Cerita Cinta Githa

Cerita Cinta Githa
Githa Cemburu


__ADS_3

Saat tiba di kantin Githa dan Merlin di kejutkan lagi dengan Dhika dan Bella yang ikut duduk membaur dengan karyawan lainnya. Biasanya saat makan siang Dhika akan makan di ruangan khusus untuknya tapi tidak kali ini.


Githa dan Merlin saling berpandangan dengan raut wajah yang sama-sama bingung. Mereka pun memilih meja paling pojok yang masih satu baris dengan meja Dhika namun jaraknya agak jauh. Githa terpaksa memilih meja tersebut karena hanya barisan meja Dhika saja yang kosong. Setiap satu baris terdiri dari sepuluh meja. Dhika dan Bella duduk di meja nomor empat, sementara Githa dan Merlin di meja nomor sepuluh. Sementara meja yang lainnya kosong. Sepertinya karyawan yang lain sungkan duduk di barisan itu.


Githa duduk berhadapan dengan Merlin, di mana posisi itu membuatnya menghadap ke arah Dhika yang juga posisi duduknya menghadap ke arahnya. Sementara posisi duduk Bella membelakangi Githa, jadi dia tidak tahu kalau Githa sedang duduk di meja pojok belakangnya.


Dhika sesekali melihat ke arah Githa. Ada perasaan sedih ketika ia tidak bisa makan siang bersama. Saat pandangan mereka bertemu Dhika langsung mengalihkan pandangannya dengan angkuh. Githa hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat kelakuan teman kecilnya itu.


Di sela-sela makan siang, Dhika beberapa kali mengelus pipi Bella, menggenggam tangannya dan mencubit manja hidungnya. Saat melakukan itu ia sambil melirik ke arah Githa, ia sengaja melakukannya karena ingin membuat Githa cemburu.


Githa hanya tertawa kecil melihat tingkah Dhika. Dia sama sekali tidak cemburu karena tahu kalau Dhika hanya berpura-pura.


"Kak.. Maafin Bella karena selama ini udah egois dan gak ngertiin kakak." ucap Bella dengan tulus sambil menatap pria yang sangat di cintainya itu.


Dhika tersenyum lalu menggenggam tangan Bella. "Kak Dhika juga minta maaf ya sayang.. Mari kita lupakan semua masalah kemarin dan memulai semuanya dari awal lagi." jawab Dhika seraya mencium punggung tangan Bella tanpa memperdulikan para karyawan yang sedari tadi memperhatikan mereka termasuk Githa.

__ADS_1


Bella mengangguk senang dan tersipu malu. Hatinya berbunga-bunga karena di perlakukan dengan sangat manis oleh Dhika. Dia tidak tahu Dhika melakukannya karena sengaja ingin memanas-manasi Githa yang sedari tadi melihatnya.


Kenapa hatiku sakit melihatnya? Aku gak nyangka Dhika bisa berpaling secepat ini. Dia terlihat begitu tulus. Sikapnya yang manis itu pasti akan membuat wanita mana pun meleleh. Aarrggghhh!! kenapa aku ini? Harusnya aku senang melihat mereka sudah berbaikan. Ternyata sangat sulit membuangmu dari hati ini Dhik. batin Githa mulai cemburu, lalu dengan cepat ia mengendalikan perasaannya.


Githa berdiri dan pamit pada Merlin untuk pergi ke toilet sebentar. Dhika yang melihat kepergian Githa langsung ikut menyusulnya dengan alasan ingin pergi ke toilet juga pada Bella.


Saat hendak masuk ke toilet, Githa di kejutkan oleh seseorang yang menarik lengannya dan membawanya masuk ke ruangan HRD. Karena sekarang masih jam istirahat, tidak ada yang melihat mereka dan di ruang HRD juga sedang kosong.


Githa membuang nafasnya dengan kasar saat melihat bahwa Dhika lah yang tengah menariknya.


"Dhika lepasin! Apa-apaan sih kamu!" ucap Githa sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan Dhika namun tak berhasil.


"PD banget kamu! Aku tuh mau ke toilet. Sekarang lepasin tanganku biarkan aku keluar!"


"Sakit hati yang kamu rasakan sekarang gak seberapa di banding sakitnya hatiku karena gak bisa bersamamu. Tolong jangan terus-terasan membohongi perasaanmu. Perlu kamu tahu, aku sangat terpaksa melakukan semua kebodohan tadi. Aku gak mau Bella sampai curiga." jelas Dhika dan perlahan melepaskan tangan Githa.

__ADS_1


Mata Githa sudah mulai berkaca-kaca tapi ia berusaha menahannya agar tidak tumpah. Dia tidak boleh menunjukkan perasaan yang sebenarnya pada Dhika. Dia juga berharap agar Dhika bisa benar-benar menerima Bella.


"Aku rasa tadi pagi semua yang ku katakan sudah sangat jelas! Jadi ku harap kamu selalu ingat itu agar aku gak perlu mengulangnya lagi!" jawab Githa seraya pergi menuju pintu keluar. Sebelum keluar Githa berbalik dan berkata "Berhentilah Dhika! Jika kamu terus-terusan menggangguku aku akan.." kata-kata Githa terputus karena Dhika langsung berkata "Akan apa? Hah?! Aku gak akan takut dengan ancamanmu!"


"Aku akan berhenti bekerja disini!" lanjut Githa lalu segera pergi keluar.


.


.


.


Bersambung~~


Mohon dukungannya dengan memberikan Like, Comment, Rate dan Votenya.

__ADS_1


Kelanjutan Novel ini sangat bergantung dengan dukungan kalian.


Terimakasih ❤


__ADS_2