Cerita Cinta Githa

Cerita Cinta Githa
Persiapan tak terduga


__ADS_3

Belum sempat Githa turun tiba-tiba air hujan satu per satu berjatuhan dan mulai membasahi kaca mobil pak Abdul. Githa tetap kekeh dengan keputusannya, dia segera membuka pintu dan berlari keluar menerobos hujan yang mulai deras.


Ali bergegas membuka seat beltnya lalu ikut keluar dari mobil menyusul kepergian Githa. Dia tidak memperdulikan bu Harnum yang terus meneriakinya karena ingin menahan kepergiannya.


Ali agak sulit mencari Githa karena kabut hujan yang begitu deras. Dia berlari ke sembarang arah menyusuri setiap jalan mencari Githa yang seolah hilang tersapu oleh hujan.


"Ini semua salahku! Harusnya aku gak usah mengajaknya makan malam dengan mama," batin Ali menyalahkan dirinya.


***


Githa duduk menangis di tepi jalan, air matanya tak berhenti mengalir bersamaan dengan hujan yang kian deras. Githa menyembunyikan wajahnya di sela kedua lututnya yang ditengkuk, tubuhnya bergetar dan suara tangisnya semakin menjadi. Sekuat apapun berusaha untuk tegar, Githa tetaplah seorang wanita yang mempunyai hati yang lemah. Dari kecil selalu dikucilkan dan dihina, sering membuatnya tidak percaya diri dan trauma.


Kilasan caci maki orang-orang kembali bermunculan dan membuatnya semakin terisak. Kebanyakan dari mereka hanya hormat kepada orang-orang kaya dan berpendidikan. Padahal ketulusan hati dan kejujuranlah yang harusnya menjadi poin utama dalam menilai seseorang.


Tak lama seorang pria datang mendekati Githa secara perlahan dan memayungi Githa dengan payung yang dibawanya. Githa yang masih duduk menunduk dengan posisinya tiba-tiba mengangkat sedikit kepalanya karena tidak lagi merasakan air hujan membasahi tubuhnya. Dia menoleh ke samping dan terkejut saat melihat kaki seorang pria yang sedang berdiri di sampingnya.


"Mas Ali.. Kenapa mas menyusul saya?" ujar Githa tanpa melihat wajah pria tersebut.


"Ehmmm hmmmm..!!" Pria itu hanya membalas dengan berdehem keras.


Githa menyapu sisa-sisa buliran air mata yang masih berserak di sekitar wajahnya. Hidungnya yang ikut meler akibat terus menangis juga hendak di bersihkannya, namun karena tak ada sapu tangan Githa berniat membersihkan dengan kain baju yang di pakainya. Saat akan membersihkan hidungnya Githa di kejutkan dengan sosok pria lainnya yang datang dan berjongkok di hadapannya. Pria tersebut mengambil sapu tangan dari saku celananya lalu membersihkan hidung Githa dengan lembut. Betapa terkejutnya Githa saat melihat pria tersebut adalah Ali.


Lalu siapa pria lainnya yang saat ini sedang memayunginya?


Karena penasaran Githa langsung mendongak dan mendapati wajah Dhika yang sedang menatap Ali dengan tatapan kesal.


"Dhika...!!" seru Githa tak menyangka.

__ADS_1


"Ya, Dhika! Bukan Ali!" sahut Dhika kesal karena tadi Githa salah menyebut namanya.


Githa bangkit dari duduknya yang di bantu oleh Ali, lalu dia memandang Ali dan Dhika secara bergantian.


"Mari ku antar pulang," ucap Ali dan Dhika secara bersamaan yang tentu saja membuat Githa terkejut dan bingung harus memilih yang mana.


"Ikut denganku saja! Coba lihat Ali, dia basah kuyup nampak tak ada persiapan untuk hal-hal seperti ini," ujar Dhika meremehkan.


Ali yang masih kehujanan mengusap wajahnya dengan kasar seraya berkata, "Karena tadi Githa pergi bersamaku, jadi harus pulang denganku juga! Lagi pula neneknya gak akan suka jika melihatmu yang mengantarkannya pulang," jawab Ali tak mau kalah.


"Mas Ali benar, aku harus pulang dengannya karena tadi dia yang menjemput dan minta izin dengan nenek. Tapi mas, bisakah kita naik taksi aja? Saya gak mau....." ucapan Githa tertahan karena langsung dipotong oleh Dhika.


"Oke! Biar aku yang antar kalian karena jam segini sudah jarang taksi yang lewat," sanggah Dhika cepat.


Tak lama seorang pria dengan pakaian security datang dengan sedikit berlari menghampiri mereka bertiga. Pria tersebut adalah karyawan restoran yang membantu mengendarai mobil Ali. Dia membawa payung yang lebih besar dan beberapa kantong belanjaan.


"Sudahlah, saya yang harusnya berterima kasih karena anda sudah mau membantu saya. Sekarang anda boleh pergi," jawab Ali seraya mengambil alih payung dan kantong belanjaan dari tangan security tersebut.


Security itu mengangguk lalu memberikan kunci mobil Ali, dan berlalu pergi berlari mendatangi taksi yang sudah di pesannya.


"Kamu lihatkan? Aku bahkan menyiapkan yang lebih darimu! Jadi jangan pernah lagi kamu mengkhawatirkan Githa saat dia bersamaku," ujar Ali seraya mengeluarkan handuk dari kantong belanjaan dan baju hangat lengkap dengan pakaian dalam lalu di berikan kepada Githa.


"Ayo pulang, ini sudah semakin larut. Ganti bajumu di mobil, mas akan menunggu diluar." pintanya pada Githa.


Wajah Githa memerah saat menerima pakaian dalam yang di berikan Ali. Bagaimana bisa pakaian dalam tersebut sesuai dengan ukurannya. Githa bergerak pindah ke sisi Ali dan tak lupa dia berterima kasih kepada Dhika lalu pergi meninggalkannya.


Dhika tak bisa berkata-kata. Dia tidak menyangka Ali akan mempersiapkan semuanya sematang itu. Lagi-lagi Ali selangkah lebih maju darinya.

__ADS_1


"Sialan...!!" batinnya kesal sambil mengepalkan tangannya saat melihat Ali tersenyum mengejek ke arahnya.


***


EPILOG


"Tolong bawa mobilku mengiringi mobil ini," pinta Ali sambil menunjuk mobil orangtua nya yang akan di kendarainya.


"Baik tuan." jawab security.


"Tapi sebelum itu tolong pergi ke mall dekat sini belikan baju hangat, handuk serta pakaian dalam untuk calon istriku," pinta Ali sambil melihat ke arah Githa yang sudah duduk di dalam mobil.


Ali mengambil dompetnya lalu memberikan beberapa lembar uang kertas seratus ribuan kepada security tersebut.


"Saya akan jalan perlahan ke alamat XXX. Setelah belanja tolong segera menyusul, ingat baik-baik plat mobil ini, karena kemungkinan nanti akan berhenti dijalan. Kalau hal itu memang terjadi, saya harap anda akan datang tepat waktu," jelas Ali panjang lebar.


Security langsung paham maksud Ali dan dengan cepat dia mengendarai mobil Ali pergi menuju mall terdekat.


.


.


.


Bersambung..


Jangan lupa LIKE, KOMEN dan VOTEnya 🙏

__ADS_1


__ADS_2