Cerita Cinta Githa

Cerita Cinta Githa
Rencana Bu Fatma


__ADS_3

Dhika sedari tadi sibuk bertengkar dengan dirinya sendiri. Ia ingin menelpon Bella untuk meminta maaf dan memperbaiki semuanya, namun di sisi lain hatinya menolak untuk melakukannya. Tapi walau bagaimana pun dia harus tetap menyelesaikan semuanya sesuai dengan perjanjian itu. Dan dengan berat hati Dhika mengambil ponsel yang berada di atas meja kerjanya lalu menghubungi Bella.


Tut.. tut.. tut..


Bella yang baru keluar dari kamar mandi langsung menuju ke meja riasnya saat mendengar ponselnya berdering. Senyumnya merekah saat melihat ID penelponnya adalah 'Sayang' alias Dhika.


Bella mengatur nafasnya lalu menerima panggilan tersebut.


"Iya.. Halo kak." jawab Bella dengan suara yang di buat selembut mungkin.


"Kenapa lama banget di angkat teleponnya? Bella masih marah ya sama kak Dhika?" tanya Dhika. Dia berusaha berbicara semanis mungkin seperti sebelum-sebelumnya.


Bella mendekap ponselnya ke dadanya lalu berputar dan melompat-lompat kecil. Sudah lama ia merindukan sosok Dhika yang hangat seperti ini. Dhika yang tidak pernah membentaknya, Dhika yang selalu memanjakannya. Setelah bisa menguasai dirinya, Bella kembali meletakkan ponsel ke telinganya dan menjawab, "Gak lah kak. Bella tadi lagi di kamar mandi makanya agak lama angkat teleponnya." jelas Bella sambil menggigit bibir bawahnya dan tersenyum bahagia.


"Bersiaplah. Sebentar lagi aku akan menjemputmu. Kita pergi makan siang bareng." ucap Dhika lagi.


"Okey kak. Yaudah kalo gitu Bella siap-siap dulu ya." balas Bella senang sambil melompat-lompat kecil lagi.


"Okey. Sayang kamu, daaah.." ucap Dhika lalu mengakhiri panggilan teleponnya.


"Huhh! Aku terpaksa kembali melawan perasaanku. Kembali berpura-pura mencintainya dan harus bersikap manis lagi padanya." Dengus Dhika kesal sambil mengacak-acak rambutnya mulai frustasi.

__ADS_1


Sementara Bella langsung bersiap-siap setelah sambungan teleponnya terputus. Dia berdandan tipis dan menata rambutnya yang terurai. Bella mengenakan kemeja lengan pendek berwarna abu muda di padupadankan dengan celana jeans warna hitam. Penampilannya kali ini agak rapi tidak seperti biasanya dan ia terlihat lebih dewasa.


Bella bercermin dan memastikan kalau penampilannya sudah oke. Setelah itu ia keluar kamar dan menuruni anak tangga dengan riang sambil bernyanyi-nyanyi kecil.


Pak Husen dan Bu Fatma yang tengah duduk di ruang keluarga memperhatikan Bella yang terlihat sangat senang tidak seperti kemarin.


"Uuh.. Anak mama cantik banget. Mau ke mana sayang?" Tanya Bu Fatma saat Bella menghampiri mereka.


"Barusan kak Dhika nelpon dan ngajak makan siang bareng mah." ucap Bella sambil tersenyum senang.


"Wahh.. Kabar bagus tuh. Manfaatkan momen makan siang nanti untuk memperbaiki hubungan kalian ya nak. Ingat ya pesan mama semalam." ucap Bu Fatma sambil mengedipkan satu matanya.


"Tumben cepet dandannya?" Ledek Dhika. "Ehmm.. Setengah jam lagi aku jemput ya." ucap Dhika lagi.


"Okey kak! Bella akan sabar menunggu, hehe.." jawab Bella cengengesan. Biasanya Bella akan ngambek kalau harus menunggu lama, tapi kali ini dia mencoba sabar dan ngertiin Dhika.


Bu Fatma yang mendengar jawaban Bella barusan langsung paham apa yang sedang di bicarakan anaknya di telepon. Dia langsung meraih ponsel Bella dan berbicara pada Dhika.


"Nak Dhika kalo memang masih sibuk biar Bella aja yang nyamperin ke kantor. Kebetulan juga tante mau keluar, jadi biar sekalian aja nganterin Bella. Gimana?" tawar Bu Fatma.


"Eh tante.. Ehmm kalo saya terserah dari Bella nya aja tante." jawab Dhika pasrah.

__ADS_1


"Bella mau kok. Yasudah kalo gitu kami berangkat sekarang ya." jawab Bu Fatma asal tanpa bertanya pada Bella dulu.


"I-iya tante. Hati-hati di jalan. Assalamu'alaikum."


"Wa'alaykumsalam nak Dhika." balas Bu Fatma lalu memutus sambungan teleponnya dan tersenyum sinis.


"Pasti wanita itu sekarang sedang di kantor Dhika. Dia harus lihat kalau Bella dan Dhika sudah berbaikan. Selama aku masih hidup, gak akan ku biarkan seorang pun merenggut kebahagiaan anak kesayanganku. Aku akan buat perhitungan pada wanita murahan itu." batin Bu Fatma. Dia sengaja mau mengantar Bella ke kantor Dhika agar Githa melihatnya.


.


.


.


Bersambung~~


Mohon dukungannya dengan memberikan Like, Comment, Rate dan Votenya.


Kelanjutan Novel ini sangat bergantung dengan dukungan kalian.


Terimakasih ❤

__ADS_1


__ADS_2