Cerita Cinta Githa

Cerita Cinta Githa
Di Rumah Bella


__ADS_3

Githa menghampiri Dhika yang tengah duduk di kursinya. Dhika terlihat tampak frustasi. Dia terus mengacak-acak rambutnya.


"Dhika.. Kau baik-baik saja?" tanya Githa sambil memegang bahu Dhika.


Dhika langsung berdiri memeluk Githa dengan sangat erat. "Biarkan aku memelukmu agar aku bisa tenang. Aku minta maaf karena sudah membawamu ikut ke dalam kisah percintaanku yang rumit ini. Aku akan menyelesaikannya agar kita bisa segera menikah." ucap Dhika sambil terus memeluk Githa.


"Dhika.. Kamu tidak perlu minta maaf. Kita berdua sama-sama bersalah. Bagaimana pun saat ini kamu adalah kekasih Bella. Wajar saja kalau dia marah dan cemburu. Aku pun akan bersikap demikian jika ada di posisinya." balas Githa sambil perlahan melepaskan pelukan Dhika.


"Tapi aku tidak benar-benar mencintainya. Aku sudah ceritakan semuanya padamu kan? Pokoknya aku akan segera mengakhiri semua kebohongan ini." tegas Dhika.


"Dhika.. Selesaikan semuanya sesuai dengan perjanjian yang telah kamu sepakati. Bersabarlah tinggal beberapa bulan lagi." ucap Githa memberi saran.


"Lalu bagaimana denganmu? Apa kamu bisa melaluinya?" tanya Dhika khawatir.


"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku. Dan juga di antara kita tidak ada apa-apa. Hubungan kita hanya sebatas Atasan dan Bawahan saja." ucap Githa menenangkan Dhika. "Tadi aku memelukmu karena terharu saat tahu arti dari PELITA Group yang kamu dirikan ini. Aku tidak menyangka kamu berhati mulia." timpal Githa lagi dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Dia berusaha menyembunyikan perasaannya. Dia ingin Dhika menyelesaikan apa yang sudah di mulainya.


"Apa kau sungguh-sungguh dengan ucapanmu barusan? Benarkah tidak ada rasa apapun di antara kita selain urusan pekerjaan?" tanya Dhika dengan nada sedikit meninggi. Timbul rasa sesak di dadanya saat dia mendengar itu semua. Tapi hati kecilnya tahu kalau Githa sedang berbohong.


Githa tak lagi menjawab. Dia langsung berpamitan kembali ke ruangan Merlin untuk melanjutkan trainingnya. Baru dua hari bekerja ada saja hal-hal di luar dugaannya yang terjadi. Ingin rasanya dia berhenti, namun bayang-bayang keluarganya selalu terlintas saat dia ingin menyerah.


***

__ADS_1


Malam harinya di kediaman Pak Husen..


Dhika datang setelah makan malam. Ia sengaja datang terlambat agar tak perlu berlama-lama di sana. Setelah memencet bel tak lama asisten rumah tangga pun datang dan mempersilahkannya masuk.


Tampak Pak Husen dan Bu Fatma sedang bersantai sambil menonton televisi di ruang keluarga.


"Malam Om.. Tante.." sapa Dhika.


"Malam.. Mari duduk sini Dhika." jawab Pak Husen.


Belum sempat Dhika melangkah untuk duduk, Bu Fatma langsung meminta tolong untuk panggilkan Bella. "Tolong panggilin Bella dulu ya Dhik. Dia lagi di kamarnya tuh." pinta Bu Fatma sambil menunjuk pintu kamar Bella yang ada di lantai atas.


Dhika mengangguk canggung lalu pergi menuju kamar Bella. Walaupun sudah delapan bulan berpacaran, dia jarang sekali main ke rumah Bella. Bahkan kamar Bella di sebelah mana pun dia tidak tahu.


"Bell, ini kak Dhika. Ayo kita turun. Mama dan papamu sudah menunggu." ucap Dhika di balik pintu.


Tak lama pintu terbuka dan Bella keluar. Dia tampak pucat, matanya sembab, rambutnya pun acak-acakan.


"Kamu sakit? Kenapa pucat sekali." tanya Dhika khawatir sambil memeriksa kening Bella dengan punggung tangannya.


"Iya kak. Hati aku yang lagi sakit. Sakit banget sampai bikin sesak nafas kak." jawab Bella dengan suara berat sambil menunjuk dadanya.

__ADS_1


Dhika merasa bersalah melihat Bella yang tampak berantakan. Dia menyesal karena kemarin sudah berkata jujur kalau mencintai Githa. Harusnya dia bisa menahan diri dan menjaga perasaan Bella.


"Maafin kak Dhika ya. Kamu cuma salah paham sayang. Sudah jangan sedih lagi. Ayo kita turun." ucap Dhika lalu menggandeng tangan Bella mengajaknya turun.


.


.


.


Bersambung~~


Ini adalah novel pertama saya.


Sebagai penulis baru pasti Novel saya masih banyak kurangnya.


Saya butuh saran dan kritik kalian agar bisa menyempurnakan cerita ini.


Mohon dukungannya dengan memberikan Like, Komen dan Votenya.


Kelanjutan Novel ini sangat bergantung dengan dukungan kalian.

__ADS_1


Terimakasih ❤


__ADS_2