya para reader's.

__ADS_1


jika cerita nya kurang menarik tolong katakan maka author akan memperbaiki eps ini ok 😁😆😚😃🤣😁😘👏🙌🙏💓🙏💓🙏💓🙏💓


__ADS_2