
Suasana di rumah sakit menjadi hening seketika semenjak kehadiran Zafier yang datang menjenguk Amara kekasih adik nya yang tengah di rawat di ruang VIP .
Zafier hanya diam dan berfikir tentang masalah penyerangan yang telah terjadi pada Amara sedangkan Vegas selalu di dekat kekasih nya yang terbaring .
"Bagaimana jika kita menyerang mereka nanti malam "
kata Aldrik yang sedari tadi diam yang berdiri di dekat jendela dengan melipat kedua tangan nya di dada nya .
"Benar Fier aku rasa mereka telah melampaui batas dan kita tidak bisa membiarkan dia bergerak lebih jauh lagi dengan rencana licik nya itu "
kata Vegas .
"Kita memang bisa bergerak malam ini tapi .... "
kata Zafier terputus karna bingung .
"Ada apa Fier , apa ada sesuatu yang membuat mu ragu atau ada masalah "
tanya Vegas .
"Tapi aku yang belum siap menyerang mereka malam ini karna Zora , kalian tau istri ku hamil dan beberapa bulan lagi aku akan menjadi ayah dan itu adalah impian terindah dalam hidup ku dan diri nya "
kata Zafier tersenyum mengingat istri nya yang sudah hamil besar .
"Berpikirlah lagi King Mafia , jika kita tidak bergerak malam ini bisa di pastikan musuh Vegas akan menargetkan seseorang lagi untuk di jadikan kelemahan kita "
kata Aldrik .
"Iya Fier menurutku ...... "
kata Vegas terputus karna pintu terbuka dan menampilkan sesosok pria yang sangat di kenal nya .
BRAKKKK......
Bunyi pintu yang di buka cukup keras .
"Apa kau tidak bisa membuka pintu lebih pelan Ri , untung saja Ara engak sampek bangun "
kata Vegas kesal karna Ari datang datang membuat berisik karna pintu yang di buka nya cukup nyaring .
"Tuan muda , sebaik nya anda kita cepat pulang tuang "
kata Ari nafas nya ngos ngossan .
Aldrik , Vegas dan Zafier menatap bingung pada Ari yang datang datang seperti ketemu hantu .
"Memang nya ada apa "
kata Zafier santai .
"Iya coba jelaskan apa yang terjadi agar kami juga bisa tau apa masalah nya "
kata Aldrik .
Ari menghela nafasnya dalam dan mengeluarkan nya perlahan sebelum menceritakan apa yang terjadi .
"Begini tuan muda , anak buah yang saya kirim untuk menjaga nona muda dari jauh memberi kabar bahwa nona muda tadi siang bertemu dengan asisten nya Tio "
kata Ari .
"Siapa Tio kenapa gue kayak nya nama itu ngak asing di telinga gue"
kata Aldrik .
"Tio adalah asisten dari Queen Mafia dan kau sudah tau bahwa seorang King Mafia menikah dengan Queen Mafia "
kata Vegas santai .
"Ouh gue baru inget sekarang , tapi kok gue ngak pernah bertemu dengan Queen Mafia "
kata Aldrik .
"Karna lo itu masih di bawah gue jadi wajar dong ello gak tau siapa itu Queen Mafia , hahaha"
kata Vegas mengejek Aldrik .
"Dasar tulang kompor , kalau bukan atasan gue udah gue benyek benyek lo "
kata Aldrik kesal sedangkan Vegas hanya tertawa .
Zafier menatap kedua bocah dewasa itu hanya geleng geleng kepala melihat kedua bertengkar karna hal sepele .
"Lanjutkan Ri "
kata Zafier dingin membuat dua pria tadi yang tertawa langsung diam seketika .
Ari yang menatap kedua makhluk mars yang tadi saling mengejek sekarang terdiam dan menjadi sunyi hanya terpaku .
' Atasan dengan Asisten sama saja , sama sama makhluk mars alias aneh '
batin Ari .
"Itu dia masalah nya tuan , di balik pertemuan nona muda dan asisten nya ada alasan kuat tuan muda . Nona muda sudah tau semua tentang masalah yang terjadi di dunia bawah dan terlibat nya anda dalam dunia bawah ini tuan "
kata Ari .
