
siang ini zordan memutuskan untuk pergi ke rumah sahabat nya devon untuk membahas tentang musuh nya yang seakan menghilang itu , membuat zordan tidak tenang karna merasa ada yang aneh dari hilang nya kabar tentang karan .
zordan memberikan semua urusan kantor pada asisten nya ,sedangkan zordan sekarang menuju ke rumah angkasa bukan hanya membahas masalah karan tetapi juga tentang perjodohan anak nya yang di maksud devon .
setelah sampai di rumah devon angkasa sahabat nya , zordan kagum melihat rumah yang sangat besar itu membuat zordan tersenyum karna dulu sahabat nya dan dirinya adalah pria yang sederhana meski mereka berdua memang terlahir dari keluarga yang kaya .
"ternyata devon sudah berubah hehe"
batin zordan setelah itu langsung menuju pintu untuk masuk .
sebelum masuk zordan membunyikan bell pintu terlebih dahulu untuk menandakan bahwa ada orang yang sedang bertamu .
di dalam alfa dan devon yang sedang bersantai di ruang tamu bak pasutri yang masih muda yang sangat romantis , mendengar bell pintu alfa menyuruh bik iis untuk membuka pintu dan menyuruh orang itu masuk .
"bik tolong buka kan pintu dan lihat siapa yang datang "
kata alfa pada bik iis setelah itu bik iis langsung menuju pintu .
"permisi bik apa tuan devon nya ada "
kata zordan pada pembantu itu.
"ada tuan , kalau boleh tau tuan ini siapa "
tanya bik iis pada zordan .
"saya zordan , sahabat nya tuan devon "
kata zordan.
bik iis langsung menyuruh zordan masuk karna memang bik iis dan seluruh pembantu rumah angkasa tau bahwa majikan nya punya tiga sahabat .
__ADS_1
setelah zordan masuk , zordan tersenyum melihat sahabat nya yang sedang romantis romantisan itu
alfa dan devon yang melihat siapa yang masuk langsung menyambut nya dengan hangat .
"wah sahabat ku ada apa kemari , apa kau rindu dengan sahabat mu ini "
kata devon pada zordan setelah duduk di ruang tamu .
"ya aku memang merindukan mu dan darma tapi darma tidak ada "
kata zordan sedikit sedih .
"tenang saja darma tiga hari lagi akan pulang , di mengabari ku tadi malam "
kata devon pada zordan .
"ya udah aku ke dalam kamar dulu ya suami ku , kalian lanjutkan lah"
zordan hanya tersenyum setelah itu zordan langsung bertanya pada devon , saat ingin bicara pembantu membawa kan minuman setelah itu pergi .
"Ouh ya von aku ke sini ingin membahas tentang karan yang selama sebulan ini tidak ada kabar nya , apa dia telah sadar "
kata zordan pada devon .
devon yang mendengar itu langsung berubah serius .
"jangan anggap karan remeh adan , karna yang kutahu karan tidak akan pernah mundur sebelum apa yang dia inginkan terjadi , jadi kita harus tetap waspada "
kata devon pada zordan .
zordan yang mendengar penuturan devon hanya mengangguk mengerti .
"Ouh ya dan apa maksud mu tentang rencana perjodohan putri ku dengan anak mu "
__ADS_1
kata zordan pada devon .
devon yang mendengarnya tersenyum karna sahabat nya ternyata ingat dengan usulan nya .
"aku hanya ingin keluarga kita selalu bersama dan kuat , sekarang kau tau diri ku semakin kaya bukan, dan musuh mungkin semakin bertambah begitu juga dirimu sama dengan ku musuh mu juga makin bertambah , jadi aku berfikir kalau kita bersatu dan menikah kan salah satu anak kita maka kita bisa melawan semua musuh yang mau menyakiti keluarga kita , jadi bagaimana menurut mu apa kau setuju dengan rencanaku "
kata devon pada zordan .
sedangkan zordan berfikir memang ada benar nya , tapi dia bingung siapa yang akan dia nikah kan dengan razkar anak nya devon .
"tapi siapa yang akan aku nikah kan dengan anak mu razkar sedang zora masih berumur 18 dan vera masih 19 tahun , aku yakin mereka tidak akan mau menikah muda dan berapa umur anak mu razkar itu "
kata zordan pada devon .
"umur razkar hanya berbeda satu tahun dengan zafier , razkar 23 sedangkan zafier 22 tahun , vegas anak ku yang ketiga sama umur nya dengan zafier , dari itu aku ingin razkar lebih dulu menikah karna anak ku itu derai ku tidak pernah dekat dengan wanita saking dingin nya pada wanita "
kata devon sambil mengelus pelipis alis nya mengingat razkar tidak pernah membawa wanita ataupun menyapa wanita .
"hahahah jadi kau takut putra mu jadi perjaka tua begitukah "
kata zordan sambil tertawa karna tidak habis fikir dengan anak sahabat nya itu .
"ya kau tau lah jadi bagaimana setuju dengan rencana ku "
kata devon pada zordan .
akhir nya zordan menyetujui perjodohan anak nya itu namun sebelum itu dia mau membicarakan masalah ini dengan istri dan anak anak nya .
dan setelah itu merdeka melanjutkan perbincangan mereka
Gimana mau lanjut apa engak ini ?
tunggu eps selanjutnya ok
__ADS_1