
Ali menatap Dhika yang masih memeluk Githa dengan tatapan tidak suka. Sementara Githa sudah melepaskan pelukannya lalu mendorong pelan tubuh Dhika agar bisa terlepas dari pelukannya namun Dhika tak bergeming dan malah mengeratkan pelukannya. Ali yang melihatnya pun menjadi geram karena Dhika seperti mencuri-curi kesempatan.
"Maaf Pak, anda membuat Githa gak nyaman," ucap Ali sopan seraya menarik pelan tubuh Dhika.
Dhika melepaskan pelukannya dan menatap Ali dengan tatapan kesal karena sudah berani menyentuhnya.
Setelah terlepas dari pelukan Dhika, Githa langsung bergeser berdiri di samping Ali.
Sementara Bella yang sedari tadi hanya mendengar dan memperhatikan mulai paham atas alasan sikap dingin Dhika hari ini. Rupanya Githa yang telah mengganggu pikirannya bukan karena ada masalah pekerjaan seperti dugaannya. Bella tersenyum getir, hatinya terasa teriris karena Dhika mengacuhkannya dan memeluk Githa di hadapannya. Matanya mulai berkaca-kaca namun sebisa mungkin di tahannya bulir bening itu agar tidak jatuh membasahi pipinya.
Apa salahku kak? Kenapa kamu tega melakukan ini semua? Kenapa kamu terus-terusan nyakitin aku? Gak bisa jaga perasaanku! Batin Bella menangis.
"Ehmm.. Githa kenapa kamu mendadak resign?" Ucap Bella basa-basi memecah ketegangan antara Dhika dan Ali.
Dhika, Ali dan Githa menoleh ke asal suara secara bersamaan. Mereka seolah lupa kalau ada Bella juga di ruangan tersebut. Githa menghampiri Bella yang terlihat berusaha tegar.
"Aku udah pernah bilang ke Dhika kalau akan resign dan hari ini aku melakukannya," ucap Githa tersenyum kecil.
"Ehm ehm! Saya rasa sudah cukup pamitannya. Mari kita pergi sekarang, kamu belum makan siang," ajak Ali.
Githa mengangguk setuju lalu mereka pun pergi. Dhika hanya mematung melihat Githa yang pergi meninggalkannya. Sementara Bella menatap Dhika yang terus memandang kepergian Githa.
"Kak, aku pamit pulang juga ya." Ucap Bella karena merasa kehadirannya tidak di hargai.
Dhika tak menjawab entah karena tidak dengar atau memang tidak mau menghiraukan Bella.
Karena Dhika hanya diam, Bella memutuskan untuk pergi sebelum hatinya semakin hancur oleh sikap Dhika yang dengan mudah berubah-ubah.
__ADS_1
"Bella tunggu," tahan Dhika saat melihat Bella hendak pergi.
Langkah Bella terhenti, dia membelakangi Dhika dan tak berniat berbalik badan karena menyembunyikan air matanya yang mulai berjatuhan.
Dhika mendekat lalu memeluk Bella dari belakang. Dia baru tersadar kalau dari tadi sikapnya telah menyakiti Bella, padahal Bella tidak bersalah.
Bella sudah tidak mampu menyembunyikan kesedihannya lagi. Isak tangisnya pun mulai terdengar dan semakin keras.
"Maaf.." ucap Dhika lirih merasa bersalah.
***
Sepanjang perjalanan Githa terus menangis. Sebenarnya dia malu karena Ali beberapa kali menengok ke arahnya, namun Githa juga tidak dapat menahan kesedihannya.
Ali hanya memperhatikan tanpa berbicara sepatah kata pun. Dia sangat ingin memeluk dan menenangkan Githa, tapi dia bukan tipe pria yang bisa dengan mudah memeluk wanita yang belum menjadi kekasihnya. Ali juga bingung melihat Githa sesedih itu hanya karena perkara kecil yaitu berhenti bekerja. Ali membuang jauh-jauh pikiran yang mulai bermunculan di kepalanya dan tidak ingin menduga-duga. Dia juga tak berniat menanyakan pada Githa karena menurutnya jika Githa memang mau berbagi, dia pasti akan menceritakan tanpa ditanya olehnya.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh menit, mereka tiba di rumah makan sederhana tempat favorite Githa. Githa kurang suka makan di restoran mewah, biasanya jika bosan dengan menu di kantin perusahaan, Githa akan makan siang disini. Tadi Githa yang mengajak Ali untuk makan siang di sini karena dia berencana ingin mentraktir Ali karena sudah berjasa membantunya keluar dari Pelita Group.
"Gith, ada yang mau mas katakan padamu." Ucap Ali perlahan.
"Ya.. Ada apa mas?" tanya Githa penasaran seraya menghapus sisa-sisa air matanya dengan tisu.
"Mas seorang duda dan usia mas jauh lebih tua delapan tahun darimu, apa kamu gak masalah dengan itu?" ucap Ali to the point.
Githa tersenyum lalu menyentuh lembut punggung tangan Ali dan berkata, "Mas.. Saya gak mungkin mempermasalahkan hal sepele seperti itu. Terlebih lagi dengan mas Ali yang udah membantu saya," jawab Githa santai tanpa ada keterkejutan sedikit pun.
Ali menghela nafas lega setelah mendengar jawaban Githa barusan. Dia semakin memantapkan hatinya untuk segera mempersunting Githa. Ali sudah bukan ABG lagi, dia tidak suka membuang-buang waktu untuk berpacaran. Walaupun baru tiga kali bertemu dengan Githa, dia sudah bisa menilai bahwa Githa adalah wanita yang baik.
"Thanks ya Gith. Ehm.. Bisakah mas minta tolong sesuatu kepadamu?" tanya Ali.
__ADS_1
"Jika itu sesuatu yang positif dan saya mampu, saya akan melakukannya mas." Jawab Githa mantap.
"Bisa tolong jaga hatimu untuk mas?" tanya Ali lagi yang langsung membuat Githa menyembunyikan wajahnya yang merona.
Githa salah tingkah dan bingung harus menjawab apa. Jantungnya berdetak hebat tak seperti biasanya. Dia tak menyangka Ali akan berkata demikian.
Apa sekarang mas ali sedang mengutarakan perasaannya. Duga Githa dalam hati.
"Gith.. Kok diam aja? Mas gak lagi menyatakan cinta, jadi jangan salah tingkah begitu donk, hahaha.." ucap Ali terkekeh dan seolah tahu isi pikiran Githa.
Githa makin tersipu malu. Dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan tertawa kecil disana. Dan setelah berhasil menguasai dirinya, Githa kembali menatap Ali dan menjawab, "Baiklah saya akan menjaganya dan saya harap mas juga melakukan hal yang sama," ucap Githa dengan bibir yang bergetar karena gugup dan malu.
Belum sempat Ali menjawab, Githa langsung berdiri dan pamit untuk pergi ke toilet dengan berlarian kecil.
Udah umur dua puluh tiga tahun tapi masih malu-malu seperti anak abg. Gemesin banget sih. Gumam Ali pelan.
Githa membasuh wajahnya saat sudah sampai di toilet. Sudah tidak ada raut kesedihan lagi di wajah cantiknya. Ali berhasil membuatnya kembali tersenyum dan melupakan semua kesedihannya.
.
.
.
Bersambung~~
Jangan lupa vote nya ya kak 😊
Makin banyak yang vote, makin semangat juga author menulis, hehe..
__ADS_1
Terimakasih 💕