CEO MUDA PUJAAN HATI

CEO MUDA PUJAAN HATI
Wisuda


__ADS_3

Hari terus berlalu tanpa ada nya masalah dan Aska serta Moran sudah menyelesaikan masalah yang bersangkutan dengan Kinara Wijaya , dan sekarang adalah hari bahagia Zora karna dia sudah wisuda .


Zora setiap hari nya selalu bersama suami nya tercinta meski terkadang suaminya harus pergi untuk meeting di luar kota membuat nya kadang tidak rela bila suaminya pergi jauh .


Namun Zafier selalu menghubungi nya setiap ada waktu luang agar istri nya tidak pernah merasa khawatir akan keadaan nya .


Akhir akhir ini Zafier kewalahan karna sifat sang istri yang berubah ubah terkadang manis lebih manis dari gula dan terkadang marah karna hal sepele .


Tapi Zafier selalu sabar dan tidak akan mary pada istri nya karna dia tidak mau menyakiti istri nya karna amarah nya .


Sedangkan Aska dan Moran dan kakek Zarvan memilih untuk kembali ke rumah nya yang di jadikan markas besar oleh diri nya .


Awal nya Amor tidak mengizinkan Kakek Zarvan pulang namun menurut nya tugas nya sudah selesai untuk melindungi cucu tercinta nya .


Zora sangat tidak rela jika Aska yang telah jadi kakak nya itu pergi namun apalah daya diri nya tidak bisa melarang kakek nya pergi , begitu juga Aska yang akan ikut kakek nya kemanapun ia pergi .


Sekarang Zora tengah duduk di kursi untuk para mahasiswa dan mahasiswi berada , karna diri nya akan wisuda . Sedangkan orang tua nya dan mertua nya berada di kursi paling depan dan cukup jauh dari nya .


Namun suaminya tidak terlihat sedari tadi diri nya berangkat sampai tiba di kampus , Zora menjadi sedikit murung .


Amara yang juga akhir akhir ini hubungan nya dengan Vegas menjadi lebih baik dan lebih mendalam membuat diri nya sangat nyaman , namun diri nya juga tidak melihat Vegas berada di acara wisuda diri nya .


"Amora, lo liat Vegas ngak dari tadi gue cari tapi enggak ada "


tanya Amara .


"Gue juga gak tau , suami gue juga enggak ada awas aja ya tu laki kalau gak hadir di acara spesial gue ini bakal gue benyek "


kata Zora kesal .


"Udah sabar pasti dia dateng mungkin macet kali di jalan , coba kamu telfon deh siapa tau di angkat "


kata Vera .


"Udah dari tadi gue nelfon tapi gak di angkat huuh "


kata Zora ingin membanting ponsel nya namun acara di mulai membuat nya mengurung kan niat nya .


Acara di mulai namun Zafier dan Vegas tidak kunjung datang , sedangkan Razkar selalu ada untuk istri nya dia rela membatalkan jadwal meeting nya dengan para investor baru demi sang istri .


Sedangkan Zafier dan Vegas yang masih di tengah kemacetan kesal , karna diri nya harus datang terlambat ke acara wisuda sang istri dan kekasih nya .


"Apakah macet nya masih lama "


tanya Zafier dingin .


"Gue ngak tau juga Fier kayak nya sih masih lama , huuuh bisa bisa Amara marah sama gue ni karna terlambat datang "


kata Vegas .


"Kau untung masih marah ya gue , Zora beberapa hari ini berubah ubah sifat nya mungkin kali ini gue akan di hukum oleh nya "


kata Zafier .


"Sabar aja mungkin itu memang sifat Zora kan "


kata Vegas .


"Enggak Gas dia sekarang berbeda jika membuat kesalahan sedikit saja maka amarah nya akan meledak sekaligus"


kata Zafier .


"Hehehe untung gue belum nikah kalau gue nikah "


kata Vegas .


"Sekarang memang belum nanti lo selesai nikah , lo baru merasakan apa yang gue rasakan "


kata Zafier .


Vegas hanya geleng geleng kepala membayangkan jika suatu saat amara menjadi istri nya dan punya sifat seperti Zora , bisa bisa diri nya mati di tempat .

__ADS_1


Di kampus satu persatu mahasiswa dan siswi mulai di panggil dan naik satu persatu untuk di resmi kan lulus dari fakultas nya masing masing .


Dan amara telah naik di ikuti Vera di belakang sedangkan diri nya masih belum di panggil .


"Dia masih belum datang , apa sepenting itu urusan nya dari pada diri ku "


kata Zora dan tanpa sadar air mata nya jatuh namun secepat kilat dia menghapus nya agar tidak ada yang tau bahwa diri nya menangis .


Dan tibalah diri nya naik dan di resmi kan lulus dari fakultas ekonomi ataupun bisnis dan juga menjadi murid terbaik serta idola kampus .


Zordan dan Amor serta Alfa dan Devon sangat bahagia melihat anak dan menantu nya resmi lulus dan mendapatkan julukan siswi terbaik di kampus nya .


Setelah Zora mengucapkan beberapa kata dan terima kasih dia langsung turun memeluk kedua orang tua nya .


"Selamat ya sayang , akhir nya kamu sudah wisuda "


kata Amor .


"Iya anak papa semoga kamu bahagia "


kata Zordan .


"Selamat ya menantu akhir nya kamu selesai wisuda juga "


kata Alfa pada Vera .


"Iya sayang semoga kamu bisa mencapai apapun keinginan mu tanpa halangan "


kata Devon .