GLADAAAARRRRRRR.......,
Bagai di sambar petir Zafier dan juga dua makhluk mars terkejut seketika dan diam membeku .
"Artinya .... Ri "
kata Zafier lirih dan langsung berdiri dan pergi meninggalkan dua makhluk yang masih membeku itu .
BRAAAK .....
Zafier membuka pintu dengan keras dan langsung berlari , Vegas ikut berdiri dan ingin menyusul Zafier pulang namun sebelum itu dia berpesan pada sahabat nya untuk menjaga Amara .
Aldrik hanya mengangguk dan menatap kepergian sahabat nya dan King Mafia idola nya pergi dari ruangan Amara .
"Semoga tuan Zafier dan Vegas bisa mengatasi tentang masalah ini pada istri dan kakak ipar nya "
kata Aldrik lirih dan menghela nafas pelan .
Sedangkan di dalam mobil Zafier mengendarai mobil nya sendiri dengan kecepatan maksimal dan meninggalkan asisten nya Ari .
"Seharusnya aku tau apa tujuan nya keluar "
' Semoga Zora baik baik saja '
__ADS_1
batin Zafier .
Di mobil lain yang juga sangat cepat mengejar mobil Zafier yaitu Vegas dan Ari .
"Kenapa tidak bilang dari hah"
kata Vegas sedikit panik .
"Maaf tuan Vegas saya baru mendapat kabar itu barusan tadi "
kata Ari yang duduk di depan dekat Vegas menyetir mobil nya .
' Aku akan menjelaskan segala nya padamu , ku harap kau tak membenci ku Zora '
batin Vegas .
Vegas dan Zafier menancapkan gas mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi karna saking panik nya takut terjadi apa apa pada Zora setelah mengetahui kebenaran nya .
****
PYAAAAAR......
Barang barang ruang tamu telah berserakan dan beberapa kaca pecah berserakan di lantai .
"AAAAAKH........ HIKS HIKS HIKS PEMBOHONG HIKS HIKS HIKS "
teriak Zora dan menangis sangat pilu di ruang tamu .
Sedari tadi saat pulang Zora menatap kosong rumah nya dan masuk ke dalam rumah nya namun dia menyuruh Tio untuk pulang , Tio awak nya menolak ingin pulang namun melihat Zora yang berbeda akhir nya pergi karna tak ingin membuat mood adik nya semakin buruk .
Zora menutup pintu rumah dan berjalan lunglai , tubuh nya ingin jatuh namun diri nya langsung memegang meja yang berada di ruang tamu .
Zora emosi nya sudah tinggi karna tetah di bohongi oleh suaminya langsung melempar Vas bunga dan beberapa barang yang berada di meja tersebut .
"PEMBOHONG..... HIKS HIKS HIKS "
kata Zora air mata nya mengalir deras .
Para pembantu yang melihat nona muda nya menangis pilu ikut terpukul dan menangis namun tidak bisa berbuat apa apa karna jika mereka menderita nona muda nya mengancam akan melukai diri nya sendiri .
"Nona muda hiks hiks tolong tenang kan diri anda nona hiks hiks"
kata Bik iis dari jauh karna tidak bisa mendekat mengingat ancaman Zora .
"Hiks Hiks Hiks.... "
Zora menangis dan tangan nya langsung meraih pecahan kaca yang di dekat nya .
Zora menggenggam pecahan kaca itu dengan tangan nya dan darah segar pun keluar dari tangan nya .
Para pembantu berteriak histeris melihat yang apa yang di lakukan oleh nona muda nya .
"NONA MUDAAAAA...."
teriak para pembantu.
Sedangkan mobil yang Zafier jalankan sampai dan masuk ke halaman rumah kediaman Angkasa , dan bukan hanya diri nya namun di depan belakang juga ada tiga mobil yang ikut masuk ke halaman rumah nya .
Zafier turun dari mobil dan melihat ke belakang siapa saja yang berada di dalam tiga mobil hitan dan satu mobil putih yang dia sudah tau pasti milik Vegas .
"Ayah , Bunda , Kakak dan adik ipar "
Vegas sedikit bingung karna kakak tertua nya datang dan otak nya sudah penuh dengan pertanyaan .
