Cerita Cinta Githa

Cerita Cinta Githa
Tidak Profesional


__ADS_3

Setelah selesai menandatangani berkas-berkas pentingnya, Dhika menghampiri Bella yang sedari tadi duduk di sofa menunggunya.


"Sudah jam makan siang. Kamu mau makan dimana?" tanya Dhika sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


Bella yang sedang asyik memainkan ponselnya langsung mendongak lalu berdiri di depan Dhika dan berkata. "Kita makan di kantin aja ya kak." jawab Bella. Dia sengaja memilih makan di kantin karena ingin membuat Githa cemburu.


Dhika mengangguk tanda setuju lalu mengajak Bella berjalan keluar.


***


Saat melihat Dhika dan Bella keluar ruangan, Merlin langsung berdiri hendak menyapa seperti biasanya. Dan karena Githa sedang sibuk, ia tidak menyadarinya dan tetap duduk menghadap laptopnya.


Bella langsung tersenyum sinis. Ia pikir Githa sengaja tidak mau melihatnya karena cemburu. Ia pun berdehem beberapa kali namun karena sangat fokus Githa tidak mendengarnya.


Dhika melihat Githa yang sedang sibuk dengan laptopnya. Sementara Merlin tersenyum canggung, ia tidak menyadari kalau sedari tadi Githa masih duduk.

__ADS_1


"Apa kemarin Bayu tidak memberitahumu kalau pada saat jam makan siang semua karyawan harus istirahat dan makan?" Tanya Dhika dengan suara yang agak tinggi. Ia menghentikan langkahnya dan berdiri tepat di depan meja kerja Githa. Dhika tidak mau Githa sampai telat makan karena itu dia rada kesal saat melihat Githa yang masih sibuk dengan laptopnya.


Githa pun terkejut. Ia langsung berdiri dan melihat ke arah Merlin seperti meminta penjelasan.


Bella langsung memeluk mesra lengan Dhika. Ia sengaja melakukannya karena ingin membuat Githa cemburu. Dhika pun membiarkan Bella memeluk lengannya dan penasaran ingin melihat seperti apa respon Githa.


Namun Githa bersikap biasa saja karena dia tahu benar kalau Bella sengaja ingin membuatnya cemburu.


"Mm-maaf Tuan." jawab Githa dan menundukkan kepalanya.


"Pergi ke kantin dengan Merlin sekarang juga! Kesehatan para karyawan sangat penting terutama untuk sekretaris, karena kalau kau sampai sakit aku pasti akan sangat repot mengurus semuanya sendiri!" pinta Dhika sedikit berteriak lalu pergi menuju lift.


Sementara itu, Githa masih berdiri mematung. Dia merasa sedang tidak melakukan kesalahan fatal, tapi mengapa Dhika menegurnya sekeras itu. Merlin langsung menghampiri Githa dan mengelus pundaknya lembut. Sebenarnya Merlin juga terkejut dengan sikap Dhika barusan, selama bekerja baru kali ini dia melihat sikap Dhika seperti itu.


"Aku gak apa-apa kok mbak. Cuma bingung aja kenapa ngomongnya gitu banget. Emang kalo telat istirahat itu termasuk kesalahan fatal ya mbak?" tanya Githa sewot.

__ADS_1


"Ehmm.. Aku juga sebenernya tadi kaget karena aku dan karyawan lainnya juga sering telat istirahat tapi tuan Dhika gak pernah negur sekeras tadi sih. Sabar yaa.. Mungkin bos lagi banyak masalah." jawab Merlin tersenyum.


"Yaudah ayo kita pergi ke kantin mbak." ajak Githa seraya berjalan menuju lift.


Aku makin yakin Dhika berubah karena ucapanku tadi pagi. Dasar gak profesional! batin Githa kesal.


.


.


.


Bersambung~~


Mohon dukungannya dengan memberikan Like, Comment, Rate dan Votenya.

__ADS_1


Kelanjutan Novel ini sangat bergantung dengan dukungan kalian.


Terimakasih ❤


__ADS_2