Cerita Cinta Githa

Cerita Cinta Githa
Kejutan Pagi


__ADS_3

Keesokan harinya..


Saat hendak berangkat kerja Githa di kejutkan oleh sosok Dhika yang tengah berdiri menunggunya di teras rumahnya dengan pakaian santai dan tampak seperti orang baru bangun tidur. Dia mengucek matanya berulang kali mengira kalau salah lihat. Namun Dhika memang nyatanya sedang berdiri di hadapannya sekarang.


"Gini ya caramu memperlakukan tamu? Bukannya di suruh masuk tapi malah di pandangi kayak gitu." sindir Dhika.


Githa segera menarik tangan Dhika membawanya pergi ke depan agar jauh dari pintu rumah.


"Ssstttt! Kamu ngapain sih pagi-pagi buta udah ke sini aja? Mana belum mandi lagi. Emang hari ini kamu gak ngantor?" selidik Githa.


"Aku tuh dari semalem udah di sini bahkan aku tidur di mobil karena nungguin kamu keluar." jelas Dhika sambil menunjuk ke tempat mobilnya di parkir. "Habisnya teleponku gak kamu angkat-angkat. Jadinya ya udah aku datang dan tidur di sini aja sekalian." timpal Dhika.


Githa langsung mengambil ponselnya di saku celananya. Kemarin sesampainya di rumah Githa langsung istirahat. Ponselnya di charge dan di taruh di atas meja di samping tempat tidurnya dan sampai sekarang belum ada di ceknya.


Mata Githa terbelalak saat melihat ada dua puluh tujuh panggilan tak terjawab dari bosnya. Dia penasaran ada hal penting apa sampai Dhika menghubunginya semalam.


"Uppss! Sorry ya Dhik. Aku akhir-akhir ini memang sering tidur lebih awal supaya gak kesiangan." jelas Githa. "Ehmm.. Emangnya ada hal penting apa sampai kamu nelpon aku di luar jam kerja?" tanya Githa penasaran.

__ADS_1


"Gitu banget pertanyaannya. Emang gak boleh ya aku nelpon selain untuk urusan pekerjaan?" Dhika bertanya balik.


"Iiissshh! Kok malah nanya balik! Jawab dulu pertanyaanku barusan." jawab Githa ketus.


"Ehm..ehmm.. Jadi semalem sepulang dari rumah Bella aku gak bisa tidur Git." ucap Dhika.


"Terus??"


"Aku gak bisa tidur karena kamu." jawab Dhika.


"Lah kok karena aku? Emang aku kenapa?" tanya Githa polos.


Githa langsung tertunduk malu. Pipinya terasa panas. Jantungnya berdetak sangat cepat. Githa sangat senang mendengarnya rasanya membuat ia seperti melambung di udara. Dia pun segera berbalik badan karena tidak ingin Dhika melihat ekspresi bahagianya. Tak lama ia kembali menghadap Dhika setelah berhasil menguasai dirinya. Sebisa mungkin dia harus bisa menyembunyikan perasaannya dan bersikap biasa saja.


"Alasan macam apa itu? Gak masuk akal." jawab Githa ketus berpura-pura tidak suka.


"Terkadang cinta memang gak masuk akal Git. Bahkan cinta bisa membuat kita gila." balas Dhika.

__ADS_1


"Diiiih ngapain sih masih pagi bahas-bahas ginian. Mendingan sekarang kamu pulang, mandi, siap-siap trus pergi ke kantor. Aku juga udah mau pergi nih, bentar lagi Merlin pasti sampai kantor. Aku gak mau dia menunggu lama." pinta Githa seraya mendorong Dhika pelan ke tempat parkir mobilnya.


Tak lama ia di kejutkan oleh suara neneknya yang berteriak dari dalam rumah. "Githa.. Kamu sedang ngobrol dengan siapa?" teriak nenek sambil menyusul ke depan.


Githa langsung menyuruh Dhika untuk cepat masuk ke mobil sebelum nenek melihatnya


.


.


.


Bersambung~~


Mohon dukungannya dengan memberikan Like, Comment, Rate dan Votenya.


Kelanjutan Novel ini sangat bergantung dengan dukungan kalian.

__ADS_1


Terimakasih ❤


__ADS_2