"Kak Azkar ada apa kakak ke sini "
kata Vegas bingung .
"Aku punya urusan dengan kalian berdua "
kata Razkar dingin .
Orang tua nya dan Vera hanya bisa melihat tatapan aneh dari tiga bersaudara itu .
Namun saat Vegas ingin bertanya lagi pertanyaan nya terhenti saat mendengar teriakan dari dalam rumah nya .
Zafier dan orang tua nya , kakak dan kakak ipar nya serta Vegas langsung berlari masuk ke dalam rumah sedangkan Ari hanya menunggu di luar saja karna ini adalah urusan pribadi keluarga Angkasa .
Saat masuk Zafier sangat terkejut bukan hanya dirinya keluarga nya juga terkejut melihat apa yang terjadi di depan nya .
"APA YANG KAMU LAKUKAN "
kata Zafier langsung lari ke arah istri nya yang tangan nya sudah penuh darah serta wajah sembab dan air mata yang masih mengalir .
"Aaaakh "
teriak Alfa terkejut melihat kondisi menantu nya .
"ZORAAAAA..."
teriak Vera dan berlari ke arah adik nya .
"Zoraa "
kata Vegas lirih .
"Apa yang terjadi "
kata Devon terkejut melihat kondisi menantu nya .
"Sudah terlambat "
kata Razkar lirih .
"JANGAN MENDEKAT "
kata Zora menekan setiap kata kata nya .
Semua orang yang berlari ke arah Zora terhenti saat mendengar perkataan dari Zora.
"Apa maksud mu sayang , ini apa yang kau lakukan hiks kenapa kau seperti ini "
kata Zafier air mata nya mengalir , hati nya sangat sakit melihat istri nya seperti ini .
"Hiks hiks hiks , Zora apa yang kau lakukan nak "
kata Alfa tak sanggup melihat menantu nya .
Vera menangis dan tidak bisa mendekat karna perkataan Zora sangat penuh tekanan di dalam nya .
__ADS_1
"Heh kau bertanya aku kenapa hemm , AKU BEGINI KARNA MUU HIKS HIKS HIKS "
kata Zora berteriak pada suaminya .
Zafier menangis dan dia tau apa penyebab nya , jujur diri nya bisa merasakan apa yang di rasakan oleh istri nya saat ini .
"Ku mohon dengarkan dulu penjelasan ku hiks "
kata Zafier menangis dan perlahan lahan mendekati istri nya .
Zora langsung berdiri sambil memegang perut nya agar bisa berdiri , tangan nya kanan nya masih memegang pecahan gelas yang menancap di tangan nya .
"PENJELASAN APA HAH , HIKS HIKS HIKS PENJELASAN TENTANG KEBOHONGAN MU ITU HAH "
"APA YANG PERLU DI JELASKAN HAH HIKS HIKS HIKS , KAU PEMBOHOONG HIKS HIKS HIKS "
kata Zora meluapkan segala amarah nya dengan suara lantang nya .
"Tolong dengarkan pen ...."
kata Zafier terpotong karna Zora langsung menyanggah nya .
"PENJELASAN APA LAGI HAH HIKS HIKS HIKS , APA KAU TAU HATI KU SANGAT SAKIT SAAT KAU BERBOHONG TENTANG PEKERJAAN MU DENGAN VEGAS HAH HIKS HIKS HIKS "
kata Zora menangis sambil tangan kiri nya memegang perut nya sedang kan tangan kanan nya masih menggenggam pecahan kaca .
Zafier sangat hancur dan menyesal karna tidak jujur dari awal , jika diri nya berkata jujur mungkin tidak akan seperti ini .
"Hiks hiks hiks "
Zafier menangis dan bersimpuh di hadapan sang istri dengan air mata yang sangat deras .
"Maafkan aku hiks hiks hiks "
kata Zafier menangis pilu .
Semua yang melihat nya hanya menangis , Zora memindahkan pandangan nya dari suaminya langsung menatap Vegas .
Zora menghampiri Vegas dan membuang pecahan kaca di tangan nya , Vegas yang menangis dan melihat kakak ipar nya menghampiri nya hanya diam .