"Terimakasih Ayah , Bunda "


kata Vera .


Setelah itu mereka pertukaran posisi Vera memeluk kedua orang tua nya dan Zora memeluk Ayah dan Ibu mertua nya .


Saat mereka ingin keluar barulah Zafier tiba dengan wajah yang sudah acak acakan karna takut istri nya marah dan itu pasti terjadi .


Zafier yang melihat wajah istri nya yang penuh amarah hanya bisa pasrah jika di amuk sang istri .


kata Zafier memeluk istri nya .


Zora hanya diam mendapat pelukan suami nya karna dia marah suami nya datang terlambat .


"Sudah lah aku mau pulang "


kata Zora dingin langsung melewati suami nya dan pergi ke luar .


Zafier hanya bisa pasrah , dia tau diri nya salah karna telah terlambat dan tidak mudah menghadapi sifat istri nya yang berubah rubah .


"Sabar nak , wanita memang sulit di pahami "


kata Zordan .


"Iya pa , Zafier nyusul Zora dulu "


kata Zafier langsung berlari ke mana istri ya pergi .


Keluarga nya hanya bisa menasehati saja karna mereka tidak ingin ikut campur masalah rumah tangga anak nya yang mungkin hanya pertengkaran kecil .


Vegas juga sekarang sedang mendapat tatapan tajam dari kekasih nya .


"Maaf sayang , aku telah karna tadi ada macet di jalan kalau kamu ngak percaya tanya saja sama Zafier "


kata Vegas .


"Tidak papa tapi kau harus memberi ku hadiah ok "


kata Amara .


Vegas langsung memeluk Amara dan memberi nya sebuah buket bunga di tangan nya dengan ada sebuah cincin yang melingkar di bunga nya .

__ADS_1


Amara tau bahwa diri nya masih kekasih dan tak pantas untuk marah pada Vegas kekasih nya .


Dan mereka semua telah pergi untuk pulang , Namun Zora yang ingin masuk ke dalam mobil milik suami nya melihat buket bunga yang sangat indah membuat amarah nya hilang seketika .



"Ini sangat indah"


kata Zora mengambil buket bunga boneka itu .


Zafier yang baru sampai di parkiran dan melihat istri nya memegang sebuah buket bunga boneka yang dia beli tadi langsung menghampiri istri nya .


"Apa istri ku menyukai nya "


kata Zafier memeluk istri nya dari belakang .


"Apa ini untuk ku "


tanya Zora .


"Jika bukan untuk mu , untuk siapa lagi hemm . Maaf aku terlambat karna tadi membeli hadiah ini untuk mu dan terkena macet di jalan "


kata Zafier lembut .


Zora langsung memeluk suami nya dan mencium pipi suami nya dengan penuh cinta .


"Terima kasih karna sudah sabar menghadapi sifat ku yang berubah ubah "


kata Zora memeluk suaminya dengan kehangatan .


Zora juga merasa akhir akhir ini sifat nya sendiri berubah ubah dan membuat suaminya pusing tujuh keliling , namun dia juga sangat bahagia karna suaminya tidak pernah marah akan sifat nya yang entah mengapa berubah ubah .


"Tidak perlu berterima kasih karna itu sudah tugas ku menjaga mu dan membuat mu bahagia tanpa harus memarahi mu untuk membuktikan bahwa aku mencintai mu sangaaat mencintai mu"


kata Zafier juga memeluk erat istri nya dan mencium pucuk kepala istri nya .


Zora yang tiba tiba merasa pandangan nya kabur dan pusing akhir nya pingsan di pelukan suaminya .


Zafier yang merasa pelukan istri nya memudar akhir nya melepaskan pelukan istri nya .


Zafier sangat terkejut melihat istri nya pingsan dan buket bunga tadi jatuh ke tanah .


"Sayang , bangun sayang "


kata Zafier sambil menepuk pelan pipi sang istri .


Namun tidak ada jawaban membuat nya langsung masuk ke dalam mobil dan menaruh istri nya di kursi depan dan tak lupa memasukkan buket bunga nya ke dalam mobil , karna jika tidak di bawa dan saat istri nya sadar dan hadiah nya yang tadi dia bawa tidak ada maka diri nya akan mengamuk .


Setidak nya sedia payung sebelum hujan itu lah pepatah yang di gunakan oleh Zafier sebelum istri nya mengamuk lebih baik jangan melupakan barang yang tadi dia berikan agar istri nya tidak mengamuk .


"Bersabar lah sayang kita akan ke rumah sakit "


kata Zafier langsung menancapkan gas mobil nya dengan kecepatan maksimal .


Zafier panik melihat istri nya pingsan dan ini sudah kedua kali nya istri nya pingsan .


Sedangkan Kinara tengah kesal karna kejadian Aska yang mengantar kunci perusahaan nya dan Aska berbicara dengan nada mengancam membuat diri nya sedikit gentar akan apa yang di katakan nya .


"Aaakh mengapa perkataan lelaki itu selalu menghantui ku , jika terus begini balas dendam ku tidak akan pernah tuntas "


kata Kinara penuh kesal .


Kinara akhir akhir ini tidak menjalankan rencana nya karna Aska yang telah membuat nya bimbang akan rencana nya .


"Wah ternyata kata kata ku membuat mu gentar ya "


kata Pria yang tengah tersenyum devil .


bersambung ......


jangan lupa like Komen dan vote juga ya karna dukungan kalian semangat author .

__ADS_1


di eps selanjutnya akan di jelaskan perihal Aska dan Kinara ok .


papay .......


__ADS_2