Cerita Cinta Githa

Cerita Cinta Githa
Terkejut


__ADS_3

Malam harinya Githa gelisah. Dia terus memikirkan perkataan Roni saat di kantor sore tadi.


Dari mana aku mendapatkan uang sebanyak itu. Gumam Githa pelan.


Tak lama ponselnya berdering tanda ada panggilan masuk. Dia meraih ponselnya dan tersenyum saat melihat ID penelpon adalah 'Mas Ali'.


"Assalamu'alaykum.." ~ Ali.


"Wa'alaykumsalam mas.." ~ Githa.


"Hemm, mas pengen cerita nih. Jadi siang tadi ada wanita yang janji akan menjawab pertanyaan mas lewat pesan. Tapi sampai sekarang mas tunggu-tunggu dia kok belum jawab juga ya? Apa mungkin dia gak mau kalau mas kenal lebih dekat dengannya?" sindir Ali secara halus.


"Haha.. Apaan sih mas pakai kode-kode segala. Ini barusan saya mau kirim pesan eh masnya udah nelpon. Kalau gitu langsung saya jawab disini aja ya." Githa diam sebentar lalu menarik nafas dan melanjutkan ucapannya. "Saya mau PDKT sama mas." Imbuhnya malu-malu.


"Kok PDKT? Emang siapa yang ngajak PDKT Gith?" Goda Ali sambil tertawa kecil.


"Jadi gak mau nih?" Jawab Githa membalas Ali.


"Hahahaa.. Mau donk cantik. Makasih ya.." ~ Ali


"Iya mas. Makasih juga karena udah mau kenal dengan saya." ~ Githa.


"Yaudah kalo gitu sekarang kamu istirahat ya. Besok pagi mas anterin ke kantor. Bye.." ~ Ali


"Iya mas." ~ Githa.


Lalu sambungan telepon mereka pun terputus. Sesaat Githa melupakan masalahnya di kantor. Entah mengapa hatinya berbunga-bunga dan mulai merindukan sosok Ali.


Ada apa denganku? Kenapa aku jadi merindukannya? Oh mas Ali.. Sepertinya kamu sudah berhasil mengambil hatiku. Gumam Githa sambil berguling-guling di tempat tidurnya.


***


Hari ini Githa tidak bangun sepagi biasanya karena semalam dia sudah memutuskan untuk tetap resign di perusahaan Dhika. Dia berencana akan ke kantor setelah makan siang untuk mengantarkan surat pengunduran dirinya.


Githa bangun pukul enam pagi. Dia bergegas ke kamar mandi untuk cuci muka dan sikat gigi. Setelah itu ia kembali ke kamarnya merapikan tempat tidur lalu membuka jendela. Dia terkejut saat membuka jendela karena melihat ada mobil yang sedang parkir tepat di halaman rumahnya dan melihat Ali yang sedang duduk di belakang kemudi.


__ADS_1


Tak lama ponsel Githa berbunyi tanda ada pesan masuk. Dia segera meraih ponselnya dan tersenyum saat membaca pesan dari Ali.


"Selamat pagi. Udah bangun atau belum? Mas udah di depan nih." ~ Ali


"Pagi mas. Saya baru aja bangun, hehe.. Tunggu sebentar lagi ya saya mau mandi dulu." ~ Githa.


"Okey, santai aja gak usah buru-buru. By the way, boleh gak mas minta foto kamu pas baru bangun tidur gini?" ~ Ali


Githa yang hendak keluar kamar tiba-tiba menghentikan langkahnya saat mendengar ponselnya kembali berbunyi. Dia tersenyum kecil membaca pesan balasan dari Ali. Githa segera mengambil foto wajahnya dan mengirimkannya pada Ali lalu setelah itu dia melanjutkan langkahnya keluar kamar menuju kamar mandi.



Bahkan kamu terlihat lebih cantik saat baru bangun tidur. Pantes aja Dhika tergila-gila padamu. Gumam Ali sambil memandangi foto yang dikirimkan Githa barusan.


***


Setelah selesai mandi dan memakai pakaian, Githa segera keluar menghampiri Ali. Ali heran karena melihat Githa menggunakan pakaian santai.


"Maaf ya karena udah buat mas menunggu. Mari masuk mas." Ajak Githa sopan.


"Gak apa-apa, tadi mas baru aja sampai kok. Ehmm.. Kamu gak siap-siap ke kantor?" Tanya Ali.


Ali terkejut mendengar pernyataan Githa barusan karena kemarin Githa masih bekerja di sana dan terlihat baik-baik saja. Ali menyembunyikan keterkejutannya dan mencoba menanggapi dengan santai.


"Apa ada masalah di kantor?" Tanya Ali hati-hati.


"Gak ada mas. Saya resign bukan karena masalah pekerjaan tapi karena urusan pribadi." Jelas Githa.


Ali hanya membalas dengan anggukan dan tidak mau bertanya lagi. Githa pasti akan cerita kalau memang dia mau berbagi.


Githa mengenalkan Ali kepada Kakek, nenek dan adiknya lalu setelah itu mereka sarapan bersama. Ali memutuskan untuk tidak masuk kerja hari ini dan berniat mengantarkan Githa ke perusahaan Dhika siang nanti.


***


Epilog


Setelah Githa pergi pulang dan meninggalkannya, Dhika segera pergi ke kantor Ali. Dia ingin memperingatkan Ali agar menjauhi Githa pujaan hatinya.

__ADS_1


Sesampainya di kantor Ali, Dhika langsung menghampiri Ali yang baru saja keluar dari gedung.


"Pak Ali, bisa kita bicara sebentar?"


"Hei Pak Dhika, tentu saja. Mari bicara di kafe depan sana." Jawab Ali seraya berjalan menuju kafe yang dekat dengan kantornya.


Dhika pun mengikutinya dari belakang. Dia berusaha meredam amarahnya.


Setelah sampai mereka sepakat memilih ruang VIP karena melihat keadaan kafe yang lumayan ramai.


"Ada hal penting apa yang ingin anda bicarakan sehingga menemui saya tanpa janji seperti ini?" Tanya Ali saat sudah mendudukkan tubuhnya di sofa.


"Oke langsung saja. Saya cuma mau minta supaya anda menjauhi Githa. Dia adalah calon istri saya!" Ucap Dhika tegas.


"Oh jadi soal Githa. Benarkah Githa adalah calon istri anda? Lalu siapa wanita yang makan siang dengan anda tadi?" Balas Ali santai.


"Saya rasa itu bukan urusan anda. Yang perlu anda tahu hanyalah fakta bahwa saya dan Githa saling mencintai." Ucap Dhika lagi.


"Sama seperti yang anda bilang barusan. Bukan urusan anda juga mengatur dengan siapa saya boleh berkencan. Saya akan menjauhi Githa jika dia yang memintanya." Bantah Ali.


"Oke! Kalau begitu mari kita bersaing secara sehat. Akan saya buktikan bahwa saya dan Githa memang saling mencintai." Tantang Dhika.


"Baiklah. Untuk urusan pekerjaan kita harus profesional, jangan sampai membawa-bawa masalah pribadi." Balas Ali lagi.


"Tentu saja. Kalau begitu saya permisi dulu, terimakasih atas waktunya." Ucap Dhika seraya pergi meninggalkan Ali bahkan sebelum pesanan minumannya datang.


Ali tersenyum kecut. Dia langsung teringat kejadian lucu saat makan siang tadi.


.


.


.


Bersambung~~


Jangan lupa komen dan vote poinnya ya kak..

__ADS_1


Terimakasih 💕


__ADS_2