CEO MUDA PUJAAN HATI

CEO MUDA PUJAAN HATI
Alasan


__ADS_3

setelah melihat isi surat itu zordan langsung mengeluarkan seluruh amarah nya yang membuat semua orang takut , sedangkan amor tidak bisa menenangkan suaminya karna dia menenangkan anak nya zora yang gemetar .


"AAAAAAKH......"


teriak zordan dan setelah itu tangan nya langsung meninju meja kaca yang ada di ruang tamu itu.


PRAAAAAAANK.........


bunyi meja kaca yang telah hancur .


semua orang yang ada di ruang tamu terkejut apalagi seluruh pembantu sekarang menunduk karna takut .


zora yang mendengar suara itu langsung melihat ke asal suara , betapa terkejut nya zora saat melihat tangan papa nya yang terluka langsung menghampiri ayah nya untuk mengobati luka nya itu di tangan nya .


"papa , kenapa papa lakukan ini lihat tangan papa sekarang berdarah , ver tolong ambilkan kotak p3k "


kata zora pada ayah nya setelah itu meminta bera untuk mengambil kotak obat .


vera yang mendengar itu langsung berlari mengambil kotak obat sedang kan devon mencoba untuk menenangkan sahabat nya yang di selimuti oleh amarah itu .


"tenang lah adan , jika kau begini apa kau tak kasihan pada anak mu yang khawatir itu "


kata devon pada zordan .


zordan yang melihat anak nya khawatir akhir nya mulai sedikit tenang .


"tenang lah nak papa tidak apa apa ini hanya luka kecil "


kata zordan pada anak nya itu .

__ADS_1


setelah vera datang membawa kotak p3k , vera langsung memberikan nya pada zora .


setelah luka di tangan ayah nya telah di obati , zora memilih untuk masuk ke kamar nya .


"ya udah zora masuk kamar ya ma , pa , om dan tante "


kata zora dengan wajah yang awal nya hangat saat menuju kamar nya berubah jadi dingin .


vera yang melihat perubahan wajah zora langsung mengikutinya untuk ke kamar.


"ya udah vera juga pamit pergi ke kamar "


kata vera langsung mengejar zora yang sudah sedikit jauh .


zafier yang melihat ada hal yang aneh dengan suasana menjadi heran dan bertanya tanya .


batin zafier .


sedangkan razkar hanya diam dan memikirkan kejadian tadi .


amor yang melihat suaminya mulai tenang akhir nya memilih untuk diam sambil memikirkan siapa itu karan wijaya .


"siapa sebenar karan wijaya itu dan apa hubungan nya dengan ku "


batin amor bertanya tanya .


devon yang melihat sahabatnya mulai tenang akhir nya , memilih berpamitan namun sebelum itu devon mengingatkan tentang rencana nya tadi pada zordan .


"ya sudah ini sudah malam kami sekeluarga pamit pulang , oh ya adan lebih baik pikirkan sekali lagi tentang usulan ku "

__ADS_1


kata devon setelah itu pulang ke rumah nya .


setelah sahabat nya pulang zordan langsung masuk ke kamar nya dan istirahat bersama istri nya saat istrinya telah terlelap , sedangkan zordan sedang memikirkan usulan sahabat nya itu .


"apa yang di katakan devon mungkin benar tapi aku tidak bisa memaksa anak ku menikah di saat umur nya yang masih muda ini , apalagi zora dia juga pasti sangat marah , apa aku menjodohkan vera saja ya dengan razkar "


pikiran zordan setelah itu langsung tidur karna pusing dan lelah karna kejadian tadi .


sedangkan saat zora pergi pamit ke kamar nya tadi , zora marah marah di kamar nya tidak jelas.


"aaaakh, apa urusan orang itu yang sudah membuat ku gentar dengan paket sialan nya itu "


kata zora di dalam kamar itu .


vera yang saat itu baru masuk sedikit terkejut karna zora tidak pernah mengumpat dan baru kali ini vera melihat zora mengumpat .


"tenang zor gue tau ello marah , tapi ello gak boleh sampai legawa emosi ok "


kata vera menangkan zora yang marah itu .


zora yang mendengar itu langsung menghempaskan tubuh nya di kasur .


"gue hanya gak abis fikir ver , tapi apa alasan orang itu melajukan ini pada keluarga ku dan baru kali ini aku gemetar karna takut akan paket yang dia kirim , ello kan juga tau dari dulu gue gak pernah takut selama papa pergi dan sekaranh gue sedikit gemetar karna kejadian tadi "


kata zora pada vera .


vera yang mendengar itu berfikir memang asa benar nya tapi dia gak mau zora terlalu berfikir tentang masalah itu dan langsung menyuruh zora istirahat , zora pun langsung beristirahat menenangkan fikiran nya .


dukung author terus jangan lupa vote like comen and sahare .

__ADS_1


__ADS_2