
setelah melihat isi surat itu zordan langsung mengeluarkan seluruh amarah nya yang membuat semua orang takut , sedangkan amor tidak bisa menenangkan suaminya karna dia menenangkan anak nya zora yang gemetar .
"AAAAAAKH......"
teriak zordan dan setelah itu tangan nya langsung meninju meja kaca yang ada di ruang tamu itu.
PRAAAAAAANK.........
bunyi meja kaca yang telah hancur .
semua orang yang ada di ruang tamu terkejut apalagi seluruh pembantu sekarang menunduk karna takut .
zora yang mendengar suara itu langsung melihat ke asal suara , betapa terkejut nya zora saat melihat tangan papa nya yang terluka langsung menghampiri ayah nya untuk mengobati luka nya itu di tangan nya .
"papa , kenapa papa lakukan ini lihat tangan papa sekarang berdarah , ver tolong ambilkan kotak p3k "
kata zora pada ayah nya setelah itu meminta bera untuk mengambil kotak obat .
vera yang mendengar itu langsung berlari mengambil kotak obat sedang kan devon mencoba untuk menenangkan sahabat nya yang di selimuti oleh amarah itu .
"tenang lah adan , jika kau begini apa kau tak kasihan pada anak mu yang khawatir itu "
kata devon pada zordan .
zordan yang melihat anak nya khawatir akhir nya mulai sedikit tenang .
"tenang lah nak papa tidak apa apa ini hanya luka kecil "
kata zordan pada anak nya itu .
__ADS_1
setelah vera datang membawa kotak p3k , vera langsung memberikan nya pada zora .
setelah luka di tangan ayah nya telah di obati , zora memilih untuk masuk ke kamar nya .
"ya udah zora masuk kamar ya ma , pa , om dan tante "
kata zora dengan wajah yang awal nya hangat saat menuju kamar nya berubah jadi dingin .
vera yang melihat perubahan wajah zora langsung mengikutinya untuk ke kamar.
"ya udah vera juga pamit pergi ke kamar "
kata vera langsung mengejar zora yang sudah sedikit jauh .
zafier yang melihat ada hal yang aneh dengan suasana menjadi heran dan bertanya tanya .
batin zafier .
sedangkan razkar hanya diam dan memikirkan kejadian tadi .
amor yang melihat suaminya mulai tenang akhir nya memilih untuk diam sambil memikirkan siapa itu karan wijaya .
"siapa sebenar karan wijaya itu dan apa hubungan nya dengan ku "
batin amor bertanya tanya .
devon yang melihat sahabatnya mulai tenang akhir nya , memilih berpamitan namun sebelum itu devon mengingatkan tentang rencana nya tadi pada zordan .
"ya sudah ini sudah malam kami sekeluarga pamit pulang , oh ya adan lebih baik pikirkan sekali lagi tentang usulan ku "
__ADS_1
kata devon setelah itu pulang ke rumah nya .
setelah sahabat nya pulang zordan langsung masuk ke kamar nya dan istirahat bersama istri nya saat istrinya telah terlelap , sedangkan zordan sedang memikirkan usulan sahabat nya itu .
"apa yang di katakan devon mungkin benar tapi aku tidak bisa memaksa anak ku menikah di saat umur nya yang masih muda ini , apalagi zora dia juga pasti sangat marah , apa aku menjodohkan vera saja ya dengan razkar "
pikiran zordan setelah itu langsung tidur karna pusing dan lelah karna kejadian tadi .
sedangkan saat zora pergi pamit ke kamar nya tadi , zora marah marah di kamar nya tidak jelas.
"aaaakh, apa urusan orang itu yang sudah membuat ku gentar dengan paket sialan nya itu "
kata zora di dalam kamar itu .
vera yang saat itu baru masuk sedikit terkejut karna zora tidak pernah mengumpat dan baru kali ini vera melihat zora mengumpat .
"tenang zor gue tau ello marah , tapi ello gak boleh sampai legawa emosi ok "
kata vera menangkan zora yang marah itu .
zora yang mendengar itu langsung menghempaskan tubuh nya di kasur .
"gue hanya gak abis fikir ver , tapi apa alasan orang itu melajukan ini pada keluarga ku dan baru kali ini aku gemetar karna takut akan paket yang dia kirim , ello kan juga tau dari dulu gue gak pernah takut selama papa pergi dan sekaranh gue sedikit gemetar karna kejadian tadi "
kata zora pada vera .
vera yang mendengar itu berfikir memang asa benar nya tapi dia gak mau zora terlalu berfikir tentang masalah itu dan langsung menyuruh zora istirahat , zora pun langsung beristirahat menenangkan fikiran nya .
dukung author terus jangan lupa vote like comen and sahare .
__ADS_1