
"Githa, bolehkah aku mengenalmu lebih dekat?" Tanya Ali dengan wajah serius di sela-sela makan siangnya.
Githa yang sedang menikmati makanannya langsung menghentikan aktifitasnya lalu menatap Ali yang sedang duduk di hadapannya.
"Maaf mas, kenal lebih dekat yang mas maksud itu seperti apa?" Tanya Githa perlahan, ia takut salah mengartikan maksud Ali.
"Kita udah cukup dewasa Git dan aku tahu kamu pasti paham dengan yang aku maksud." Jawab Ali sambil tersenyum hangat.
Githa tertunduk malu saat mendengar jawaban Ali. Wajahnya langsung merona dan terlihat ada senyum yang tertahan di bibirnya.
"Jadi gimana? Boleh atau gak nih?" Goda Ali ketika melihat Githa malu-malu.
Githa menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya perlahan. Dia berusaha menguasai dirinya yang mulai salah tingkah karena ulah Ali barusan.
"Saya akan menjawabnya lewat pesan, Mas." Jawab Githa malu-malu.
"Okey gak masalah. Aku tunggu ya." Balas Ali sambil mengedipkan sebelah matanya. Ia kembali menggoda Githa yang terlihat menggemaskan karena malu-malu. Setelah itu mereka pun tertawa bersama lalu segera menghabiskan makan siang masing-masing.
***
Dhika terlihat gelisah, dia sesekali menatap ke arah pintu ruang VIP di restoran yang sama yang sedang di kunjungi oleh Ali dan Githa.
Sedang apa mereka di dalam sana? Kenapa lama sekali? Kalau hanya sekedar makan siang kenapa harus di ruang privat seperti itu! Pasti Ali sedang mencuri-curi kesempatan! Umpat Dhika dalam hati dan menduga-duga.
Dhika sengaja memilih makan berbaur dengan pengunjung yang lain karena tidak ingin hanya berduaan dengan Bella. Sampai sekarang dia masih tidak bisa mencintai Bella dan hanya menganggapnya adik.
Bella yang sedari tadi melihat Dhika gelisah bertanya-tanya dalam hatinya. Dia ikut melihat ke arah pintu yang di pandangi Dhika, namun tidak menemukan apa pun di sana.
"Apa kak Dhika sedang menunggu seseorang?" Tanya Bella perlahan karena penasaran.
"Hah? Kenapa tadi?" Dhika bertanya balik karena tidak begitu jelas mendengar ucapan Bella barusan.
"Kak Dhika kenapa? Kok dari tadi gelisah?" Selidik Bella.
"Oh, ehm.. Gak kenapa-kenapa kok." Jawab Dhika tersenyum kaku. "Gimana persiapan kuliahmu?" Imbuhnya lagi mengalihkan pembicaraan.
"Semuanya udah siap kak. Aku udah mendaftar online dan teman papa juga udah bantu menyiapkan apartemen untukku." Jawab Bella dengan tatapan sendu.
"Baguslah. Aku gak akan khawatir lagi denganmu saat di sana, apalagi ada teman om Husen." Balas Dhika sekenanya.
Bella hanya tersenyum kecut mendengarnya. Sejujurnya dia sudah mulai muak dengan kepura-puraan Dhika yang seolah peduli padanya.
__ADS_1
"Kak, aku mau sebelum berangkat ke korea kita makan malam bersama dengan papa dan mama. Gimana?"
"Okey, kamu atur aja waktu dan tempatnya." Jawab Dhika tersenyum dan mengelus lembut puncak kepala Bella.
Aku akan menuruti semua permintaanmu karena tiga minggu lagi kamu akan pergi dan semua mimpi buruk ini berakhir. Batin Dhika.
***
Saat sedang asyik mengobrol dengan Ali, tiba-tiba ponsel Githa yang berada di atas meja berdering. Ia segera menyambar ponselnya dan melihat ID penelpon adalah 'Bos Dhika'.
"Kenapa lama sekali?! Cepat kembali ke kantor karena ini sudah lewat dari jam istirahat!" ucap Dhika kesal.
Githa melirik jam tangannya dan terkejut karena sekarang sudah hampir jam tiga sore. Karena begitu asyik mengobrol dia jadi lupa waktu. Ali sosok yang humoris dan supel, sikapnya itu membuat Githa mudah akrab dengannya.
"Baik tuan, sebentar lagi saya balik ke kantor. Maaf.." Jawab Githa memelas.
"Balik sekarang juga!! Aku menunggumu di kantor!! Pinta Dhika lalu langsung memutus sambungan teleponnya karena melihat Bella yang sudah kembali dari toilet sedang berjalan ke arahnya.
Githa langsung menjelaskan pada Ali dan mengajaknya pergi. Ali langsung bangkit dan berjalan keluar beriringan dengan Githa.
Saat melihat pintu ruang VIP terbuka, Dhika berusaha menyembunyikan wajahnya. Dia sengaja menjatuhkan sendok ke lantai lalu membungkuk dan menyembunyikan wajahnya di bawah meja seolah sedang mengambil sendok. Dia tidak mau Githa atau pun Ali sampai melihatnya. Namun sayangnya, Bella melihat Githa dan langsung menyapa. Karena jarak meja mereka dengan pintu ruang VIP tidak begitu jauh, Githa dapat mendengar suara Bella yang sedikit berteriak.
Dengan langkah terburu-buru Githa datang menghampiri Bella di ikuti oleh Ali di belakangnya. Githa terpaksa mampir sebentar karena tidak ingin di anggap sombong.
"Kak Dhika masih di si..." ucapan Bella terputus saat menoleh dan tidak melihat Dhika duduk di hadapannya.
Ali memperhatikan tempat duduk yang di tunjuk Bella, karena posisinya sedang berdiri dia dapat melihat tubuh Dhika yang sedang membungkuk. Ali langsung berjongkok dan mendapati Dhika sedang menutup matanya dengan kuat di bawah meja.
"Pak Dhika? Anda sedang apa?" Tanya Ali tiba-tiba dan tentu saja membuat Dhika terkejut sehingga kepalanya terbentur mengenai meja.
"Aaauuww!!" Pekik Dhika kesakitan seraya memperbaiki posisi duduknya.
Bella langsung berdiri mendekati Dhika dan mengelus kepalanya yang terbentur dan mengecupnya singkat.
"Kakak ngapain di bawah situ?" Tanya Bella heran.
"Oh ini ehm tadi sendoknya kesenggol tanganku trus jatuh." Jawab Dhika kikuk sambil menunjukkan sendok yang ada di tangannya.
"Apa anda baik-baik saja, Pak? Maaf karena telah membuat Anda kaget, saya gak bermaksud begitu." Ali merasa bersalah.
"Gak apa-apa kok." Jawab Dhika singkat sambil melirik Githa sekilas.
__ADS_1
Githa hanya menggelengkan kepalanya dan melipat kedua tangannya ke dada.
"Kalau begitu kami pergi dulu ya, permisi." pamit Githa. "Ayo mas." ajak Githa sambil menggandeng tangan Ali.
Dhika terbelalak melihat kepergian Githa sambil menggandeng tangan Ali.
Mas? Sejak kapan dia memanggil Ali dengan sebutan Mas? Gak mungkin, aku pasti salah dengar. Batin Dhika kesal.
.
.
.
Bersambung~~
VISUAL :
Dhika Nugraha, 27 tahun.
Githa Puspita, 23 tahun.
Ali Rahasya, 31 tahun (Duda).
Bella Affandi, 20 tahun.
.
.
.
Jangan pelit kasih vote poinnya ya kak, hehe..
__ADS_1
Terimakasih 💞