
Briefing pagi telah selesai. Githa pun sudah memperkenalkan diri dan memohon bimbingan dari para seniornya. Setelah briefing Githa langsung pergi berkeliling gedung dengan Merlin.
Sementara, Dhika tidak langsung pergi ke ruangannya. Dia masih di lobby memainkan ponselnya sambil mencari-cari alasan untuk menghindari Bella lagi. Dhika tau kalau Bella sedang marah, karena itu dia ingin menghindarinya. Ini masih terlalu pagi untuk memperdebatkan hal yang tidak penting.
Tak lama ponsel Dhika berbunyi tanda ada pesan masuk. Dan pesan tersebut dari Bella.
Bella : Kak, cepetan kesini kalo briefingnya udah selesai. Atau aku akan segera turun. ancam Bella.
Dhika geram saat membaca isi pesan itu. Selama ini dia sudah cukup sabar menghadapi sikap Bella yang labil dan kekanakan.
Dhika : Tolong jaga sikapmu! Terutama saat sedang di kantorku! balas Dhika tegas.
Tangan Bella langsung gemetar saat membaca balasan pesan dari Dhika. Matanya pun mulai basah, hatinya terasa sakit. Selama pacaran baru kali ini Dhika sedingin itu membalas pesannya. Dia tidak berani membalas lagi dan memilih menunggu di luar ruangan Dhika. Bella tau kalau briefing sudah selesai. Tadi dia bertanya pada office girl yang mengantarkan minuman pesanannya.
Merlin dan Githa sudah selesai berkeliling dan kini mereka menuju lift karyawan. Di waktu yang bersamaan Dhika juga sedang naik lift menuju lantai paling atas. Githa dan Merlin sampai lebih dulu.
__ADS_1
Bella yang sedari kemarin sudah cemburu dengan Githa langsung datang menghampiri. Tanpa basa-basi Bella langsung menampar Githa. Githa hanya memegangi pipinya menahan sakit dan tidak membalas. Merlin berusaha melerai namun karena kalah postur tubuh dengan Bella akhirnya dia terjatuh, dia langsung bangkit berlari memanggil security yang berjaga depan lift khusus presdir. Dan pada saat bersamaan Dhika baru keluar dari lift. Melihat rambut Merlin yang acak-acakan Dhika langsung tau apa yang sedang terjadi. Dia langsung berlari menghampiri Githa yang sudah bersimpuh di lantai dengan penampilan yang sangat kacau.
"Cukup Bella cukup!!" teriak Dhika sambil menahan tangan Bella yang hendak menampar Githa lagi.
"Lepasin kak! Cewek murahan seperti ini harus di beri pelajaran!" ucap Bella berteriak.
Mendengar kata cewek murahan membuat Githa sangat marah. Dia mengalah tidak melawan bukan karena takut, tapi karena tidak ingin buat kekacauan di kantor Dhika. Tapi perkataan Bella barusan benar-benar sudah keterlaluan. Githa pun bangkit menarik rambut Bella dengan kuat dan mendekatkan wajahnya ke telinga Bella dan berbisik "Kau boleh bilang aku cewek kampungan! Kau boleh bilang aku tidak berpendidikan! Tapi jangan pernah kamu menyebutku wanita murahan!" ucap Githa sambil terus menarik rambut Bella hingga Bella merintih kesakitan.
"Lepaskan rambutku, sakiiiit!" rintih Bella.
"Aku akan melepaskannya setelah dia menarik kembali kata-katanya barusan!" jawab Githa tegas.
"Baiklah. Kau bukanlah wa-wanita murahan." ucap Bella terbata sambil menahan sakit.
Githa sudah melepaskan rambutnya. Dan Bella langsung menangis di pelukan Dhika.
__ADS_1
Dhika marah dengan Bella karena perbuatannya tadi namun juga tidak tega melihatnya menangis merintih kesakitan.
"Cepat pecat dia kak! Jangan pekerjakan wanita mengerikan seperti dia." rengek Bella di sela-sela isak tangisnya.
Githa segera merapikan pakaiannya, memungut isi tasnya yang berserakan di lantai dan ingin segera pergi. Namun, dengan sigap Dhika meraih tangannya dan menahannya pergi.
.
.
.
Bersambung~~
Hai readers perkenalkan saya Deita Ahmad. Ini adalah novel pertama saya. Sebagai penulis baru pasti Novel saya masih banyak kurangnya. Saya butuh saran dan kritik kalian agar bisa menyempurnakan cerita ini. Mohon dukungannya dengan memberikan Like, Komen dan Votenya. Kelanjutan Novel ini sangat bergantung dengan dukungan kalian.
__ADS_1
Terimakasih ❤