Cerita Cinta Githa

Cerita Cinta Githa
Makan Malam Bersama (3)


__ADS_3

Bella tidak terima melihat perlakuan Githa yang telah menampar mamanya. Dia melayangkan tangannya ingin membalas Githa namun gagal karena dengan sigap Ali menangkap tangannya dan mencekal pergelangan tangannya dengan kuat yang membuatnya merintih kesakitan.


"Jangan coba-coba menyentuhnya!" Ali memperingatkan Bella dengan tatapan tajam.


"Dasar anak kurang ajar!" ujar pak Husen geram seraya bergerak ke arah Githa ingin menerkamnya dan gagal juga karena dengan cepat Dhika menahan tubuh pak Husen.


Bu Fatma menahan malu sambil memegangi wajahnya yang masih terasa perih. Dia ingin membalas serangan Githa namun menciut saat melihat kobaran emosi yang terpancar dari tatapan mata Githa.


"Githa! Berani sekali kamu kurang ajar dengan orangtua!" bentak bu Harnum seraya menghampiri bu Fatma yang terlihat menahan sakit.


"Maaf Tante, saya gak bermaksud kurang ajar tapi nyonya ini memang harus diberi pelajaran. Tadi saya sudah ingatkan agar dia menjaga ucapannya tapi dia malah semakin menjadi!" jawab Githa tegas.


"Dulu, saya hanya bisa diam saat Anda menghina saya. Tapi kali ini gak akan saya biarkan seorang pun merendahkan saya!" ujar Githa seraya bergerak mendekati bu Fatma yang membuat bu Fatma melangkah mundur karena takut mendapatkan serangan lagi dari Githa.


"Dan tante Harnum, Saya dan mas Ali saat ini masih berteman. Jadi gak ada yang perlu tante khawatirkan," terang Githa kepada bu Harnum.

__ADS_1


"Apa kamu bilang? Masih berteman? Berarti ada kemungkinan kalian akan berpacaran bukan?" tanya bu Harnum bertubi-tubi.


"Maaf kalau untuk itu saya gak bisa jawab karena takdir sulit ditebak dan yang terjadi sering tak di sangka-sangka. Kalau pun nantinya kami berpacaran, saya akan memperjuangkannya." jawab Githa mantap lalu menoleh ke arah Ali yang juga sedang menatapnya. Mereka saling melempar senyum yang membuat dada Dhika terasa semakin sesak.


Manager restoran yang baru saja mengecek melalui cctv terkejut saat melihat ada Ali dan Dhika di antara kerumunan orang. Tak lama security datang menengahi di susul oleh manager restoran tersebut.


"Selamat malam tuan Ali dan tuan Dhika. Ada yang bisa saya bantu?" ujar manager restoran.


Ali dan Dhika memiliki invest saham yang cukup besar pada restoran tersebut. Tentu saja manager dan para petinggi restoran sangat mengenal mereka.


"Cepat bawa pergi orang-orang ini! Mereka telah merusak makan malamku!" pinta Ali seraya menunjuk pak Husen, bu Fatma dan juga Bella.


"Lepaskan! Jangan perlakukan mereka seperti itu. Mereka tanggung jawabku karena aku yang telah mengajak mereka untuk makan malam di sini," pinta Dhika tak mau kalah yang membuat manager bingung harus memihak yang mana.


"Kalau begitu cepat kamu bawa mereka pergi dari sini!" balas Ali seraya bergerak mendekati Githa.

__ADS_1


Dhika yang sadar insiden ini terjadi karena ulah bu Fatma tak lagi membantah. Dia mengajak pak Husen, bu Fatma dan juga Bella pergi meninggalkan restoran. Bu Fatma yang sudah terlanjur malu tak melakukan perlawanan, dia pergi setelah sebelumnya memperingatkan Githa "Tunggu pembalasanku!"


Ali mengajak Githa dan kedua orangtuanya kembali duduk untuk melanjutkan makan malamnya walau pun dia tahu kalau mereka pasti sudah hilang selera karena dirinya juga merasa hal demikian.


"Om, tante, saya minta maaf karena sudah membuat keributan." ujar Githa saat mereka sudah kembali duduk di kursi masing-masing.


Sebenarnya ada rasa kagum di benak bu Harnum saat melihat Githa dengan berani membela harga dirinya. Namun cepat-cepat dia mengusir rasa itu mengingat status sosial dari keluarga Githa.


.


.


.


Bersambung~~

__ADS_1


Jangan protes "kok upnya sedikit?" "upnya kurang banyak thor." bla bla bla..


Karena kalian pada pelit kasih vote nya 😂🙏


__ADS_2