"SIAPA YANG MENYURUH MU UNTUK MEMBAWA ZAFIER KE DUNIA BAWAH JAWAAAB"
kata Zora penuh tekanan dan berteriak di ujung kalimat nya , tangan nya memegang kerah pakaian Vegas yang berwarna putih berubah menjadi merah .
Vegas hanya diam dan menangis karna tidak bisa mengatakan siapa di balik masuk nya Vegas ke dunia perang bawah .
"JAWAAAAB GAS HIKS HIKS HIKS , KAU HIKS HIKS HIKS SUNGGUH HIKS HIKS "
kata Zora sangat sedih dan melepaskan cengkeraman nya pada kerah baju Vegas dan mundur .
Devon memeluk istri nya dan menantu pertama nya sedangkan Zafier masih menangis pilu , Vegas juga menangis karna tidak bisa jujur .
Razkar mengatur nafas nya agar emosi nya tidak keluar di saat seperti ini , dirinya sangat marah pada kedua adik nya yang maju tanpa melihat frekuensi dari yang mereka ambil .
"Hiks hiks hiks , apa aku salah melarang suamiku untuk terlibat di dunia bawah , apa aku salah jika aku takut kehilangan nya hiks hiks hiks dan apa aku salah melarang nya demi masa anak ku hiks hiks hiks "
kata Zora lirih dan memegang perut nya dengan kedua tangan nya .
Namun saat Zora ingin mengatakan sesuatu tiba tiba perut nya sakit dan membuat semua orang panik .
"Akh .... "
kata Zora kesakitan dan memegang perut nya .
Zafier yang mendengar nya langsung melihat istri nya dan terkejut melihat istri nya kesakitan memegang perut nya .
"Sayang , apa yang terjadi ... "
kata Zafier memeluk istri nya dan panik .
"Akh ., sakiit..."
kata Zora memegang erat tangan suaminya menahan sakit .
"Ra lo gak papa kan hiks hiks "
kata Vera menghampiri adik nya .
"Bawa Zora ke rumah sakit sekarang Fier "
kata Devon tegas .
Zafier langsung menggendong istri nya dan membawa nya ke rumah sakit , semua keluarga Angkasa ikut pergi ke rumah sakit .
Mereka semua masuk ke mobil masing masing dan ikut ke rumah sakit di belakang mobil Zafier .
Di dalam mobil Zafier memeluk istri nya dan mencium semua wajah istri nya dengan air mata yang mengalir .
Sedangkan Zora menggenggam erat tangan suaminya dan menangis menahan sakit .
"Genggam lah tanganku jangan pernah melepaskan nya hiks hiks hiks , maafkan aku kumohon maafkan aku hiks hiks jangan fikirkan apapun tenangkan fikiran mu ku mohon "
kata Zafier menggenggam tangan istri nya dan memeluknya dengan erat .
"Sakit mas hiks hiks hiks "
kata Zora menangis tak mampu dengan rasa sakit nya dan akhir nya pingsan .
"Hiks hiks hiks , bertahanlah aku berjanji akan menuntaskan segala nya malam ini kau tak perlu khawatir . Cepat Ri lebih cepat "
kata Zafier sudah sangat panik karna istri nya pingsan .
'Akan ku pastikan kehancuran mu malam ini juga , karna mu istri ku harus seperti ini '
batin Zafier dengan amarah yang sudah sangat tinggi .
'Zora maafkan aku karna permintaan nya kau harus seperti ini , aku berjanji akan menjauhi Amara sesuai apapun keinginan mu '
batin Vegas .
Keluarga Angkasa di landa kepanikan akan menantu mereka kedua mereka yang tengah mengandung dan harus menerima kenyataan yang sangat pahit .
Sedangkan seorang pria tengah tertawa bahagia dan sudah mempersiapkan segala anak buah nya untuk pertarungan yang telah di tunggu tunggu nya .
"Gegabah Sungguh aku tidak menyangka , sekali tembak dapat dua Daebak... "
kata nya dengan penuh bangga .
"Sekarang tinggal menghitung waktu untuk berperang melawan King Mafia dan lo Vegas Marvin .
__ADS_1