
Setelah membalikkan badan, Dhika dan Githa langsung berjalan dengan cepat ke sembarang arah mencari tempat yang aman untuk bersembunyi lalu mengawasi Bella dan mamanya dari kejauhan.
Cuih! Wanita kampungan itu. Sanggup juga dia shopping di mall berkelas seperti ini. batin tante Fatma dengan sinis sambil memperhatikan kantong belanja yang di tenteng Githa sambil berlari menghindarinya.
Wajah Githa sempat terlihat oleh tante Fatma karena tadi ia lambat membalikkan badan.
Dulu Githa dan Bisma (kakak Bella) pernah menjalin hubungan namun tante Fatma sangat menentang hubungan mereka. Dia tidak sudi mempunyai calon menantu yang tidak berpendidikan dan kampungan seperti Githa. Dia pun memikirkan berbagai macam cara agar bisa memisahkan mereka. Karena itulah saat ini Bisma kuliah di luar kota. Semua itu adalah bagian dari rencana mamanya.
***
Setelah melihat Bella dan mamanya pergi ke toilet, Dhika dan Githa langsung berlari ke parkiran dan segera masuk ke mobil.
Dhika langsung menyalakan mobilnya dan melaju pergi meninggalkan mall tersebut. Walaupun tidak mencintai Bella, Dhika harus bisa menjaga perasaannya. Karena biar bagaimana pun saat ini Bella adalah kekasihnya.
Nafas mereka terengah-engah karena habis berlarian. Lalu tak lama mereka berdua tertawa bersamaan. Lucu sendiri mengingat kejadian tadi.
"Kenapa kamu ikut-ikutan sembunyi dan berlari?" tanya Githa.
"Karena tadi ada Bella dan mamanya. Aku kira kamu melihatnya." jawab Dhika.
__ADS_1
"Benarkah? Tadi aku tidak melihat Bella." balas Githa.
"Lalu kenapa kamu sembunyi?" tanya Dhika bingung.
"Oh itu. Hemm.. Aku sembunyi karena tadi melihat ada tante Fatma. Dia pasti akan memakiku jika aku gak segera kabur tadi. Huh!" jawab Githa ketus.
"Kamu kenal dengan tante Fatma?" tanya Dhika lagi.
"Iya. Kamu mengenalnya juga?" Githa bertanya balik.
"Tentu saja. Tante Fatma adalah mamanya Bella. Dan tadi Bella sedang bersama mamanya." jelas Dhika. "Hemm.. Apa maksudmu tadi bilang kalau tante Fatma akan memakimu?" tanya Dhika lagi.
"Wah ternyata kamu kenal dengan Bisma juga ya? Ehmm.. Jawab donk kenapa tadi kamu bilang tante Fatma akan memakimu?" tanya Dhika penasaran.
Githa tidak menjawab. Dia bersandar lalu memejamkan matanya.
Sempit sekali dunia ini. Orang-orang yang sangat ingin aku hindari sepertinya malah berada dekat di sekitarku. Untung saja tadi bisa lolos. Entah apa lagi makian tante Fatma jika melihatku jalan berduaan dengan Dhika yang tak lain adalah calon menantunya. Dia pasti akan salah paham. batin Githa sambil memijat keningnya dan masih memejamkan mata.
Dhika menoleh ke arah Githa. Dia tau kalau Githa tidak ingin menjawab pertanyaannya. Dia kembali fokus mengendarai mobilnya lalu berkata "Tidurlah kalau kau mengantuk. Nanti akan aku bangunkan jika sudah sampai. Kau juga tampak kelelahan karena habis berlarian tadi." ucap Dhika lalu reflek mengusap lembut kepala Githa.
__ADS_1
Githa tidak menolak. Entah mengapa dia merasa senang saat Dhika melakukan itu. Dan tak lama kemudian Githa pun tertidur.
***
Mereka sudah sampai di depan rumah Githa. Dhika mematikan mobilnya, melepas seat beltnya lalu menghadap ke arah Githa yang masih tertidur pulas.
Sejujurnya aku bingung dengan perasaan ini. Semenjak bertemu lagi denganmu hari-hariku yang membosankan menjadi lebih berwarna. Entah ini perasaan suka atau hanya sekedar pengobat kerinduanku pada teman kecilku. Yang pasti aku merasa nyaman saat bersamamu dan ingin terus berada di dekatmu. batin Dhika sambil menatap Githa dan mengelus lembut pipinya.
Dhika membangunkan Githa perlahan namun Githa tidak merespon. Githa tidur sangat nyenyak karena memang hari ini dia belum ada istirahat mulai dari subuh tadi.
.
.
.
Bersambung~~
Hai readers perkenalkan saya Deita Ahmad. Ini adalah novel pertama saya. Sebagai penulis baru pasti Novel saya masih banyak kurangnya. Saya butuh saran dan kritik kalian agar bisa menyempurnakan cerita ini. Mohon dukungannya dengan memberikan Like, Komen dan Votenya. Kelanjutan Novel ini sangat bergantung dengan dukungan kalian.
__ADS_1
Terimakasih ❤